
...Happy reading 💕...
...Hope you enjoyed.....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sebelumnya..
Vanya menggelengkan kepalanya. "Lu ga salah, gua aja yang terlalu cengeng." Vanya berkata kemudian mengembangkan senyum kecilnya.
Yang mana, hal itu seketika membuat jantung Haidar berdetak dengan sangat cepat. Bagaiman tidak? Ini adalah kali pertama Vanya tersenyum kepadanya. Meskipun itu hanyalah sebuah senyuman kecil. Tapi sungguh, hal itu mampu membuat Haidar semakin merasa jatuh hati kepada Vanya.
*****
"Ck, gua tau gua jelek kalo nangis.. Tapi jangan gitu juga ngeliatinnya." Ucap Vanya tat kala Haidar hanya menatapnya tanpa bergeming.
Haidar lantas terkekeh kecil. "Lu cantik kalo senyum.."
"Cih.." Gadis itu berdecih seraya memalingkan wajahnya.
"Va.. Gua.."
"Kasih gua waktu buat ngeyakinin diri dulu ya." Vanya segera memotong kalimat yang akan di ucapkan oleh Haidar.
Yang mana, perkataan Vanya itu seketika membuat Haidar mengerjapkan matanya.
"Coba ngomong sekali lagi?" Haidar sedang mencoba untuk memastikan jika pendengarannya itu masihlah berfungsi dengan baik.
"Ck, gua tau lu denger.."
"Serius Va, coba ngomong sekali lagi.."
"Udah ah, awas.. Gua mau belik ke kelas." Vanya berkata seraya mendorong tubuh Haidar agar tidak berdiri di hadapannya.
Gadis itu lantas turun dari atas brankar kemudian berlalu pergi menuju kelasnya, dengan seulas senyum kecil yang tersungging di bibirnya.
Haidar yang baru tersadar dari rasa terkejutnya pun segera berlari menyusul Vanya.
"Va.. Lu belum ngulangin omongan lu.." Haidar berkata seraya mencolek lengan kiri Vanya.
"Ish.. Apa sih.." ucap Gadis itu seraya mengedikkan lengan kirinya.
"Va.. Ulangin dulu..." Haidar kembali mencolek lengan kiri Vanya.
"Haidar.." Gadis itu melirik Haidar dengan sinis.
"Iya sayaaaaang.."
"Ck.." Gadis itu berdecak lalu masuk ke dalam kelas.
Di ikuti oleh Haidar yang terus saja mengulum senyumnya.
*****
2 minggu kemudian..
Hari ini adalah hari dimana pengumunan peringkat sekolah sekaligus pembagian raport semester 1.
Tepat sesuai dengan kesepakatan, selama 2 minggu terakhir ini, Haidar memberikan kesempatan untuk Vanya berpikir dengan tidak terlalu mengejar gadis itu.
Meskipun Haidar masih memberikan perhatian kecil, tapi pria itu memberikan banyak ruang untuk Vanya menentukan keputusannya.
__ADS_1
Dan selama 2 minggu terakhir ini juga, Vanya banyak menghabiskan waktu untuk saling bercerita dengan Nisa dan juga Rima.
Kini, Vanya sedang bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah bersama dengan Nisa dan Rima.
Setelah selesai bersiap-siap, Vanya lantas menyambar tas nya lalu segera keluar dari dalam kamar.
Gadis itu menghampiri Rima yang sudah menunggunya di meja makan.
"Nisa belum selesai Va?" Rima bertanya setelah Vanya duduk di kursi seraya menyerahkan segelas susu.
Namun, saat Vanya hendak menjawab, Nisa sudah lebih dulu berseru seraya berlari menuju meja makan.
"I'm coming mommyyyyyyy....."
"Husss.. Kamu nih, kebiasaan teriak-teriak.." Rima berkata seraya menyerahkan segelas susu kepada Nisa.
"Hehe.. Ya maap.." Ucap Nisa lalu menenggak habis susunya.
"Mau sarapan dulu ga?" Tanya Rima.
Vanya dan Nisa menggelengkan kepala.
"Nanti makan di kantin aja, kan cuma mau pengumunan sama ngambil raport. Jadi bebas.." Ucap Nisa.
"Yaudah, ayok berangkat aja kalo gitu." Ucap Rima.
*****
Sesampainya di sekolah, mereka pun segera memasuki aula. Tempat di mana di adakannya acara pengumunan.
Mereka lantas segera duduk di kursi yang sudah tertera nama-nama mereka, dengan Rima yang duduk di antara dua gadis kesayangannya itu.
"Mah, mamah mau tau yang namanya Haidar ga??" Nisa berbisik di telinga Rima.
Namun sungguh, bisikannya itu mampu terdengar jelas oleh orang-orang yang ada di sekitarnya.
Yang mana, hal itu seketika membuat Vanya menatap Nisa dengan sangat tajam.
Nisa yang menyadari tatapan tajam Vanya pun hanya menampilkan cengirannya.
