
Setelah pulang kekediaman orang tua Alfa, Karina membantu Mama mertuanya memasak. Ia mulai mempelajari beberapa masakan kesukaan Alfa. Apalagi Karina baru mengetahui jika suaminya itu ternyata tidak memilih makanan. Tapi lebih menyukai hidangan ikan dari pada Ayam.
"Ma ini pindang ikannya dikasih nanas ya Ma?" Karina pernah makan pindang yang warnanya bening Ma, nggak merah kaya gini. Ini pasrti pedes ya Ma?" Tanya Karina yang banyak bertanya tentang masakan berkuah yang rasanya enak itu.
"Ini pedes Rin warnahnya merah karena cabe merah yang digiling. Kalau yang bening masaknya biar enak asamnya itu asam belimbing wulu dan bahanya itu dipotong-potong aja Rin!" jelas Ratna.
"Iya Ma nanti Karina mau masak pindang bening, Mama cicipin ya Ma!" pinta Karina.
"Tentu saja sayang" ucap Ratna tersenyum senang melihat menantunya yang sangat pintar, lembut dan juga baik.
Setelah selesai memasak, saat ini mereka makan bersama, kebetulan Adinda sedang menginap dirumah Farhan Candrama kakek mertua Ayunda. Alfa, Ratna, Bagas dan Karina makan malam bersama sambil membicarakan tentang pekerjaan Alfa dan Bagas. Setelah mereka selesai makan Alfa dan Karina memilih duduk di taman belakang.
Alfa tersenyum saat Karina membawakannya segelas jus. Sebenarnya yang ia inginkan itu kopi tapi Karina melarang Alfa meminum kopi terlalu banyak, apalagi kopi instan. Mempunyai istri seorang dokter membuat Alfa harus bersiap menerima protes dari Karina jika Alfa memakan makanan yang tidak baik untuk kesehatan. Karena mulai saat ini gizi Alfa jika berada di Rumah akan diatur istrinya ini.
Karina duduk disamping Alfa membuat Alfa segera menatap wajah cantik istrinya itu dengan tatapan sayang "Bang" panggil Karina.
"Ada apa Rin?" tanya Alfa.
"Karina tadi dikirim dari pihak manajemen Rumah sakit untuk menghadiri seminar bersama Ira, Bang. Ira pacarnya Doni Bang" ucap Karina.
"Perempuan yang menjadi selingkuhan Doni saat kalian masih bertunangan?" tanya Alfa.
__ADS_1
"Iya Bang" ucap Karina sambil menatap wajah Alfa yang saat terlihat tidak suka mendengar tentang Ira.
"Dia gangguin kamu?" tanya Alfa yang sekarang mulai mencari siapa yang terduga menjadi orang yang memerintahkan untuk mengancam dan mengganggu Karina selama ini.
"Nggak Bang hanya saja tadi kita sedikit adu mulut Bang" jelas Karina.
"Ceritakan, Abang ingin mendengarnya!" pinta Alfa.
Karina menceritakan tentang Ira yang membencinya karena Sakti. Kejadian masa lalu yang membuat Sakti memilih untuk menjemput Karina dibandingkan menepati janji untuk bertemu Ira hingga Ira diperkosa.
"Karin merasa bersalah Bang, karena secara tidak langsung Karin membuat Kak Sakti tidak datang untuk menemui Ira, Bang. Ira menganggap jika Kak Sakti datang, mungkin dia tidak akan mengalami peristiwa buruk itu" jelas Karina.
"Itu bukan salah kamu Rin!" ucap Alfa memegang tangan Karina.
Alfa kembali mendapatkan point dari penjelasan Karina tentang si pelaku pengancaman dan pelaku yang membayar orang untuk menyakiti istrinya. Orang itu pasti mengenal Karina dan juga dekat dengan Karina. Karina pasti memberikan nomor ponsel barunya kepada orang terdekatnya.
"Sekarang kamu ganti lagi nomor ponsel kamu dan catat kepada siapa saja kamu memberitahu nomor ponselmu yang baru Rin!" pinta Alfa.
"Untuk Apa Bang? Hmmm... Abang mau mencari pelakunya?" tanya Karina menduga permintaan Alfa, pasti ada kaitannya dengan keinginan Alfa untuk mencari si pelaku.
Alfa sepertinya tidak bisa lagi menahan kemarahannya kepada si pelaku. Apalagi tadi si pelaku ini meminta orang untuk melukai istrinya.
__ADS_1
"Karina kamu dengerin Abang, mulai sekarang kamu harus berhati-hati kepada siapapun dan jaga jarak jika melihat orang yang mencurigakan yang ingin mendekatimu!" pinta Alfa.
"Apa Doni akan menggangu Karina lagi Bang?" tanya Karina.
Alfa menghembuskan napasnya "Pelaku itu bukan hanya Doni Rin, Abang sedang mencari tahu siapa dia Rin. Sekarang yang dia ancam bukan hanya kamu tapi Abang juga Rin!" ucap Alfa membuat Karina bingung lalu terlihat ketakutan.
"Tenanglah, Abang akan segera menemukanya dan menghukumnya Rin!" ucap Alfa.
Alfa memeluk Karina dengan erat "Abang tidak akan membiarkan kamu terluka Karina! percayalah!" pinta Alfa membuat Karina menganggukkan kepalanya.
"Karina takut dia menyakiti Abang!" ucap Karina membuat Alfa tersenyum karena ia mengira Karina sudah mulai sedikit perhatian padanya dan ia berharap Karina akan segera mencintainya.
"Kita tidur yuk? Abang janji nggak akan minta lebih sampai dapat surat nikah secara hukum!" ucap Alfa membuat Karina tersenyum malu. "Hanya tidur sambil meluk kamu Rin! " ucap Alfa.
"Iya Bang" ucap Karina tersenyum dan ia menyambut uluran tangan suaminya yang mengajaknya segera menuju kamar suamimya yang saat ini juga telah menjadi kamarnya.
Alfa melangkahkan kakinya bersama Karina sambil berpegangan tangan menuju lantai dua. Bagas dan Ratna tersenyum melihat keduanya. Alfa membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan Karina masuk, membuat Karina terlihat masih saja malu dengan perlakuan suaminya yang baginya cukup romantis itu.
Karina mengganti pakaiannya dikamar mandi sedangkan Alfa yang telah memakai pakaian santai membaringkan tubuhnya diranjang sambil menatap langit-langit kamarnya. Ia menolehkan kepalanya saat melihat Karina yang telah memakai baju piyama mendekatinya dan tidur disampingnya. Alfa menarik Karina kedalam pelukannya membuat Karina juga memeluk Alfa. Keduanya memejamkan matanya sambil tersenyum senang.
Abang, Karin sayang dan cinta banget sama Abang... terimakasih Bang sudah bersedia menjadi suami Karin. Abang adalah laki-laki yang sejak dulu Karin impikan untuk menjadi imamnya Karin.
__ADS_1
tbc...