Ivanya Basudewi (Belenggu Kehidupan)

Ivanya Basudewi (Belenggu Kehidupan)
Manager Baru


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed......


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lidia yanh duduk di kursi kerjanya itu menggeserkan kursinya agar dekat dengan Vanya, karena kebetulan, meja kerjanya terletak persis berada di sebelah meja kerja Vanya.


Vanya yang menyadari hal itu hanya memilih untuk mengabaikan Lidia, karena Vanya tau, jika Lidia sudah mendekatkan kursinya padanya, itu tandanya ada gosip baru yang akan di sampaikan Lidia kepadanya.


Kalian tau lah kalau di setiap tempat pasti ada biang gosipnya. Nah, kalau di divisi bagian yang di tempati Vanya, Lidia lah orang yang selalu menyebarkan gosip-gosip terbaru.


"Eh Va, tau ga?" Bisik Lidia.


Nah.. Benar kan apa yang baru saja Vanya katakan. Jika Lidia mendekatinya dengan cara yang seperti itu, Lidia sudah pasti memiliki gosip terbaru yang akan di sampaikan kepadanya.


Namun, Vanya lebih memilih untuk mengabaikan gadis itu. Karena meskipun dia mengabaikan Lidia, Lidia tetap akan menyampaikan gosip itu padanya.


"Katanya Pak Tomi bakalan keluar hari ini lho Va.." Tutur Lidia.


Mendengar apa yang di sampaikan Lidia kali ini, benar-benar membuat Vanya merasa penasaran.


Vanya lantas menatap Lidia dengan mata yang memicing. "Tadi lu bilang apa?"


"Pak Tomi bakalan keluar hari ini.." Kata Lidia lagi.


"Ngaco lu ah.." Vanya sedikit sanki atas informasi yang Lidia sampaikan.


"Ck, beneran Va.. Lu tadi ga ngeliat apa kalo di parkiran ada mobil yang ga di kenal."


Vanya lantas berpikir untuk sejenak. "Honda Civic warna biru dongker itu kah?" Gadis itu bertanya dengan di penuhi rasa penasaran yang sangat tinggi.


Lidia menganggukkan kepalanya.


"Lu dapet informasi ini dari mana?" Tanya Vanya.


Lidia bersedekap dada seraya menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. "Lu lupa ya kalo Bu *Inggrid deket sama gua?"


*Bu Inggrid : Kepala divisi bagian pengoperasian aplikasi / teman dekat Pak Tomi.


Vanya menaikkan sebelah alisnya. "Jadi Bu Inggrid ngasih tau lu gitu?"


"Engga sih.. Tapi keceplosan.." Lidia terkekeh geli.


"Kok bisa?"


"Lu tau kan kalo Bu Inggrid pemabuk berat?"


Vanya menganggukkan kepalanya.


"Kemaren Bu Inggrid minum di bar punya kakak gua, kebetulan gua lagi di sana. Ya gitu deh jadinya.." Lidia mengedikkan bahunya.


Vanya seketika saja menggeleng-gelengkan kepalanya. "Emang dasar lu ya, bisa aja nyari kesempatannya.."

__ADS_1


Kring.. Kring..


Tiba-tiba saja terdengar suara telepon kantor berdering.


Vanya yang memang berada di dekat telepon kantor pun segera beranjak untuk mengangkat panggilan telepon itu.


"Halo? Saya Vanya dari divisi bagian pemrograman aplikasi. Ada yang bisa saya bantu?" Ucap Vanya.


πŸ“ž(Va, ini saya Inggrid. Bilang sama semua staf di divisi kamu buat kumpul di ruang rapat ya.)


"Baik bu." Sahut Vanya cepat.


πŸ“ž(Saya tunggu, yang lainnya udah pada kumpul di sini.)


"Baik bu, akan segera saya sampaikan."


Sambungan pun terputus.


Setelah meletakkan telepon itu ke tempat semula, Vanya pun menatap semua orang yang ada di sana.


"Khem.. Bisa minta tolong perhatiannya sebentar?" Tanya Vanya.


Winda, Lidia dan ke 7 staf yang lainnya pun menatap Vanya.


"Tadi bu Inggrid nelpon, katanya kita di suruh kumpul di ruang rapat. Sekarang." Tutur Vanya.


"Ok.." Ucap salah satu staf yang ada di sana.


Mereka pun segera membereskan meja mereka masing-masing kemudian segera beranjak dari meja kerja mereka untuk menuju ruang rapat.


"Hah? Pak Tomi mau keluar kak?" Winda yang berjalan di sebelah kanan Vanya pun sedikit menjulurkan kepalanya agar bisa menatap Lidia yang berjalan di sebelah kiri Vanya.


Lidia menganggukkan kepalanya. "Gitu kayaknya.. Tapi ga tau sih, kita liat aja nanti."


"Emang kakak tau dari mana?" Tanya Winda.


