Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Lela


__ADS_3

Besok Karina akan menikah dan saat ini Serena sedang membantu Karina untuk menyiapkan berkas pernikahannya yang akan dibawa Alfa untuk pengajuan nikah kantor. "Nggak nyangka ya Rin, gue yang tunangan duluan tapi lo yang nikah" bisik Serena.


Keduanya sedang duduk di kantin setelah selesai menyiapkan berkas diruangan Serena. Alfa memang meminta Serena untuk selalu menemani Karina karena ia tidak ingin Doni kembali melecehkan calon istrinya. Menurut pemeriksaan bukan Doni yang membayar para tersangka untuk menyerang Alfa. Saat diperiksa para tersangka penyerangan itu juga tidak tahu siapa yang membayar mereka karena orang yang membayar mereka juga tidak terlihat dan hanya memerintahkan mereka melalui telepon lalu memberikan sejumlah uang tunai di kotak sampah yang berada di Taman.


"Dokter Karina, Dokter dipanggil Dokter Lela ke ruangannya!" ucap salah seorang suster yang diperintahkan Dokter Lela untuk mengatakan kepada Karina jika Dokter Lela ingin Karina datang menemuinya.


Karina tersenyum dan menganggukkan kepalanya membuat Serena kesal. "Rin harusnya lo nolak untuk ketemu si nenek lampir itu!" kesal Serena.


"Gue nggak enak Ren, walau bagaimanapun juga beliau adalah dosen gue Ren. Dia dulu sangat sayang sama gue Ren" ucap Karina karena Lela memang dulu sangat menyayanginya.


"Gue ikut ya Rin, gue khawatir Rin!" ucap Serena.


"Nggak usah Ren, gue yakin gue nggak akan apa-apa!" ucap Karina.


"Oke tapi gue tetap nunggu lo didepan ruangan kerja Mak lampir Lela" ucap Serena membuat Karina tersenyum lembut.

__ADS_1


"Terserah lo Ren karena gue nggak bisa ngelarang lo Ren kalau lo maunya gitu. percuma aja gue bilang jangan" ucap Karina membuat Serena tersenyum.


"Ini baru sahabat gue, jangan buat gue was-was kata Alfa gue harus nemenin lo Rin" jujur Serena karena Alfa dan Tama telah menceritakan apa yang sedang mereka selidiki saat ini. Membiarkan Karina tanpa pengawasan akan membahayakan nyawa Karina.


"Ya udah ayo!" ajak Karina membuat Serena segera berdiri mengikuti Karina.


Karina melangkahkan kakinya dengan jantung yang berdetak kencang. Mau tidak mau ia harus menghadapi Lela. Lela memang sengaja ingin membuatnya kesal hingga akhirnya memilih untuk keluar dari rumah sakit ini. Sebenarnya Karina berat untuk meninggalkan rumah sakit ini karena disini ia banyak belajar dengan dokter-dokter senior yang hebat. Keduanya berhenti didepan ruangan Dokter Lela.


"Ren tunggu disini ya!" ucap Karina memperingatkan Serena karena Serena ingin ikut masuk kedalam ruangan Dokter Lela.


"Duduk disana ya Serena cantik!" pinta Karina membuat Serena akhirnya tersenyum pasrah.


"Ok Ren" ucap Serena.


Karina membalikan tubuhnya menghadap pintu dan mengetuk pintu ruangan Dokter Lela. "Masuk" ucap Lela.

__ADS_1


Karina menarik handel pintu dan kemudian segera masuk kedalam ruangan itu. Lela menatap kedatangan Karina dengan kesal membuat Karina menghela napasnya. "Assalamualikum Bu Dokter" ucap Karina sopan.


"Silahkan duduk!" ucap Lela.


Lela sibuk membaca berkasnya membuat Karina harus menunggu hingga sepuluh menit kemudian berlalu. Karina menghela napasnya dan memilih membuka pembicaraan. "Maaf Dokter kenapa Dokter memanggil saya kemari?" tanya Karina berusaha bersikap sopan.


"Apa kamu tidak sadar dengan kesalahanmu?" tanya Lela.


Karina menggelengkan kepalanya karena ia merasa ia tidak melakukan kesalahan apapun. "Apa yang dilakukan calon suamimu yang baru membuat saya semakin membenci kamu Karina!" ucapnya membuat Karina bingung.


"Saya tidak mengerti maksud anda Dokter" jujur Karina.


"Alfa menemui putra saya dan memukulnya dan saya akan melaporkan Alfa agar dia terkena tindak pidana dan akhirnya dipecat" ucap Lela membuat Karina terkejut.


Abang tidak mengatakan apapun kepadaku? aku tidak mau Abang sampai dipecat gara-gara aku.

__ADS_1


__ADS_2