Ivanya Basudewi (Belenggu Kehidupan)

Ivanya Basudewi (Belenggu Kehidupan)
Menjadi Keluarga


__ADS_3

...Happy reading 💕...


...Hope you enjoyed.....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat ini Nisa sedang memperhatikan Vanya yang sedang merenung di dekat jendela kamarnya. Nisa sedikit sanksi akan keputusan Vanya yang mengijinkan Bagas untuk menikah dengan Ayu. Nisa tau betul tentang apa yang saat ini sedang di rasakan oleh Vanya.


Karena dulu pun Nisa juga sempat mengalaminya. Namun bedanya, Nisa menolak dengan keras keinginan Rima untuk menikah lagi. Nisa hanya terlalu takut jika suatu saat nanti ayah barunya akan berlaku sama seperti ayah kandungnya..


Puas memperhatikan Vanya, Nisa mencoba memanggil temannya itu.


"Vaa.."


Namun Vanya sama sekali tidak meresponnya.


"Vanyaaaa...."


"Vaaaaa..."


"Iv" lagi.. kini Nisa sedikit kesal karena Vanya terus saja melamun dan mengabaikannya.


"Ivanyaaa!!"


Vanya sedikit berjengkit karena kaget karena Nisa yang melemparinya dengan bantal.


"Hah.. Apa? Kenapa? Kamu manggil aku?" Vanya bertanya saat sudah membalikan badannya untuk menghadap ke arah Nisa.


"Kamu tuh Iv yang kenapa.. Harusnya kalo emang kamu ga setuju sama pernikahan ini tu kamu bilang dari awal, bukan kok malah jadi kaya gini. Capek aku tu ngeliat kamu yang selama sebulan ini teruuus aja ngelamun" Nisa berkata dengan sedikit bersungut-sungut.


"Ya gimana, abisnya juga aku ga mau jadi anak yang egois sih.. Masa aku harus ngehalangin kebahagiaan papah aku" ucap Vanya lalu menghampiri Nisa yang sedang duduk di tepian kasur.


"Iya, aku ngerti perasaan kamu, ngerti banget malah. Tapi ya kalo emang kamu udah mutusin buat ngijinin mereka nikah, kamu jangan suka ngelamun kaya gini. Aku sampe jadi kaya ngomong sama robot tau ga" sahut Nisa dengan sedikit ketus.


Vanya seketika menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Tapi sedetik kemudian, Vanya menatap Nisa dengan sangat serius.


"Apa aku harus batalin pernikahan mereka aja ya?"


Mendengar pertanyaan Vanya yang begitu bodoh, seketika membuat Nisa mengulurkan tangannya untuk menyentil kening temannya itu.


"Ga usah ngelakuin hal yang bodoh deh.. Orang nikahannya aja tinggal setengah jam lagi.."


"Hah.. Yaudahlah, terima nasib aja kalo gituuu.." ucap Vanya lalu menghela nafasnya dengan sangat pasrah.


Ya, hari ini adalah hari pernikahan Bagas dan Ayu. Sebulan yang lalu, setelah Ayu meminta izin kepada Vanya untuk menikah dengan Bagas, mereka memutuskan untuk menikah pada hari ini. Bertepatan dengan Vanya yang sedang dalam masa liburan semester 2.


Namun, Vanya sedikit menyesali keputusannya itu.. Apa lagi jika Vanya mengingat kembali perkataan Nisa ketika Vanya menceritakan semua kepadanya. Sungguh, saat ini Vanya tiba-tiba menjadi sangat takut, takut untuk menghadapi kehidupan kedepannya.


Karena entah kenapa, setelah hari ini berlalu, Vanya merasa seperti akan melewati kehidupan yang sangat berat.

__ADS_1


"Tuh kan ngelamun lagi" Nisa berkata seraya mencubit pipi Vanya dengan sangat gemas.


"Ishhh, aku ga ngelamun" sanggah Vanya.


"Heleeeh.. Ga ngelamun apa, tuh denger, Bi Asih dari tadi udah manggil-manggil kita" Nisa berkata dengan sangat ketus.


"Hehe, yaudah ayo keluar" ucap Vanya lalu menarik tangan Nisa untuk keluar dari kamarnya.


*****


Setelah acara pemberkatan selesai, kini waktunya untuk pesta pernikahan. Banyak tamu undangan yang datang untuk memberi selamat kepada Bagas dan Ayu atas pernikhan mereka.. Mereka juga tidak lupa untuk meminta foto bersama, Bagas dan Ayu pun menyambut mereka dengan tawa bahagia.


