
Saat ini Alfa, Guna dan Sakti sedang membicarakan tentang masalah yang dihadapi Sakti. Sakti butuh dana segar untuk membangkitkan perusahaan yang telah dibangun orang tuanya. Ia bahkan telah berupaya meminjam uang dari rekan bisnis ayahnya dan saratnya adalah ia harus menikahi putrinya.
"Jadi itu syaratnya Sak?" tanya Guna.
"Iya, tadinya agak ragu menerima permintaan Om Herman Herlambang tapi setelah tahu putrinya itu dia, aku jadi tertarik dan menyetujuinya" jelas Sakti.
"Ini pasti orangnya cantik ya Sak?" tanya Alfa melihat Sakti yang biasanya tidak terlalu antusias membicarakan seorang perempuan dan kali ini Sakti terlihat tertarik pada sosok perempuan anak Pak Herman yang ia ceritakan.
"Cantik" ucap Sakti.
"Tapi setahuku Pak Herman Herlambang hanya punya anak laki-laki" ucap Guna mengingat sosok laki-laki yang selalu mewakili Pak Herman Herlambang saat bekerjasama dengan salah satu perusahaannya yang ada di Bandung.
"Dia perempuan tapi memang seperti laki-laki gaya berpakaiannya" jelas Sakti.
"Pantas saja kulitnya begitu putih saya kira dia gay" ucapan Guna membuat Sakti tersedak.
__ADS_1
"Uhuk..." Alfa segera menepuk punggung Sakti sambil tertawa.
"Hahaha... " tawa Alfa "Kakak ipar saya ternyata menyukai perempuan tomboy pantas saja perempuan cantik yang seksi tidak bisa menggodanya" ucap Alfa disela-sela tawanya.
Sakti memengang tengkunya dengan wajah memerah karena malu "Setiap orang memiliki tipe wanita yang berbeda-beda" ucap Sakti. "Udah nggak usah dibahas calon istriku. sekarang aku sudah mendapatkan suntikan dana tapi aku buta bisnis makanya aku bingung bagaimana bisa mempelajari bisnis dengan cepat hingga aku bisa menyelamatkan perusahaan" ucap Sakti.
"Anak Pak Herman bisa diandalkan Sak, dia cukup hebat dalam menangani bisnis Papamu" ucap Guna.
"Aku tidak ingin terlihat lemah dengan meminta bantuannya. Aku ingin menujukkan jika aku pasti bisa berhasil menyelamatkan persahaan dan bisa segera mengembalikan dana yang dipinjamkan Om Herman!" ucap Sakti.
"Aku setuju, kapan kau akan mulai mengajarkan aku bagaimana menjalankan perusahaan?" tanya Sakti.
"Secepatnya, saya akan mengunjungi perusahaanmu dan mengatakan untuk sementara perusahaanmu akan saya tangani hingga investor tidak akan menarik saham mereka dan kita tingga merubah sistem dan tatanan karyawan. Saya akan membantumu tenang saja!" ucap Guna membuat Sakti tersenyum.
Alfa menghembuskan napasnya dan ia harus menyampaikan rencananya ini kepada Sakti.
__ADS_1
"Reuni SMA akan dilaksanakan dan dikesempatan itu saya akan mencari bukti keterlibatan orang yang saya curigai yang ingin menghancurkan hubungan saya dengan Karina" ucap Alfa.
"Apa kau yakin pelakunya adalah teman SMA kalian?" tanya Sakti.
"Yakin karena Karina hanya memberikan nomor pribadi yang baru saja ia ganti kepada Serena dan teman SMA kami. Dari hasil pengamatan saya pelakunya adalah... " Alfa menghembuskan napas kasarnya karena ia tidak menyangka jika salah satu sahabatnya kemukinan adalah tersangkanya.
"Sahabat saya dan Karina" ucap Alfa membuat Sakti terkejut.
"Itu tidak mungkin Al, setahuku Karina. sangat akrab dengan mereka dan tidak ada yang mencurigakan!" ucap Sakti yakin.
"Semua kemungkinan bisa terjadi, apalagi pelakuknya adalah seorang psikofat gila" ucap Alfa geram.
"Jika kalian membutuhkan bantuan, saya siap membantu!" ucap Guna.
"Tentu saja kita sekarang adalah keluarga dan harus saling membantu!" ucap Alfa membuat Guna dan Sakti menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Alfa.
__ADS_1
Alfa telah berjanji pada dirinya sendiri jika ia harus bisa segera menangkap pelaku. Ia tidak ingin istrinya terluka, karena ia yakin cepat atau lamat pelaku pengancaman ini akan benar-benar menyakiti Karina. Alfa masih merahasiakan pelakunya karena ia tidak ingin istrinya khawatir dan hidup dalam ketakutan.