Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Tak ingin kecewa


__ADS_3

Karina menatap perut Serena yang sudah membunci sambil tersenyum. Iri tentu saja ada sedikit iri tapi ia juga turut bahagia melihat kebahagiaan Serena. Ia berdoa agar ia bisa segera memberikan Alfa keturunan. Saat ini Karina telah mendapatkan pekerjaan bersama Serena di Rumah Sakti swasta. Keduanya selalu makan siang bersama, jika suami mereka tidak mengajak mereka makan siang bersama.


"Rin bawa bekal?" tanya Serena.


"Nggak Ren, lagi malas masak bau bawang akhir-akhir ini bikin mual," ucap Karina membuat Serena menyipitkan matanya.


"Rin nggak mau periksa dulu, siapa tahu kamu hamil!" ucap Serena.


"Masa sih?" tanya Karina. Ia tidak ingin kecewa ketika hasil pemeriksaannya keluar ia ternyata tidak hamil.


"Badan kamu juga gendutan kok Rin, lagian biasanya malas masak, bau bawang yang bikin kamu mual bisa jadi tanda-tanda kehamilan," ucap Serena.


"Nanti aku periksa Ren, Ren kapan kamu masakin aku sambal cumi lagi. Kan udah lama kamu nggak masak itu Ren!" ucap Karina.

__ADS_1


"Aku juga lagi malas masak hehehe..." kekeh Serena karena semenjak hamil ia sangat manja kepada Tama. Apalagi saat keduanya telah mengakui perasaan mereka masing-masing. Semua sikap Tama seakan berubah, ia tidak ragu bermanja-manja bahkan meminta Tama untuk memasakkan makanan kesukaannya. Tama juga tidak menolak dan semakin perhatian padanya membuat hati Serena berbunga-bunga.


Karina dan Serena memesan soto, nasi tak lupa keduanya juga memesan jus apel yang menjadi minuman kesukaan keduanya. "Rin, kalau makan soto begini kamu nggak ngerasa mual atau apa gitu?" tanya Serena.


"Nggak Ren, kalau bau menyengat dan ketika aku berada didapur saja aku merasa mual, mungkin hidungku sedikit sensitif jadi bikin mual gitu" ucap Karina.


Sebenarnya Karina menyadari perubahan ditubuhnya dan juga kebiasaan anehnya, namun ia tidak ingin terlalu bersemangat Ia tidak mau kecewa lagi karena hasilnya tidak sesuai harapannya.


"Ibu aku mau bungkus gado-gadonya satu tapi kuahnya dipisah ya!" ucap Karina.


"Untuk suamiku Ren, dia suka makan gado-gado dan kalau ngeliati Abang makan aku kayak kenyang gitu!" jelas Karina.


"Aku juga Bu, mau bungkus sotonya tiga pisah juga ya Bu sama Kuahnya!" Pinta Serena.

__ADS_1


"Kok banyak benget pesan sotonya?" tanya Karina membuat Serena terkekeh


"Hehehe Kak Tama kalau makan mana bisa satu porsi. Dulu aja waktu pdkt makannya sedikit tapi setelah menikah jadi baru tahu kalau dia itu kalau makan banyak banget," ucap Serena tersenyum mengingat kebiasaa -kebiasaan Tama yang baru ia ketahui setelah menikah.


"Aduh yang lagi jatuh cinta kayaknya setiap ngomongin suaminya bahagia banget nggak kayak dulu kesal terus sama suami," ucap Karina.


"Hahaha... masa lalu Ren, sekarang udah cinta banget. Sehari nggak ketemu aja atau nggak peluk dia rasanya sedih dan kesal banget," ucap Serena.


"Iya, cinta memang aneh datang tanpa diundang ya Ren," ucap Karina tersenyum mengingat sosok suaminya yang penyayang.


"Iya kalau ingat pertemuanku bersama Kak Tama hahaha... lucu banget. Kak Tama sahabatnya Kak Alfa. Kamu sahabatnya aku Rin. Awalnya aku terkejut banget lihat wajahnya Kak Tama mana ganteng dingin mirip Oppa korea. Tapi sebagai perempuan aku punya harga diri Rin, Aku nggak mau kelihatan naksir gitu sama Kak Tama. Aku punya harga diri setinggi langit, pengennya dikejar dan bukan mengejar. Ehhh... nggak tahunya ternyata Kak Tama itu calon suamiku," ucap Serena tersenyum sambil. mengelus perutnya.


Karina merasakan perutnya bergejolak membuatnya segera berdiri dan melangkahkan kakinya menuju toilet. Serena mengikuti Karina dari belakang dan ia melihat Karina memutahkan semua isi perutnya. Serena tersenyum dan sekarang ia bertambah yakin jika sahabatnya ini sedang mengandung.

__ADS_1


"Kamu tahu kan Rin, kamu kemungkinan besar sedang hamil," ucap Serena.


"Iya Ren, ayo periksa saja Rin. Kalau gagal lagi jangan kecewa usaha aja terus hehehe," kekeh Serena.


__ADS_2