Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Semarang


__ADS_3

Karina merentangkan tangannya karena ia dan Serena saat ini telah sampai ke Semerang. Beberapa jam perjalanan ya g ia tempuh membuat keduanya cukup lelah. keduanya saat ini menggeret kopernya menuju hotel yang telah disiapkan untuk keduanya.


"Gila ya Rin, Dokter Kenzo itu ternyata kaya raya ya, sayang anaknya Dokter Keanu itu sudah menikah jika tidak hehehehe gue mau jadi istrinya" ucap Serena membuat Karina tersenyum.


"Istrinya lebih cantik dari kita Ren. kalau mimpi jangan ketinggian" ejek Karina.


"Memang lo pernah ketemu?" tanya Serena.


"Pernah sekali waktu itu dia datang untuk bertemu Dokter Keanu dan ternyata istrinya Dokter keanu itu dulunya bekerja menjadi perawat di Rumah sakit kita" jelas Karina.

__ADS_1


"Kenapa ya Rin, cowok ganteng itu stoknya menipis. Ganteng wajah dan ganteng hati maksud gue Rin. sekalinya dapat yang cakep e... tukang selingkuh" ucap Serena mengingat mantan calon suami Karina.


"Insyallah ada yang nggak kayak gitu Ren!" ucap Karina.


Alfa nggak seperti dulu, dia laki-laki yang baik dan juga penyayang. buktinya dulu dia mau datang ngejemput aku mesti hujan sangat deras dan ia bela-belain pakai mobil Papanya agar aku nggak kebasahan.


Karina kembali mengingat sosok Alfa yang sangat ia kagumi dan ia sukai dalam diam. Alfa yang tampan santun dan sangat disukai banyak orang. Karina sangat sulit mengatakan jika ia menyukai Alfa karena takut Alfa tidak menyukainya dan akhirnya menjauhinya. Persahabatan indah yang mereka jalani tidak terasa hingga keduanya pun harus berpisah karena cita-cita.


Didalam perjalanan menuju Hotel Karina sibuk memandang jalanan dari balik kaca mobil. ia tenggelam dengan masalalu dimana Alfa memberikan jaket miliknya saat ia mendapatkan datang bulan dan rok sekolahnya saat itu tembus. Jika tidak karena Alfa Karina tidak akan bisa mengikuti lomba membaca puisi di sekolahnya karena malu.

__ADS_1


Flashback


"*Maaf ya Karin hmmm... aku pinjamkan jaket ini untuk kamu tapi aku mohon kamu jangan menolaknya. anggap jaket ini adalah gaya trend yang membuat penampilanmu diatas sana sedikit berbeda. kamu harus merasa percaya diri!" ucap Alfa sambil mengikatkan tangan jaketnya ke pinggang Karina untuk menutupi rok Karina yang tembus. Karina saat yang tidak tahu jika saat ini roknya terdapat bercak darah terlihat kebingungan dengan jaket yang dipakaikan Alfa dipinggangnya.


"Tapi nggak ada yang kayak gini gayanya Al!" ucap Karina.


"Sudah aku katakan ini trend terbaru Karin. kalau kamu mau menang kau harus super pede!" jelas Alfa membuat Karina menganggukkan kepalanya.


Karina berhasil tampil dengan percaya diri dan pempilannya dipuji oleh para juri hingga akhirnya Karina mendaptkan juara satu lomba puisi dan akan dikirim untuk mengikuti lomba membaca puisi seprovinsi mewakili sekolahnya. Setelah selesai membaca puisi akhirnya Fefin salah satu sahabatnya memberitahunya jika roknya terdapat bercak darah. Tentu saja Karina terkejut dan menatao kearah Alfa yang tersenyum dan mengacungkan jari jempolnya.

__ADS_1


lagi-lagi Alfa membantunya. Bagi Karin Alfa itu terlalu bersinar untuknya tapi sinar itu seolah mengelilinginya dan melindunginya disaat ia membutuhkannya.


Alfa Karin rindu, bisahkan kita bertemu?


__ADS_2