
Alfa ditemani Bagas datang ke kekediaman orang tua Karina. Tujuan keduanya yaitu melamar Karian secara langsung kepada Alam seperti kesepakatan mereka sebelumnya. Alfa mengetuk pintu kediamana Alam dan sosok Herlina yang membuka pintu rumah. Herlina menatap Alfa dengan tatapan tidak suka.
"Assalamualikum Tante" ucap Alfa tersenyum ramah.
"Untuk apa kalian datang kesini?" ucap Herlina.
"Herlina biarkan mereka masuk!" ucap Alam membuat Herlina membuka pintu dengan lebar.
Alam mendekati Alfa dan Bagas dan mempersilahkan keduanya untuk masuk. "Masuk Pak Bagas dan nak Alfa!" ucap Alam tersenyum ramah.
Alfa dan Bagas segera masuk kedalam dan duduk di ruang tamu bersama Alam. "Maaf Pak Alam mengganggu Pak Alam sekeluarga" ucap Bagas.
__ADS_1
"Iya sangat mengganggu!" ucap Herlina sinis.
"Sakti!" teriak Alam. Terlihat sosok Sakti datang mendekati mereka. Sakti tersenyum melihat kehadiran Alfa dan Bagas. "Sakti, bawa Mamamu kedalam, dia hanya akan menjadi pengganggu!" ucap Alam
"Oke Pa!" ucap Sakti memegang tangan Mamanya.
"Pa, apa-apaan kamu?" ucap Herlina kesal namun Alam tidak menghiraukan ucapan Herlina dan dengan isyarat tangannya ia tetap meminta Sakti membawa Herlina kedalam.
"Pa, Mama tidak setuju Karina dengan dia!" teriak Herlina.
Sakti duduk disamping Alam "Maafkan istri saya Pak Bagas, saya gagal mendidik istri saya menjadi ibu yang baik. Walaupun Karina bukanlah anak kandungnya, seharusnya dia memberikan kasih sayang yang sama kepada Karina. Saya tidak mengerti dengan istri saya, dia yang membesarkan Karina tapi dia tega menyakiti hati Karina" jelas Alam "Maaf Pak Bagas saya jadi cerita masalah rumah tangga saya, hmmm... saya sudah tahu maksud kedatangan Pak Bagas dan nak Alfa" ucap Alam.
__ADS_1
"Iya Pak Alam saya dan putra saya bermaksud melamar Karina, untuk pernikahaanya sebenarnya masih harus mengurus nikah kantor dan membutuhkan waktu. Alfa anak saya ini sepertinya sudah tidak sabar ingin tinggal satu atap dengan putri bapak. Oleh karena itu jika diizinkan Alfa menikah siri aja dulu dan beberapa hari kemudian setelah urusan administrasi selesai kita akan mengadakan respesi pernikahan" jelas Bagas.
"Saya setuju Pak Bagas, Karina tinggal sendirian diluar membuat saya khawatir. Saya takut terjadi apa-apa sama Karina. Karina sudah bilang kepada saya jika dia ingin menikah dengan Alfa. Saya hanya ingin putri saya bahagia. Nak Alfa, saya mohon tolong bahagiakan putri saya nak. Dia jantung hati saya, satu-satunya putri saya nak. Hanya itu yang saya minta. Saya percayakan putri saya kepadamu nak Alfa!" ucap Alam.
"Iya Om saya mencintai putri Om sejak dulu dan Kak Sakti sudah tahu sejak dulu. Saya tidak pernah berpaling dan sampai saat ini saya hanya mencintai Karina. Tentu saja saya akan berusaha untuk membahagiakan Karina Om. Percayakan putri Om kepada saya!" ucap Alfa meyakinkan Alam.
Alam tersenyum bahagia "Terimakasih nak Alfa" ucap Alam "Hmm... kapan akad nikahnya akan dilaksankan? saya pasti akan datang nak Alfa, Pak Bagas. Sebenarnya saya sangat ingin menikahkan Karina dirumah ini, tapi saya tidak ingin istri saya berusaha menggagalkan pernikahan kalian nak Alfa. Saya sangat mengenal istri saya!" ucap Alam.
"Bagaimana kalau akad nikahnya kita langsungkan lusa pak Alam?" tanya Bagas.
"Pa Alfa maunya besok!" ucap Alfa membuat mereka semua tertawa.
__ADS_1
"Hahaha... nggak sabaran banget ya Al" tawa Sakti.
"Iya Sak, kamu tahu bagaimana saya mencintai adikmu sejak dulu" ucap Alfa membuat Sakti, Bagas dan Alam tersenyum mendengar ucapan Alfa.