Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Nyonya Tama


__ADS_3

Hari ini Karina dan Alfa datang ke acara pernikahan Tama dan Serena. Saat ini pukul delapan lewat dan akad nikah akan dilaksanakan pukul setengah sembilan disebuah hotel Mewah. Acara ini didatangi oleh banyak para pejabat negara karena Serena merupakan anak dari seorang kapolda di sebuah provinsi. Karina tersenyum melihat Serena yang terlihat sangat cantik dengan kebaya yang ia pakai. Rambut Serena disanggul rapi dengan selendang berenda yang terdapat banyak payet untuk menutupi menutupi bentuk sanggulnya. Ada beberapa hiasan cantik diatas kepala Serena.


"Cantik banget Ren, jadi pangling lihat kamu dandan kayak gini" ucap Karina.


"Hehehe makasi Karin sayang, Rin kok wajah kamu pucat?" tanya Serena menatap wajah sahabatnya itu yang terlihat pucat


Karina mendekati cermin yang ada dikamar ini dan ia melihat wajahnya. Ia setuju dengan ucapan Serena jika wajahnya saat ini terlihat pucat. "Aku kayaknya memang kurang fit, Rin" ucap Karina. "Sebenarnya aku udah telat seminggu lebih, rencananya besok mau diperiksa sama Dokter Gio" ucap Karina.


"Semoga beneran ngisi ya Rin!" ucap Serena.


"Amin" ucap Karina bersamaan dengan tiga wanita cantik yang merupakan sepupu Serena.


Suara pembawa acara saat ini bergema di aula hotel ini yang telah disulap menjadi tempat resepsi pernikahan Serena sekaligus tempat akad nikah Serena dan Tama. Tama mengucapkan ijab kabulnya sambil menjabat tangan Idris Papanya Serena. Tama mengucapkan dengan lancar dan teriakan sah bergema membuat Serena yang mendengar suara dari ponselnya tanpa sadar meneteskan air matanya. Serena memang tidak disandingkan saat akad nikah berlangsung.


"Selamat Ren udah jadi Nyonya Tama sekarang!" ucap Karina. Serena memeluk Karina dengan erat.


"Makasi Re, nggak nyangka kalau temannya Alfa yang jadi suami aku Ren" ucap Serena haru.


"Jangam nangis nanti makeupnya luntur" goda Serena.

__ADS_1


"Aduh jeng makeup eke nggak bakal luntur bo" ucap seorang penata rias membuat semua yang ada dikamar ini tertawa.


Tanpa mereka duga ternyata, Tama datang langsung menjemput Serena kedalam kamar yang berada dilantai lima. Suara hebo para sepupu Serena membuat Serena malu. Apalagi Tama terlihat sangat tampan saat ini. Karina dan yang lainnya segera keluar meninggalkan Serena dan Tama yang saat ini berada didalam kamar.


Tama mengulurkan tangannya membuat Serena mengerutkan dahinya. "Cium tangan saya!" ucap Tama membuat Serena menyebikkan bibirnya karena laki-laki tampan yang ada dihadapannya saat ini tetap saja menyebalkan.


"Tunggu apalagi!" pinta Tama membuat Serena segera mencium tangan Tama.


Tama menyunggingkan senyumannya dan ia membantu Serena untuk berdiri dengan memegang kedua lengan Serena. Tama mendekati Serena dan mencium kening Serena dengan lembut. Ia kemuidan membisikan doa ke telinga Serena membuat hati Serena bergetar. Laki-laki ini adalah suaminya, imamnya yang akan memimpin keluarga kecilnya.


Pak penghulu datang bersama orang tua Serena dan Tama. Mamanya Tama menyubit pinggang Tama dengan kesal. "Ayo tanda tangani, surat nikah aja belum ditandatangi pengatin prianya udah kabur saja kemari!" kesal Mamanya Tama membuat Serena tersipu malu.


"Saya baru kali ini mengejar pengantin minta tanda tangan!" ucap Pak penghulu membuat orang tua Serena dan Tama tertawa terbahak-bahak.


Lift terbuka dan semuanya kembali berbaris rapi dan siap melaksanakan pesta pedang pora. Suara pembawa acara bergema mengiringi pesta podang pora ini. Serena dan Tama melewati rekan-rekannya yang telah berbaris. "Senyum" bisik Tama.


"Iya tahu nggak usah diperintah!" kesal Serena.


"Kalau kamu nggak senyum awas kamu!" ancam Tama membuat Serena kesal.

__ADS_1


"Dasar egois" ucap Serena membuat Tama menaikan sudut bibirnya.


Keduanya saat ini berada diatas panggung karena tahapan pesta pedang pora telah selesai. Tama terlihat gagah dengan seragamnya begitu juga dengan Serena yang terlihat sangat cantik saat ini.


Sementara itu Alfa memegang tangan Karina dengan erat dan meminta Karina duduk disampingnya. "Kamu terlihat kurang sehat Karina" bisik Alfa.


"Ya, kayaknya aku hamil Bang" ucap Karina membuat Alfa melototkan matanya karena terkejut dengan ucapan istrinya.


"Habis ini kita periksa ya Rin!" ucap Alfa.


"Ya... " senyum Karina membuat Alfa memeluk Karina dan ingin mencium Karina namun sebuah tangan mencubit lengan Alfa membuat Alfa terkejut.


"Dasar genit, ditempat pesta aja masih genn... " Raka menutup mulut Adinda dengan telapak tangannya. Adinda dan Raka datang kepesta ini karena diundang Serena dan Tama.


"Lanjutkan Al!" ucap Raka menarik tangan Adinda agar segera menjauh dari Alfa dan Karina.


Alfa tersenyum melihat keduanya. Adiknya Adinda ini memang terkadang membuatnya malu karena tingkahnya. Tapi ucapan Adinda memang benar karena hampir saja tadi ia ingin mencium Karina didepan umum dan itu pastinya akan membuatnya malu jika terlihat oleh rekan kerjanya yang lain.


"Kita makan, habis itu salaman. Nanti biar Abang yang bilang ke Tama kalau kita nggak bisa sampai sore!" ucap Alfa.

__ADS_1


"Iya Bang" ucap Karina.


tbc...


__ADS_2