Ivanya Basudewi (Belenggu Kehidupan)

Ivanya Basudewi (Belenggu Kehidupan)
Dalangnya!!


__ADS_3

...Happy reading 💕...


...Hope you enjoyed......


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Tapi tan, tante yakin nyuruh aku ngedeketin kak Vanya buat ngelakuin hal itu?"


Winda bertanya pada Wanita yang duduk di hadapannya itu dengan di penuh rasa keraguan.


Si wanita itu menganggukkan kepalanya. "Kenapa emangnya? Kamu takut?" Si wanita itu menaikkan sebelah alisnya.


"Ya jelas takut lah tan.." Winda menjawab cepat seraya sedikit bergidik ngeri. "Lagian nih ya, apa tante ga mikir gitu akibatnya bakalan kayak gimana? Ini menyangkut masa depan loh tan.."


Si wanita itu lantas menghela nafasnya untuk sejenak. "Winda... Sebelum tante nyuruh kamu buat ngelakuin hal itu, tante udah mikirin dulu akibat terburuknya bakalan kayak gimana.. Tante minta kamu sekolah di sana tu ya buat ngelakuin apa yang tante suruh."


"Toh tante juga ga sekedar nyuruh loh.. Tante nambahin uang jajan buat kamu kan.. Udah deh, mending kamu lakuin aja apa yang tante minta.. Lakuinnya harus bener-bener, jangan kayak kakak kamu yang ceroboh itu!"


"Tante Ayu... Jangan banding-bandingin Winda sama kak Wulan ya!! Gitu-gitu juga dia kakak kandung Winda loh.." Winda menatap Ayu dengan sedikit sini.


"Lagian nih ya tan.. Apa yang tante suruh ini udah ngelebihin batas.. Kalo cuma sekadar gangguin doang sih Winda mau mau aja.. Tapi kalo sampe harus nyelakain, Winda ga mau.. Ini soalnya berhubungan sama masa depannya kak Vanya, taaaann.. Winda takut.. Masa iya sesama manusia harus saling ngerusak masa depan!!"


"Lagian juga, sebenernya apa sih kesalahan yang di buat kak Vanya ke tante? Kok tante sampe segitunya pengen nyelakain kak Vanya? Padahal kalo di liat-liat, kak Vanya bukan cewek yang jahat deh.. Ya meskipun kak Vanya anak tiri tante, tapi ya kali tante sampe hati buat nyelakain kak Vanya." Tutur Winda dengan sedikit menggebu-gebu.


Ya, wanita yang di panggil Winda dengan sebutan tante itu adalah Ayu. Wanita yang hingga sekarang ini masih menjadi ibu tiri Vanya. Wanita yang juga sebelumnya menyuruh Wulan untuk mengganggu kehidupan Vanya dengan merusak hubungan Vanya dan Haidar.


Namun, akibat dari tingkah Wulan yang sedikit ceroboh karena terlalu mendahululan perasaannya. Akhirnya, rencana yang di buat oleh Ayu pun berakhir dengan kesia-siaan.


Dan kini, Ayu mencoba untuk kembali merusak kehidupan Vanya melalui Winda.


Lalu, bagaimana caranya hingga Ayu bisa menyuruh Wulan dan Winda untuk mengganggu kehidupan Vanya?


Mudah saja.. Itu semua karena Ayu adalah adik dari wanita yang bernama Resta, ibu kandung Wulan dan juga Winda.

__ADS_1


Ya, tanpa Vanya ketahui, Wulan dan Winda adalah kakak beradik. Dan juga, 2 gadis itu adalah keponakan kandung Ayu.


Lantas, kenapa Vanya bisa sampai tidak mengehatui hal itu? Itu semua karena Vanya belum pernah bertemu dengan sebagian keluarga besar yang di miliki oleh Ayu.


Karena di saat Ayu dan Bagas menikah, hanya sebagian keluarga saja yang datang ke acara pernihkan Ayu dan Bagas. Hal itu di sebabkan oleh Ayu yang meminta acara pernikahannya di selenggaran di hari kerja. Jadi, hanya sebagian keluarga saja yang bisa menghadiri acara pernikahan Ayu dan Bagas.


Ya, begitulah Ayu memanfaatkan situasi. Wanita itu memanfaatkan keponakannya yang belum di ketahui Vanya untuk mengganggu kehidupan gadis itu.


Setelah kembali menghela nafasnya, Ayu pun berkata. "Udah deh ah, ga usah banyak tanya.. Kamu cukup lakuin apa yang tante suruh aja.. Dampak dari apa yang tante suruh ga akan terlalu parah kok.."


Winda menggeleng cepat. "Ga ah.. Winda ga mau ngelakuin apa yang tante suruh kalo alesannya ga jelas."


