
Ketukkan pintu membuat Karina membuka matanya. Dengan langkah yang lunglai Karina membuka pintunya dan ia melihat Serena menatapnya dengan tatapan terkejut. wajah Karina terihat pucat dengan mata bengkak karena habis menangis.
"Rin maaf, gue nggak tahu kalau lo pulang cepat dan gue kira lo tidur!" ucap Serena.
Karina duduk diranjang dan menatap Serena dengan sendu. "Astaga itu kenapa leher kamu merah gitu, Alfa keterlaluan kalian kan belum nikah" ucap Serena membuat Karina terkejut dan segera mendekati cermin. Ia melihat bercak merah di lehernya. "Gue harus beri pelajaran si Alfa karena berani bersikap kurang ajar dan membuat lo menangis Rin!" ucap Serena membuat Karina menggelengkan kepalanya.
"Jangan Ren, ini bukan Alfa yang ngelakuinnya tapi Doni!" jelas Karina membuat Serena membuka mulutnya karena terkejut.
"Jadi tadi dia datang ke Rumah sakit dan bersikap kurang ajar sama lo?" tanya Serena.
"Iya, dia ngancem gue lagi Ren" jelas Karina.
"Tapi kata Tama lo ketemu Alfa mau makan siang dan Alfa yang nganterin lo pulang. Alfa tahu kalau Doni..." ucapan Serena terhenti saat Karina menggelengkan kepalanya.
"Alfa nggak tahu dan sepertinya dia marah sama gue Ren" ucap Karina.
__ADS_1
"Jelas aja dia marah sama lo Rin, soalnya itu dileher lo keliatan banget bekas ciuman Rin" ucap Serena.
Karina menghela napasnya "Alfa nggak percaya sama gue dan dia mungkin menganggap gue perempuan murahan Ren. gue... gue... nggak mau ketemu Alfa. Gue...nggak suka Alfa bersikap dingin sama gue. Dia nggak bilang dia marah tapi gue tahu ekspresi wajahnya itu tidak seperti biasanya sama gue" jelas Karina.
"Gua nggak tahu harus belain siapa tapi Rin kejujuran itu penting!" ucap Serena.
"Gue bukan nggak mau jujur tapi gue nggak mau Alfa marah dan dia mencari Doni Ren. Alfa baru pindah tugas kesini dan gue nggak mau menambah masalah untuknya. Dulu Alfa pernah membela gue saat gue digangguin teman sekelas kita dan dia menghajarnya hingga babak belur. Alfa kena skors dan dia tidak jadi dikirim untuk mengikuti lomba matematika mewakili sekolah di tingkat daerah" jelas Karina mengenang masalalu.
Serena memeluk Karina "Gue tahu lo nggak mau menambah beban pikiran Alfa tapi Rin akan lebih menyakitkan bagi Alfa jika dia mencoba menembak apa yang terjadi sebenarnya. Gue yakin dia pasti salah paham" jelas Serena. "Rin badan lo panas, lo sakit ya Rin?" tanya Serena.
"Lo yakin ggak mau ketemu Alfa?" tanya Serena.
Karina menganggukkan kepalanya "Sepertinya gue harus membiasakan diri untuk tidak tergantung dengan siapapun!" ucap Karina.
"Saran gue Rin, ketemu Alfa dan jelaskan!" ucap Serena.
__ADS_1
"Nggak Ren, Alfa harusnya tidak seperti ini dia tahu siapa gue, tapi dia berubah. Dia marah karena melihat tanda ini sama saja artinya dia menggagap gue telah melakukan kesalahan. Dia tidak mencintai gue Ren dan pondasi hubungan kita nggak kuat. Gue nggak tahu Ren gue bingung. Gue berencana ingin pindah dari kota ini dan memulai hidup gue yang baru. Gue nggak mau nyusahin Papa dan Kak Sakti apalagi membuat Mama kesal karena melihat gue. Mereka sudah membesarkan gue dan memberikan pendidikan yang terbaik buat gue Ren. Mama benar, gue adalah anak yang tidak tahu diuntung, harusnya gue balas budi Ren. Tapi tetap saja tidak ada laki-laki yang gue cinta kecuali Alfa" ucap Karina.
"Jangan Rin, lo tenang dulu dan gue yakin lo bisa melewati ini semua Rin!" ucap Serena.
"Doni nggak akan nyerah sama gue Ren, gue hiks...hiks.. gue memilih pergi dan itu yang terbaik untuk saat ini. Gue bisa bebas dari Doni dan kesialan yang didapatkan keluarga gue karena gue mungkin akan berakhir. Gue nggak mau nyusahin siapapun Ren!" ucap Karina membuat Serena menggelengkan kepalanya sambil menangis.
"Gue nggak akan ngebiarin lo menghadapi ini semua sendirian Rin, lo ada gue dan lo harus ingat itu hiks...hiks...!" ucap Serena terisak.
"Maaf Ren... gue nggak bermaksud membuat lo nangis kayak gini!" ucap Karina merasa bersalah melihat Serena menangis.
"Lo harus janji sama gue jangan pernah berpikir untuk pergi Rin!" pinta Serena.
Lo akan punya kehidupan sendiri Ren, gue nggak mau membuat lo susah karena memikirkan gue... pergi adalah jalan yang saat ini paling tepat gue ambil Ren... maafkan gue Ren...
tbc...
__ADS_1