Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Serena


__ADS_3

Alfa dan Tama mengantar Karina dan Serena kembali ke hotel. Setelah itu keduanya segera pamit pulang. Karina membaringkan tubuhnya diranjang sambil tersenyum senang. Alfa memang tidak mengatakan soal cinta padanya tapi Alfa menawarkan sebuah komitmen yang akan membuatnya bisa menghabiskan seumur hidupnya bersama Alfa.


kita sama-sama belajar...


Ekspresi senang yang ditunjukan Karina membuat Serena curiga jika ada sesuatu yang terjadi diantara Karina dan Alfa. Serena penasaran dan dia tidak tahan untuk menanyakannya kepada Karina.


"Kalau lagi senang itu harus dibagi juga lo Rin!" ucap Serena membuat Karina duduk dan menatap Serena yang saat ini duduk disampingnya.


"Alfa ngajak nikah Ren" ucap Karina membuat Serena tersenyum senang dan ia segera memeluk Karina.


"Yey selamat ya Rin!" ucap Serena yang begitu terkejut dengan berita yang disampaikan Karina. "Gue bilang juga apa dia pasti suka juga sama lo Rin! cie... cie... ada yang mau traktir nih!" goda Serena.

__ADS_1


"Nanti gue traktir pokoknya beres" ucap Karina. "Tapi Ren Alfa nggak bilang kalau dia cinta sama gue. Hmmm... jadi kayaknya dia kasihan gitu Ren sama gue dan mau ngelindungi gue dari Doni" ucap Karina.


Serena menghela napasnya "Cinta itu datang karena biasa jadi lo tinggal buat si Alfa jatuh cinta sama lo Rin. Jadi Rin yang harus kamu lakukan itu yaitu hanya membuat Alfa jatuh cinta sama lo. Alfa kan sudah memberikan jalan untuk lo memasuki hatinya dan lo harus memanfaatkan kesempatan ini!" ucap Serena.


"Iya sih walaupun Alfa belum mencintai gue, gue sangat senang karena dia ingin menjadikan gue istrinya Ren!" ucap Karina tersenyum bahagia.


Ketukan pintu membuat keduanya segera membukanya dan Karina tersenyum saat melihat sosok laki-laki parubaya yang menanyakan keberadaan Serena. "Ren ada yang cari" ucap Karina.


Serena segera berdiri dan melihat sosok berwibawa yang saat ini menatapnya dengan tatapan kesal. "Eh... Papa, Assalamualikum" ucap Serena.


"Tapi Pa, besok kita sudah mulai bekerja" ucap Serena.

__ADS_1


"Kamu dan temanmu bisa berangkat kerja dari rumah Dinas Papa" ucap Idris. "Kasihan Mamamu nak udah nyiapin masakan buat kalian!".


"Pa, malam ini aja ya kita nginap besok Seren dan Karin balik lagi ke hotel ini, kan sayang Pa kamar hotelnya. Kamar ini kan fasilitas dari Rumah sakit tempat kita bekerja Pa" jelas Serena. Ia tidak ingin Papanya selalu menagawasinya seperti dulu. Dulu saat masih SMA, Serena selalu dikawal dan dijemput saat jam sekolah sehingga ia tidak ada waktu sekedar untuk nongkrong di Mall bersama teman-temannya apalagi noton bioskop. Hidupnya sangat dia atur sang Mama hingga membuat Serena hanya memiliki sedikit teman.


"Gimana Rin? ikut gue pulang ya!" pinta Serena.


"Ikut aja ya nak Karin! sekalian Tante dan Om mau kenal sama teman Serena. Sejak kecil Serena harus ikut Om pindah ke berbagai daerah, jadi ia juga selalu pindah sekolah. Serena hanya memiliki sedikit Teman. Setiap Serena telepon Om dan Tante, Serena selalu menceritakan tentang nak Karin yang baik padanya" jelas Idris.


"Iya Om, Karin ikut Serena" ucap Karina membuat Idris tersenyum.


Serena adalah anak tunggal membuat Idris dan istrinya sangat overproktetif kepada Serena. Yanti istri Idris tidak bisa memiliki anak lagi setelah Serena lahir mereka kemudian mengadopsi seorang anak laki-laki yang mereka adopsi sejak bayi.

__ADS_1


"Ayo Ren Papa tunggu kalian beres-beres pokoknya kalian menginap di rumah Papa dua hari ya nak!" pinta Idris.


"Oke Pa, kalau gitu kita siap-siap dulu!" ucap Serena.


__ADS_2