Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Takut


__ADS_3

Acara semakin meriah ketika teman-teman SMA Alfa dan Karina hadir di respesi ini. Alfa memperhatikan gerak gerik para sahabatnya yang ia curigai sebagai musuh dalam selimut selama ini. Melihat suaminya yang saat ini sedang sibuk menatap para sahabatnya dengan tatapan serius membuat Karina penasaran.


"Bang kok ngeliatin mereka begitu?" tanya Karina penasaran.


"Kangen aja main sama mereka kayak dulu" ucap Alfa sengaja tidak memberitahukan Karina rasa curiganya selama ini.


Setelah tadi Alfa dan Karina memakai kebaya tradisional yang dipenuhi payet dan Alfa memakai seragam kebesarannya, keduanya pun mengganti pakaiannnya dengan gaun dan jas. Gaun putih yang akan dipakai Karina adalah rancangan perancang terkenal Sesilia gaun itu sangat indah.


Karina dibantu penata rias memakai gaun cantik itu. Karina terlihat seperti ratu yang sangat cantik, apalagi ada sebuah mahkota kecil melekat diatas kepalanya. Setelah selesai mengganti pakaiannya dan bermakeup, Karina mendekati Alfa namun tiba-tiba seseorang memakai jaket hitam mendekati Karina dan menyiramkan cairan amis bewarna merah membuat Karina sangat terkejut. Namun pelaku itu dengan cepat segera berlari meninggalkan Karina yang terdiam dan teruduk lemas. Dua orang penata rias itu berteriak melihat kejadian itu membuat Alfa membalikan tubuhnya dan terkejut melihat keadaan Karina yang wajah beserta tubuhnya dipenuhi darah.


Alfa mendekati Karina yang terlihat begitu terkejut dan juga terlihat begitu ketakutan. Karina tahu jika yang disiram ke tubuhnya adalah darah karena bau amis darah telah sering ia lihat dan cium di Rumah sakit tempatnya bekerja.

__ADS_1


"Katakan kepada Mc acara kalau pengantin laki-laki dan perempuan memilih untuk segera pergi beristirahat dan jangan katakan kepada siapapun tentang kejadian ini!" ucap Alfa. Ia tidak ingin resepsi pernikahaannya akan menjadi biang gosip yang tidak-tidak karena masalah ini. Alfa tidak mau Karina kembali terluka karena masalah ini.


"Baik Pak" ucap salah satu dari mereka dan keduanya segera melangkahkan kakinya mencari pembawa acara resepsi ini.


"Jangan takut ada Abang!" ucap Alfa segera menghapus wajah Karina yang dipenuhi darah dengan sapu tangan miliknya.


Alfa membawa Karina masuk kedalam ruang ganti dan ia melucuti gaun yang dipakai Karina dan menggantinya dengan kemeja miliknya dan juga sebuah kain yang Alfa ikat dipinggang Karina untuk menutupi kaki jenjang Karina. "Kita ke kamar!" ucap Alfa. Karina hanya menganggukkan kepalanya dan menahan rasa sedihnya. Ia tidak ingin menangis sekarang karena akan memperburuk suasana.


Alfa menuntun Karina melangkahkan Kakinya menuju kamar mereka dan ia juga masih waspada agar tidak ada lagi kejadian buruk yang menimpa istrinya. Mereka sampai didepan kamar dan keduanya segera masuk kedalam kamar.


Sementara itu Alfa menghubungi Tama dan mengatakan kepada Tama tentang kejadian ini. Ia meminta Tama untuk memeriksa cctv aula dan juga koridor tempat kejadian tadi untuk mencari pelaku. Setelah itu Alfa segera masuk kekamar mandi mencari Karina. Ia segera mendekati Karina yang terduduk memeluk kedua lutunya sambil terisak. Karina menyembunyikan wajahnya dilututnya.

__ADS_1


"Hiks... hiks... hiks... " tangisan Karina pasti tidak akan terdengar karena suara gemercik air shower yang sengaja Karina hidupkan.


Alfa mendekati Karina dan ia segera memeluk Karina dengan erat. "Karina dengerin Abang!" pinta Alfa. "Abang pasti akan menemukan pelakunya!" ucap Alfa.


"Abang hiks...hiks... kenapa orang itu tega melakukan ini di acara yang sangat penting untuk kita Bang? apa salah Karina Bang?" tanya Karina membuat Alfa mengelus kepala Karina dengan lembut.


"Kamu tidak salah apapun sayang!" ucap Alfa.


"Hiks... hiks... Karina takut Abang, Karina takut" tangis Karina kembali pecah membuat Alfa mengepalkan tangannya.


"Tunggulah sayang Abang janji akan menemukan orang itu. Siapapun yang menyakiti kamu, maka dia harus bertanggung jawab untuk itu!" ucap Alfa.

__ADS_1


Karina tergugu dan ia mengeratkan pelukannya. Alfa menggendong Karina dan membawa Karina ke bawah air shower. Tanpa perlu meminta izin kepada Karina, ia membuka pakaian Karina satu persatu hingga tak ada sehelai benangpun ditubuh istrinya itu. Ia membersihkan tubuh Karina dari bau amis darah dengan lembut. Karin memeluk leher Alfa sambil terisak. Hari ini seharunya menjadi hari bahagia untuk istrinya tapi juga menjadi hari yang membuat istrinya itu ketakutan.


tbc...


__ADS_2