
Karina sampai di sebuah restauran yang akan menjadi tempat spesial baginya dan Alfa. Dari luar dan juga didalam tak tampak tanda-tanda akan diadakan acara akad nikah. Namun ketika mereka masuk dan menaiki tangga tampak beberapa kelopak bunga yang bertebaran di tangga menuju tempat dimana Alfa sedang menunggunya. Serena membuka pintu dan ia melihat ruangan ini telah terdapat Alam, Bagas, Alfa dan beberapa orang lainnya yang saat ini tersenyum melihat kedatangan Karina.
Karina mendekati Papanya dan segera memeluk papanya itu dengan erat. Rasa haru pun terjadi. Bagas mencium dahi anak gadisnya itu dengan sayang. "Maaf Papa tidak bisa memberikan pesta mewah untukmu nak!" bisik Alam.
"Kehadiran Papa adalah kado yang paling indah bagi Karina, Pa" ucap Karina membuat mereka semua tersenyum.
"Kita langsung saja memulai acaranya!" ucap Pak penghulu.
Acara pun dimulai dan tak banyak yang disampaikan bapak penghulu karena beliau hanya menyampaikan nasehat-nasehat tentang pernikahan. Setelah itu Alam menyambut tangan Alfa dan akhirnya akad nikah pun terjadi. Dalam hitungan detik Alfa telah resmi menjadi suami Karina. Karina meneteskan air matanya saat ia mencium tangan Alfa. Alam terlihat sangat haru sama seperti Serena yang menangis sambil merekam video akad nikah ini.
Alfa mencium dahi Karina dan kemudian mengambil cincin dari tangan Tama. Ia memasukan cincin itu dijari manis Karina. "Maafkan Abang harus menikahimu dengan acara seperti ini Karina!" ucap Alfa.
"Tidak apa-apa Bang, Karina bahagia sudah jadi istri Abang" ucap Karina membuat mereka semua tersenyum.
"Bang Alfa juga bahagia Karin!" ucap Riskan menirukan gaya Alfa berbicara membuat mereka semua tertawa.
"Hahaha... Kak Riskan makanya cepatan cari jodoh!" ejek Serena.
__ADS_1
"Maunya adik bungsu Alfa ya Al. Eh... ada bapak mertua. Boleh ya Pak!" ucap Riskan membuat Bagas tersenyum.
"Dinda udah punya calon" ucap Bagas membuat wajah Riskan terlihat sendu.
"Yah... patah hati lagi nih" ucap Riskan membuat mereka semua kembali tertawa.
"Ayo semua kita makan bersama dulu!" ucap Bagas mempersilahkan mereka semua untuk makan siang bersama.
Alfa memegang tangan Karina sambil berbicara dengan Tama dan Riskan. Karina tersenyum bahagia karena saat ini ia bisa selalu bersama Alfa suaminya. Suami? Karina merasa ini semua bagaikan mimpi jika mengingat bagaimana dulu ia mencintai Alfa dalam diam. Masa dimana Karina hanya bisa menyebut Alfa sebagai sahabatnya dan buka laki-laki yang ia sukai.
Walau kamu belum mencintaiku Al, aku tidak masalah asalkan bisa bersamamu selamanya hingga maut memisahkan kita.
"Nggak ada malam pertama sebelum resmi secara hukum dan kantor" ucap Alfa.
"Yakin tahan?" goda Riskan membuat wajah Karina memerah karena malu.
"Khan lebih baik kamu nikah deh biar pikiranmu agak jernih sedikit!" ejek Tama.
__ADS_1
"Tuanku pangeran Tama bukanya Tuan Tama ini juga ngebet pengen nikah sama Serena biar bisa... " Ucapan Riskan terhenti saat Tama meniju lengan Riskan.
"Busyet Tam, pukulan kau kuat banget!" kesal Riskan.
"Ini nih Ren calon suamimu yang tampannya minta ampun kalau marah galak banget. Alfa aja kalah seremnya kalau lagi marah. Apalagi kalau udah pegang senjata...si Tama udah kayak koboy Ren dor.. dor... tembakan tepat sasaran" ucap Riskan membuat Serena tersenyum. "Nembak penjahat aja tepat sasaran apalagi nembak yang lain hehehe" kekeh Riskan membuat wajah Tama memerah karena malu.
"Al, lain kali nggak usah diajak dia Al!" ucap Tama.
"Kalau gue nggak diajak kalian berdua itu diam aja kayak patung pancoran. Gue itu orangnya lucu dan menggemaskan!" ucap Riskan.
"Dari mana lucunya?" ejek Serena.
"Hmm... ternyata Tama dan Serena beneran kompak ya ngejekin Kak Riskan yang ganteng ini" ucap Riskan membuat Serena memutar bola matanya jengah sedangkan Karina tertawa mendengar ucapan Riskan yang super pede.
"Tam, sudah dapat apa saya minta?" tanya Alfa.
"Sudah dan sekarang tinggal menunggu hasil gambarnya" ucap Tama.
__ADS_1
Karina hanya mendengar, tanpa tahu apa yang dibicarakan Alfa dan Tama. Alfa dan Tama saat ini sedang melacak pelaku yang memerintahkan para preman untuk mengancamnya waktu itu. Apalagi teror itu kembali datang membuat Alfa khawatir karena Karina dijadikan target oleh pelaku saat ini. Alfa berjanji akan melindungi istrinya dari orang-orang yang ingin menyakitinya.
tbc...