"Jadi, kalo tante ngasih tau alesannya, kamu mau ngelakuin apa yang tanta suruh?" Ayu menaikkan sebelah alisnya.


Winda mengedikkan bahunya. "Ya tergantung.. Kalo alesannya masuk akal sih, Winda mau mau aja.. Toh Winda juga dapet uang tambahan.. Ya asalkan tante mau tanggung jawab aja buat nutupin apa yang udah Winda lakuin."


"Okay.." Ayu mengangguk-anggukkan kepalanya. "Tante cuma mau ngasih pelajaran buat Vanya gara-gara dia udah bikin tante keguguran."


"Ya gitu.. Dia sengaja dorong tante dari atas sampe tante jatuh keguling-guling dari tangga.. Ya gitu deh akhirnya, tante keguguran.. Bahkan sekarang tante ga bisa punya anak gara-gara kejadian itu, rahim tante harus di angkat."


Ya, rasa benci Ayu terhadap Vanya hingga saat ini adalah karena kejadian itu. Kejadian di mana Ayu harus kehilangan janinnya, bahkan hingga dia harus kehilangan rahimnya.


Ayu tidak ingin mengakui kalau apa yang di alaminya adalah hasil dari kesalahannya sendiri. Wanita itu ingin ada seseorang selain dirinya yang harus di salahkan atas kejadian itu. Dan ya, wanita itu berakhir dengan menyalahkan Vanya.


Padahal, jika di telaah kembali, andai saja waktu itu Ayu tidak bersikap arogan terhadap Vanya yang ingin menolongnya dari tepi tangga. Mungkin saja saat ini janin yang di kandung oleh Ayu sudah lahir menjadi anak yang sehat, dan Ayu juga tidak akan kehilangan rahimnya.


Tapi, apalah daya.. Nasi sudah menjadi bubur.. Waktu yang sudah di lewati, tidak akan pernah bisa di putar kembali. Dan hal buruk yang sudah di alami, tidak akan pernah bisa di ulang lagi untuk di perbaiki.


Yang bisa di lakukan saat ini hanyalah menyesali apa yang sudah terjadi, dan berusaha berubah menjadi lebih baik agar hal itu tidak terjadi lagi.


Tapi ya, seperti yang kita ketahui, hal itu tidak berlaku untuk Ayu. Karena alih-alih menyesali kesalahannya sendiri, Ayu justru menjerumuskan Vanya kedalam kesalahan yang sama sekali tidak di perbuat oleh gadis itu.


Mendengar penjelasan singkat dari Ayu, lantas membuat Winda sedikit tercengang. Karena ya, meskipun umurnya masih di bawah umur, tapi bukan berarti Winda tidak tahu apa-apa.

__ADS_1


"Ah, masa sih tan? Alesannya apa coba kok dia sampe tega ngelakuin hal itu?" Winda masih sedikit ragu atas penjelasan yang di berikan oleh Ayu.


"Untuk alesan pastinya sih, tante ga tau.. Mungkin dia ga mau punya adik.. Atau mungkin juga dia ga mau tersaingi.. Secara, dia kan anak satu-satunya om Bagas. Wajar aja sih kalo dia ga mau punya saudara, atau ga mau tersaingi sama saudaranya. Apa lagi kan tante ibu tirinya.. Mungkin dia emang ga mau kali punya adik dari tante."


"Masa iya sih tan?" Winda masih berusaha untuk mempercayai apa yang baru saja di katakan oleh Ayu.


"Hmmm.." Ayu menghela nafasnya sejenak. "Kamu ga percaya ya sama tante? Kalo kamu emang ga percaya, ya ga papa sih.. Cuma ya, ga mungkin kan dia kabur dari rumah kalo dia ga punya salah?"


"Hah? Jadi.. Kak Vanya kabur gara-gara masalah ini?" Winda kini terlihat mulai mempercayai apa yang di katakan oleh Wulan.


"He, em.." Ayu menganggukkan kepalanya. "Terus, kalo ga ada salah, ngapain dia kabur?"


Mendengar hal itu, lantas membuat Winda berpikir untuk beberapa saat.


"Tapi tante janji ya sama Winda, kalo tante bakalan bertanggung jawab buat semuanya.." Winda berkata kemudian.


"Tante janji.." Sahut Ayu cepat.


Wanita itu mengembangkan senyum kecilnya. Senyum kecil yang menyiratkan perasaan senangnya karena telah berhasil menghasut kepnakannya itu.


...-TBC-...


Thanks for reading..


Jangan lupa kritik dan saran..


Dan jangan lupa beri dukungan..


Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..


Pokoknya.. Salam sayang dari sensi 💕


Bye bye..

__ADS_1


__ADS_2