Tapi tidak dengan Vanya, gadis kecil itu sibuk dengan dunianya sendiri. Dia lebih memilih untuk bermain bersama kucing kesayangannya, di bawah pohon yang ada di halaman belakang rumahnya.


"Udah ucil diem aja di sini sama Vanya.." ucap Vanya seraya menekan kucing itu dengan lembut agar tetap berada di pangkuannya.


"Ucil, Vanya mau curhat sama ucil.. Jadi ucil diem aja di sini.. Ya??"


"Ish.. kalo di ajak ngomong tuh di jawab..."


"Meoooooooooong" kucing itu mengeong ketika Vanya mengusak kepala kucing itu dengan sedikit gemas.


"Nah.. gitu dong jawab.." ucap Vanya lalu mengelus kepala kucing itu dengan lembut.


"Meooong.."


"Ucil tau ga.. Vanya tu sebenernya lagi sedih.."


"Meoooong.."


"Vanya tu takut sama masa depan.. Vanya kan ga tau masa depan Vanya bakalan kaya gimana, jadi ucil jangan tinggalin Vanya yaaa.."


"Meoooooooooong.."


"Jan...


Belum sempat Vanya menyelesaikan ucapannya, Nisa sudah lebih dulu memotongnya dengan sedikit ketus, hingga membuat kucing yang berada di pangkuannya lari terbirit-birit karena terkejut.


"Iiiiv.. Dari tadi aku nyariin kamu ish, tau-taunya malah ngomong di sini sama si ucil"


Vanya pun menoleh pada Nisa yang sudah berkacak pinggang di sampingnya


"Isssh.. kamu tuh, kalo dateng jangan ngagetin, tuh si ucil jadi takut.." rengek Vanya..


"Ya kamu tu ngapain disini coba, dari tadi om Bagas sama tante Ayu tu nyariin kamu"


Vanya menghela nafasnya dengan sangat berat.


"Emang mau ngapain???"

__ADS_1


"Ya di ajakin buat photo lah.. Udah ah, ayoooo.. Sedihnya nanti-nanti lagi aja" jawab Nisa.


"Tapiii Nis..."


"Udah ah, ayooooo" Nisa berkata seraya menarik tangan Vanya agar mengikuti langkahnya.


Vanya lagi-lagi menghela nafasnya dengan sangat berat, dia hanya bisa pasrah saat Nisa menariknya menuju pelaminan, tempat di mana Bagas dan Ayu berada.


"Kamu dari mana aja sayang??" tanya Bagas saat Vanya dan Nisa sudah berada di sampingnya.


"Ngasih makan ucil pah, tadi pagi Vanya lupa" jawab Vanya.


"Yaudah, sekarang waktunya kita buat photo keluarga" ucap Bagas.


"Emang yang lainnya udah selesai ya?" tanya Vanya.


"Udah dari tadi sayang.. Tuh liat, sekarang tamu-tamu lagi pada makan.." jawab Ayu.


"Yaudah ayo sekarang kita photo dulu" ucap Bagas lalu mengajak Ayu untuk berdiri.


"Kalo gitu Nisa ke mamah dulu ya" ucap Nisa lalu hendak meninggalkan mereka. Tapi, belum sempat dia melangkah, Vanya sudah lebih dulu menggenggam tangannya.


"Eeh, ga usah.. Kita photo bareng aja" ucap Vanya.


"Tapi Iv, ini kan buat photo keluarga" Nisa menolak ajakan Vanya.


Vanya mendongakkan kepalanya untuk menatap Bagas lalu bertanya "Gapapa kan pah kalo Nisa ikutan poto bareng kita?"


Namun, saat Bagas hendak membuka mulut, Ayu sudah lebih dulu menjawab pertanyaan Vanya.


"Gapapa sayang, kita photo bareng aja.. Nisa kan juga udah kaya keluarga kita"


"Makasih tan" ucap Vanya..


"Husss.. Panggil mamah, kan tante Ayu mulai hari ini jadi mamah kamu" sahut Bagas cepat.


"Ehmmm.. Makasih mah" Vanya mengoreksi ucapannya.


Ayu tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


"Iya udah, sini Nisa sama Vanya di tengah, Photographernya udah nungguin tuh" Ayu berkata lalu sedikit bergeser guna memberikan ruang untuk Vanya dan Nisa.


Akhirnya, mereka pun segera memposisikan diri mereka untuk membuat sebuah photo keluarga.


...-TBC-...


Thank for reading..


Jangan lupa kritik dan saran..

__ADS_1


Salam sayang dari sensi 💕


Bye bye..


__ADS_2