Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Tentang dia


__ADS_3

Karina saat ini sangat bingung karena mengingat ucapan sang Mama. Sejak tadi ia melamun di balkon kamarnya membuat Serena prihatin. Karina tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya apalagi Mamanya, tapi ia tidak bisa menyerah dengan hubungannya dengan Alfa saat ini. Ia mencintai Alfa, ia ingin keluarganya dan keluarga Alfa merestui hubunganya bersama Alfa.


"Rin, sejak tadi lo kayak nggak bersemangat gitu? lo masih kepikiran tentang Mama lo yang nggak setuju dengan hubungan lo sama Alfa? " tanya Serena.


"Iya Ren, gue nggak tahu kenapa dari dulu Mama kesal gitu sama Tante Ratna. Pada hal Tante Ratna itu baik banget lo Ren" ucap Karina.


Serena menghela napasnya "Rin kali ini menurut gue lo harus bisa mengambil sikap Rin. Lo harus berusaha menyakinkan tante Herlina jika hanya Alfa yang lo inginkan menjadi suami lo!" ucap Serena.


"Iya, kali ini gue harus bisa menyakinkan Mama Ren, gue cinta sama Alfa dan gue ingin jadi istrinya Alfa!" jelas Karina sendu. Keinginan terbesarnya saat ini yaitu ingin menjadi pendamping Alfa karena sejak dulu hanya Alfa yang selalu ada dihatinya.

__ADS_1


"Gue yakin kalau kalian berdua bisa melalui semua rintangan agar bisa bersama!" jelas Serena mencoba memberi semangat kepada Karina.


"Lo gimana Ren? lo sebenarnya suka kan sama Tama?" tanya Karina penasaran dengan hubungan Serena dan Tama. Mendengar pertanyaan Karina tentang hubunganya bersama Tama, membuat Serena menghela napasnya.


"Kalau dari segi fisik dan pekerjaan Tama, gue nggak munafik jika kedua kriteria laki-laki idaman gue itu, sesuai banget sama sosok Tama, tapi sikap Tama masih belum gue mengerti Rin!" jelas Serena. Kedua orang tua Serena sangat membanggakan Tama, karena Tama bukan hanya seorang polisi yang hebat tapi Tama memiliki pengetahuan agama yang membuat kedua orang tua Serena kagum.


"Tama bilang apa tentang pertunangan kalian?" tanya Karina.


"Dia tidak menolak lo Ren, berati dia udah punya rasa kok sama lo. Mungkin lo dan dia dalam tahap perkenalan dan berusaha saling memahami" jelas Karina membuat Serena menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Karina.

__ADS_1


"Ya, gue dan Tama mencoba untuk memperbaiki diri dan saling menerima. Tama tidak ingin menyakiti hati kedua orang tuanya, begitu juga dengan gue Rin. Gue sayang Mama dan Papa. Lagian Papa percaya kalau Tama yang terbaik buat gue dan gue harus yakin jika dia itu pilihan terbaik. Selama ini gue belum pernah mencoba menerima pilihan Papa dan Mama. memilih sendiri malah gue disakiti. Lucu ya Rin, lo mengikuti keinginan Mama lo jadi kayak gini. Giliran pilihan sendiri juga ada masalah. Yang jelas semuanya harus dihadapi Ri, semoga Alfa pilihat terbaik Rin!" ucap Serena.


"Tama tadi hubungin lo Ren?" tanya Karina


"Nggak, dia bilang dia nggak suka telepn lama-lama Rin, dia bakalan jarang telepon gue katanya kalau nggak penting nggak usah telepon. dia nggak seromantis Alfa" jelas Serena.


"Setiap orang punya karater Ren nggak bisa disama-samakan. Ada kekurangan dan kelebihannya. Dulu gue selalu berusaha menerima Doni tapi lama kelamaan sifat Doni semakin membuat gue berpikir jika kita tidak bisa bersama. Kalau Tama sepertinya dia adalah orang yang bijaksana Ren, Alfa bilang Tama itu orangnya sangat baik dan sangat mengjormati wanuta Ren. Dia nggak suka ke club Ren sama kayak Alfa. Mereka mendatangi dunia malam jika harus menjalankan tugas mereka Ren" jelas Karina.


"Cie yang sering teleponan bikin gue iri aja!" goda Serena membuat Karina tersenyun malu.

__ADS_1


tbc....


__ADS_2