
Pesta pernikahan Karina dan Alfa cukup mewah karena Alfa adalah seorang perwira, maka pada pesta ini tadi telah diadakan pesta pedang pora oleh rekan-rekannya Alfa. Acara sangat hikmat dan haru. Apalagi mengingat perjalanan cinta Alfa dan Karina tidaklah mudah.
Adinda adik bungsu Alfa terlihat sangat cantik dengan kebaya bewarna pink miliknya yang seragam dengan kebaya yang dipakai Ayunda dan keluarganya yang lain. Ayunda telah pulang dari rumah sakit dua hari yang lalu. Adik tengah Alfa ini baru saja melahirkan dan proses melahirkan Ayunda membuat semua orang khawatir karena Ayunda hampir saja kehilangan nyawanya dan harus melahirkan bayinya yang prematur. Bayi Ayunda diberi nama Ghavin dan saat ini Ghavin masih belum boleh diajak pulang. Ayunda duduk dikursi roda karena Guna suaminya tidak memperbolehkan Ayunda banyak bergerak. (baca: Ceo ku suamiku)
Ayunda dan Adinda melihat raut wajah sendu dari kakak iparnya karena pernikahannya ini tidak dihadiri oleh keluarga besar Karina kecuali Sakti Kakak Karina dan adik ibu kandung Karina. Karina sebenarnya sangat mengharapkan kedatangan keluarga besarnya yang lain. Alfa dan Sakti telah berhasil meminta Adik ibunya Karina agar datang ke resepsi ini mengantikan Herlina. Kiara dengan senang hati berada di pelaminan bersama Sakti mewakili orang tua Karina.
Acara sangat meriah namun tetap saja ada yang kurang bagi Karina. Ia tidak bisa membujuk Mamanya agar hadir dipesta ini. Dokter yang menangani Mamanya juga mengatakan jika lebih baik Mamanya tidak datang agar tidak memperburuk suasana hatinya jika mengingat suaminya.
__ADS_1
Air mata Karina menetes membuat Alfa segera menghapusnya dengan jemarinya. Adinda tersenyum dan bersorak saat melihat adegan mesra Alfa dan Karina agar suasana menjadi riang lalu membuat senyuk Karina terbit "Cie...cie Abangnya si Mbak perhatian banget" goda Adinda dan ia sengaja berteriak agar Karina mendengarnya.
Menerima perhatian Alfa yang begitu besar kepadanya membuat wajah Karina bersemu merah dan ia tersenyum. Tapi Alfa mengerti bagaimana perasaan istrinya saat ini "Abang tahu kamu sedih Karina, kalau mau nangis nggak apa-apa!" bisik Alfa membuat Ratna mendekati Karina dan mengelus punggung Karina lalu memeluk Karina. Tanpa diduga Karina menangis dipelukan Ratna membuat semua orang merasa haru. Ratna terlihat sangat menyayangi Karina.
"Hari ini hari yang bahagia untuk menantu Mama. Walaupun masih terasa kurang tanpa kehadiran orang tuamu nak. Kamu pantas bahagia dan mereka pasti bahagia nak percayalah!" ucap Ratna.
Ratna melepaskan pelukannya dan mereka kembali menyaksikan hiburan dari para tamu yang menyubangkan lagu termasuk orang tua Serena. Pak kapolda Pak Idris yang datang secara khusus menghadiri resepsi pernikahan sahabat putrinya.
__ADS_1
Acara dilanjutkan dengan rekan kerja Alfa yang menarikan tari komando bersama-sama. Alfa ditarik Tama yang saat ini juga memakai seragamnya dan mengajak Alfa bergabung bersama rekan-rekannya. Tari komando terlihat sangat kompak dengan langkah kaku yang terlihat rapi dan mengagumkan.
Karina tersenyum melihat suaminya yang tertawa bersama Rekan-rekannya. Sakti mendekati Karina dan menggandeng lengan Karina. Sakti sangat ingat bagiamana dulu tangan Karina begitu kecil dan ia selalu berusaha menjaga Karina saat itu. Alfa hanyalah salah satu laki-laki yang mencoba mendekati adik perempuannya dengan berkedok kata sahabat. Masih banyak laki-laki satu sekolah Karina yang dulu menyukai Karina tapi takut dengan Sakti yang menjadi bodyguard Karina.
Sakti tersemyum saat ingat bagaimana dulu ia mengacam Alfa agar mejauh dari Karina. Alfa juga pasti akan tersenyum atau bahkan tertawa mengingat perkelahian antara dirinya dan Sakti saat itu. Sakti menginginkan Alfa menjauh dari Karina, tapi Alfa menolaknya dan mengatakan suatu saat ia akan menggantikan Sakti menjaga Karina. Kata-kata Alfa saat remaja ternyata terbukti karena Sakti telah benar-benar menyerahkan adiknya kepada Alfa.
Alfa kembali keatas panggung dan ia segera mengulurkan tangannya meminta Karina melepaskan lengannya dari lengan Sakti dan itu membuat Sakti terkekeh. "Sudah merasa menang ya Al?" goda Sakti.
__ADS_1
"Iya karena apa yang saya katakan akhirnya terbukti Kakak ipar" ucap Alfa membuat keduanya pun tertawa terbahak-bahak dan Karina hanya bisa menatap keduanya dengan bingung.