Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Kamu punya saya


__ADS_3

Alfa mendekati Karina dan duduk disamping Karina. Ia menatap wajah cantik itu yang terlihat begitu menyedihkan. Alfa menahan dirinya untuk tidak segera memeluk Karina. kedanti ia sangat ingin memeluk Karina saat ini. Alfa tidak bisa membayangkan bagaumana tadi jika ia terlambat dan tidak menemukan Karina.


"Mau kemana?" tanya Alfa membuat Karina terkejut mendengar suara laki-laki yang sangat ia cintai.


Karina mengangkat wajahnya dan menatap Alfa dengan sendu, lalu ia menujukkan senyumannya yang Alfa tahu itu senyuman penuh luka. "Aku mau pergi Al" lirih Karina.


"Kenapa?" tanya Afa. Ia memegang tangan Karina namun Karina segera menariknya.


"Itu pilihan terbaik" ucap Karina pelan membuat Alfa kesal.


"Nggak itu bukan pilihan!" ucap Alfa dingin.


"Aku nggak mau nyusahin kamu, Kak Sakti, Papa, Mama dan Serena" ucap Karina sambil kembali menundukkan kepalanya menahan diri agar tidak menangis. Ia menghindari tatapan Alfa padanya, karena ketika mata itu bertemu dentan matanya, ia tidak akan bisa menahan air matanya untuk tidak terjatuh.


"Maafkan saya ya!" pinta Alfa sendu.


"Kamu nggak salah Al, aku yang salah" ucap Karina membuat Alfa menghembuskan napasnya.


Alfa mengangkat wajah Karina dan mencoba meyakinkan Karina. "Saya salah karena membuat kamu seperti ini dan membuat kamu sedih. Saya yang salah Rin jadi maafkan saya ya!" ucap Alfa. Ia bingung bagaimana caranya membujuk Karina.

__ADS_1


"Nggak Al, sepertinya itu keputusan yang paling baik Al. Hubungan kita tidak direstui baik dari Mamaku dan juga Mamamu. Aku tidak ingin kamu menentang keinginan Mamamu!" ucap Karina.


"Dari mana kau tahu Mamaku tidak menyukaimu Karina? kau belum bertemu beliau!" ucap Alfa dingin.


"Sejak dulu Mamamu dan Mamaku bertentangan dan aku yakin Mamamu pasti tidak akan menyukaiku. Aku butuh ketenangan, aku tidak punya siapa-siapa lagi dan aku tidak ingin menyusahkan kalian lagi!" ucap Karina dengan raut wajah terluka.


"Karina, dengarkan saya. Kamu penting bagi saya Karina, saya tidak akan membiarkan kamu pergi meski saya harus memaksa kamu! kamu punya saya Karina!" ucap Alfa.


Karina menatap wajah Alfa dengan sendu dan matanya bertemu dengan mata Alfa yang selalu membuatnya tenang. Air matanya menetes dengan deras dan diiringi isak tangis membuat Alfa segera memeluk Karina dengan erat.


"Maafkan saya Karina!" ucap Alfa. Karina mengangkat tangannya dan kemudian memeluk Alfa dengan erat.


Tiba-tiba Alfa merasa tubuh Karina yang memeluknya dengan erat terlepas. Alfa menggerakan tubuh Karina. Ia terkejut saat ia menjauhkan tubuhnya dan menatap wajah Karina yang ternyata telah terpejam.


"Karina!" panggil Alfa.


Alfa segera menggendong Karina dan memanggil seorang petugas keamanan stasiun agar Mendekatinya "Pak..." panggil Alfa membuat petugas itu mendekat.


"Titip koper ini ya Pak nanti saya ambil!" ucap Alfa.

__ADS_1


"Saya antar aja Bapak keluar!" ucap petugas itu.


"Terimakasih Pak" ucap Alfa. Petugas itu tersenyum dan membantu Alfa membawa barang-barang Karina menuju mobilnya.


Alfa memasukkan tubuh Karina kedalam mobil dan juga barang-barang Karina. "Terimakasih Pak" ucap Alfa berterimakasih kepada petugas yang telah membantunya membawakan koper dan tas Karina.


"Sama-sama Pak" ucapnya.


"Saya permisi Pak!" ucap Alfa. Alfa masuk kedalam mobil dan menatap Karina yang sangat pucat dengan panik.


"Al jangan tinggalkan aku!" lirih Karina.


"Saya tidak akan meninggalkan kamu Karina!" ucap Alfa dan ia segera menghidupkan mesin mobilnya.


Alfa melajukan mobilnya dan mencari rumah sakit terdekat. Untung saja terdapat rumah sakit yang tidak begitu jauh dari stasiun. Setelah sampai dirumah sakit, Alfa membawa Karina ke UGD untuk segera ditangani. Karina segera diperiksa dan beberapa dokter ternyata mengenal Karina. Dokter itu menjelaskan kondisi Karina yang tidak makan hingga membuat tubuhnya lemah dan juga magh kronis yang membuat perut Karina sakit.


tbc...


vote, like dan komentarnya! terimakasih

__ADS_1


__ADS_2