Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Mama bukan ibu kandungku


__ADS_3

Herlina merasa tersudutkan melihat suami dan anaknya sepertinya menyalahkannya. Apalagi Sakti memeluk Karina dan juga bergantian dengan suaminya yang ikut memeluk Karina seolah melindungi Karina.


"Papa dari dulu selalu menyalahkan Mama, Papa tidak pernah mengerti perasaan Mama hiks...hiks... " tangis Herlina membuat Karina mendekati Herlina namun tanpa diduga Herlina segera memundurkan langkahnya membuat Karina menggelangkan kepalanya.


"Mama maafin Karin! jangan nangis Ma!" ucap Karina.


"Kamu telah membuat Mama kecewa Karina, apa kamu tahu bagaimana Mama dikucilkan oleh teman-teman Mama karena pesta mewah pernikahaan kamu dibatalkan? Mama diejek" teriak Herlina. "Kau memang bukan anak kandung Mama, pantas saja kamu mengecewakan Mama!" ucap Herlina membuat Karina terasa seakan disambar petir mendengar ucapan Herlina.


"Mama bohong kan? Karin anaknya Mama!" ucap Karina menatap Herlina dengan tatapan nanar.


Alam mendekati Herlina dan plak... ia menampar pipi Herlina membuat Sakti dan Karina terkejut. "Papa... " ucap Herlina menatap suaminya itu dengan tatapan kecewa.

__ADS_1


"Kamu pantas mendapatkannya!" ucap Alam menatap Herlina dengan kemarahan yang memuncak. "Beraninya kau selalu membuat putriku menangis. Jika bukan karena Kirana mungkin Sakti tidak akan selamat! kau pikir bagaimana Kirana merawat Sakti sejak bayi saat kau lebih memilih karirmu? Kirana yang hamil besar membawa Sakti ke Rumah Sakit karena demam tinggi dan Sakti kecil menangis meronta berlari hingga hampir ditabrak mobil. Kirana mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Sakti. Apa kau lupa Herlina?" ucap Alam.


Mendengar penjelasan Alam, Karina akhirnya Karina tahu jika Herlina bukanlah ibu kandungnya tapi Kirana. "Jadi Karina bukan anak kandung Mama dan Papa?" tanya Karina sendu.


"Kamu anak kandung Papa dengan istri pertama Papa Karina. Maafkan Papa merahasiakannya karena Papa pikir Herlina bisa menjadi ibu yang baik dan tulus padamu!" ucap Alam menatap putrinya itu dengan tatapan menyesal dengan merahasiakannya selama ini.


"Pantas saja Mama nggak sayang Karin Pa hiks...hiks... Karin pikir Mama lebih menyayangi Kak Sakti karena Kak Sakti anak laki-laki jadi semuanya harus Kak Sakti yang diutamakan" jelas Karina. Untuk pertama kalinya Karina mengatakan apa yang ia pikirkan selama ini kepada Alam.


Sakti menghela napasnya ia bingung kemana ia harus berpihak. Jika Papanya melukai Mamanya jelas ia akan melindungi Mamanya namun ia juga tidak bisa menampik kesalahan yang telah Mamanya lakukan.


"Papa, Mama melakukan ini semua demi kebaikan keluarga kita. Papa kita butuh invetasi dari Pak Jhoni. Mama berusaha merendahkan diri Mama dengan mendekati Jeng Retno yang sejak dulu memang tertarik menjadikan Karina menantunya!" ucap Herlina.

__ADS_1


"Diam! kalau kita miskin memangnya kenapa? perusahan bangkrut tidak akan membuatku gila dengan menjual anakku sendiri! apa kau juga rela jika Sakti yang harus menikah dengan perempuan yang tidak dia inginkan?" tanya Alam.


"Pa, Mama hanya ingin yang terbaik untuk keluarga kita!" teriak Herlina. "Keluarga mereka adalah keluarga terpandang dan apa salahnya Mama meminta Karina untuk membantu keluarga kita, lagian Karina akan mendapatkan suami yang terbaik Pa!" ucap Herlina.


"Terbaik bagimu belum tentu terbaik untuk Karina!" ucap Alam.


"Ma, Karina cinta sama Alfa!" jujur Karina.


"Mulai saat ini urusan kamu saya tidak akan ikut campur lagi dan benar apa kata Papamu lebih baik kamu pergi!" ucap Herlina mengalihkan pandangannya. Ia tidak ingin menatap Karina membuat Karina kecewa.


Walaupun Herlina bukanlah ibu yang melahirkannya tapi bagi Karina Herlina adalah ibunya. Ia bahkan tidak pernah bertemu Kirana dan saat ia sakitpun Herlina masih mau menjaga dan merawatnya. Tangis Karina pecah melihat sikap Herlina kepadanya.

__ADS_1


"Ayo kamu ikut Kakak ke Apartemen Kakak Karina!" ucap Sakti.


Karina menggelengkan kepalanya "Karina akan tinggal bersama Serena Kak!" ucap Karina menolak untuk tinggal di Apartemen Sakti karena jika ia tinggal di Apartemen Sakti, ia pasti masih akan bertemu Herlina. Karina tidak ingin membuat Herlina semakin membencinya karena bergantung kepada Sakti.


__ADS_2