"Hehe.. Kekencengan ya Nisa ngomongnya?" Nisa bertanya pada Rima dengan cengiran lebarnya.
"Bukan kenceng lagi, hampir teriak kamu tu.." Jawab Rima.
"Ya maap mah, kelepasan.."
"Emang yang namanya Haidar itu mana sih?" Rima bertanya pada Nisa, mengabaikan Vanya yang kini tengah mencebikkan bibirnya.
"Mamah liat deh 4 cowok yang lagi berdiri di deket vas bunga warna merah."
Rima lantas menoleh pada tempat yang di maksud Nisa. "Terus?"
"Nah, yang namanya Haidar tu yang pake hoodie warna item yang ada tulisannya WAITING FOR YOUR ANSWER.. Eh, bentar deh.." Nisa menjeda kalimatnya kemudian mencolek Vanya. "Va, Va.."
Rima yang melihat itu pun hanya mengerutkan keningnya.
"Apaan?" Vanya bertanya dengan sedikit ketus.
"Coba deh lu baca tulisan yang ada di hoodie nya si Haidar."
__ADS_1
"Kenapa emangnya?"
Namun, saat Nisa akan menjawab pertanyaan Vanya, Bu Lidya selaku pembawa acara sudah lebih dulu menginterupsi mereka.
Lalu, acara pun di mulai dengan pembukaan, kata sambutan, hingga tibalah waktu pengumuman peringkat.
Pengumunan peringkat kelas 10 sudah terlewati, kini pengumunan peringkat kelas 11 pun mulai di umumkan.
Berbeda dengan murid-murid lain yang menunggu dengan harap-harap cemas. Vanya dan Nisa justru terlihat biasa saja, bahkan kini 2 gadis itu sibuk dengan ponsel mereka masing-masing.
Peringkat 10-6 pun sudah di umumkan, dan para murid itu pun satu per satu sudah naik ke atas panggung untuk mengambil raport mereka. Kini Bu Lidya mulai mengumumkan peringkat 5-1.
"Untuk peringkat ke 5, kepada ananda Haidar Jarvis Oktavio dari kelas 11 A, di persilahkan untuk naik ke atas panggung."
Haidar pun segera berjalan ke atas panggung.
Yang mana, hal itu seketika membuat Vanya mengerutkan keningnya seraya menoleh pada Nisa. "Nis.. Bukannya si Haidar baru masuk di pertengahan semester ya? Kok dia bisa masuk peringkat 5?"
Nisa menggelengkan kepalanya. "Ga tau, mungkin di itung dari nilai awal dia kali.."
Vanya lantas kembali menolehkan kepalanya ke depan.
"Untuk peringkat ke 4, kepada adinda Tania Gisabel dari kelas 11 E, di persilahkan untuk naik ke atas panggung."
Tania pun mulai berjalan ke atas panggung.
"Untuk peringkat ke 3, kepada adinda Tanisa Na Kinan dari kelas 11 A, di persilahkan untuk naik ke atas panggung."
"Wooow.. Aku ada kemajuan juga ternyata mah.." Ucap Nisa dengan sedikit rasa tidak percaya.
"Good job.. Mamah bangga sama kamu.." Rima berkata seraya memeluk nisa. "Udah sana naik ke atas panggung.."
Setelah melerai pelukannya, Nisa lantas segera beranjak untuk naik ke atas panggung.
"Untuk peringkat ke 2, kepada ananda Victor Hutagalung dari kelas 11 C, di persilahkan untuk naik ke atas panggung."
Victor pun segera berjalan naik ke atas panggung.
"Dan untuk peringkat pertamaaa.. Hmm.." Bu Lidya menjeda kalimatnya untuk sejenak. "Ternyata masih belum berubah dari semenjak kelas 10.. Kepada adinda Ivanya Basudewi dari kelas 11 A, di persilahkan untuk naik ke atas panggung."
Rima tersenyum lalu menoleh pada Vanya. "Tante bangga sama kamu.." Rima berkata seraya menepuk bahu Vanya dengan lembut.
Vanya membalas senyuman Rima. "Makasih tante.." ucap gadis itu kemudian segera beranjak untuk naik ke atas panggung.
Saat Vanya melangkah naik ke atas panggung, tatapan gadis itu tak sengaja bertemu dengan tatapan Haidar. Namun, gadis itu segera mengalihkan tatapannya kemudian fokus untuk melangkah ke posisi peringkat 1.
Setelah peringkat 1-5 naik ke atas panggung, Pak Hadi selaku penanggung jawab murid kelas 11 pun mulai menyerahkan raport kepada masing-masing murid, di iringi dengan tepukan riuh dari orang-orang yang ada di sana.
...-TBC-...
Thanks for reading..
Jangan lupa kritik dan saran..
Dan jangan lupa beri dukungan..
Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..
Pokoknya.. Salam sayang dari sensi 💕
Bye bye..
__ADS_1