"Shut.. Udah, ga usah ngegosip. Jalan yang bener, kesandung nanti." Vanya mendorong kepala Winda secara perlahan menggunakan jari telunjuk tangan kirinya agar gadis itu kembali menegakkan kepalanya.


"Huuu.. Orang kepo juga.." Winda mencebikkan bibirnya.


"Terlalu kepo ga baik!" Sahut Vanya cepat.


Lidia yang mendengar perdebatan di antara mereka pun hanya terkekeh geli. Karena sungguh, selama dia melihat hubungan antara Vanya dan Winda, mereka benar-benar terlihat seperti adik dan kakak yang sesungguhnya.


Setelah sampai di ruang rapat yang sudah penuh dengan staf karyawan yang lainnya, ke 3 gadis itu pun segera duduk di kursi yang masih kosong.


Setelah duduk di kursi, atensi Vanya sedikit terfokuskan pada seorang pria muda yang berdiri di depan sana bersama dengan Bu Inggrid dan juga Pak Tomi. Jika di kira-kira, pria itu seperti masih berusia kisaran 30an. Atau mungkin belum memasuki usia 30? Entahlah..


Vanya pikir, jika memang pak Tomi keluar dari perusahaan ini. Mungkin saja kalau pria itu yang nantinya akan menggantikan posisi Pak Tomi.


Bu Inggrid yang ada di depan pun menggulirkan matanya ke setiap karyawan yang ada.


"Ini udah di sini semua kan ya?" Tanya Bu Inggrid.

__ADS_1


"Kayaknya udah bu.." Jawab salah satu staf karyawan yang ada di sana.


"Ok, jadi gini.. Tujuan saya ngumpulin kalian di sini buat ngasih tau sesuatu hal." Kata Bu Inggrid kemudian.


"Saya mau ngasih tau ke kalian. Berhubung dengan kontrak kerja pak Tomi sudah selesai. Dan juga beliau akan pindah ke luar kota, jadi beliau memutuskan untuk berhenti dari perusahaan ini." Tutur Bu Inggrid.


Mendengar apa yang baru saja Bu Inggrid umumkan, seketika saja membuat mereka yang mengenal pak Tomi dengan baik mendesah dengan kecewa.


"Nah, bener kan Va.." Bisik Lidia.


"Shuuut! Diem, dengerin aja.." Balas Vanya dengan berbisik juga.


"Pak.. Ini beneran bapak mau keluar?" Tanya Irwan.


Pak Tomi yang ada di samping Bu Inggrid pun segera angkat bicara.


"Iya.. Sesuai dengan apa yang Bu Inggrid sampaikan. Saya akan berhenti dari perusahaan ini. Saya sengaja mengumpulkan kalian di sini karena saya ingin mengucapkan terima kasih banyak atas kerja sama kalian dengan saya selama saya bekerja di sini. Saya juga mau minta maaf yang sebesar-besarnya kalau selama saya bekerja di sini, ada perkataan atau pun perlakuan saya yang kurang mengenakan untuk kalian." Tutur pak Tomi.


Para staf yang ada di sana pun hanya bisa mendesah dengan kecewa karena pak Tomi merupakan atasan yang sangat baik hati. Tapi, meskipun mereka merasa kehilangan, mau bagaimana pun, itu tetap keputusan pak Tomi. Yang mereka bisa lakukan hanyalah mendukung setiap keputusan yang di ambil oleh pak Tomi.


"Ah ya, sama satu lagi. Yang berdiri di samping saya ini Pak Ridwan, beliau yang nantinya akan menggantikan posisi saya." Kata Pak Tomi.


Pak Ridwan pun menyunggingkan senyum kecilnya kemudian berkata. "Mohon kerja samanya.."


Para staf yang ada di sana pun menjawab. "Baik pak.."


"Kalau begitu, pengumumannya cukup sampai di sini.. Kalian bisa kembali ke tugas kalian masing-masing." Kata Bu Inggrid.


Para staf yang ada di sana pun satu persatu mulai keluar dari ruang rapat setelah sebelumnya menyalami pak Tomi seraya berkata untuk selalu berhati-hati dan juga untuk sehat selalu.


Begitupun dengan Vanya. Gadis itu menyalami pak Tomi seraya mengatakan terima kasih atas kerja samanya selama ini.


Namun, ketika Vanya hendak keluar dari ruangan, pak Tomi segera menghentikan langkah Vanya.


"Va.." Ucap pak Tomi.


Vanya pun berbalik ke arah pak Tomi. "Ya pak?"


"Habis ini ke ruangan saya dulu sebentar ya?"


"Baik pak.."


...-TBC-...


Thanks for reading..


Jangan lupa kritik dan saran..


Dan jangan lupa beri dukungan..


Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..


Pokoknya.. Salam sayang dari sensi πŸ’•

__ADS_1


Bye bye..


__ADS_2