Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Serena vs Ira


__ADS_3

Hari ini Serena dan Karina kembali bekerja di Rumah Sakit Dirgantara. keduanya juga telah melapor ke pihak hrd dan juga menemui Dokter senior mereka Dokter Keanu untuk melaporkan kegiatan mereka selama dua minggu di Semarang. Setelah itu Karina kembali bekerja menjadi dokter umum bersama Serena.


Pukul dua belas siang saatnya mereka makan siang di Kantin. Karina, Serena dan Sakti sedang duduk dikantin sambil menikmati makan siangnya. Ketiganya memang sering makan siang dikantin ini dari pada di restauran yang cukup jauh dari Rumah sakit. Alasannya agar jika terjadi keadaan darurat mereka bisa segera membantu untuk menangani pasien.


Karina memakan semangkok sotonyo sambil meniup-niupkan soto yang masih terasa panas. "Rin, Lo nggak pernah bosan apa makan soto di kantin ini?" ucap Serena.


"Nggak pernah bosan gue, habis soto Bu Karmi memang enak banget!" puji Karina.


"Karina itu begitu Ren, kalau udah suka dengan makanan yang dia suka dia nggak bakalan bosan sama halnya dengan Alfa kalau udah cinta sama Alfa sulit buat dia buat bosan sama Alfa" jelas Sakti sengaja ingin menggoda sang adik.


"Apa-apan perumpamaannya Kak, Emang Alfa makanan apa?" kesal Karina membuat Serena tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Hahaha... Cie Karina, ceritanya dia marah ini Kak karena Kakak menyamakan pujaan hatinya dengan makanan" ucap Serena membuat Sakti tersenyum. "Kak Sakti, Kakak setuju kalau Alfa jadi adik ipar Kakak?" tanya Serena.


"Tergantung secinta apa Karina sama Alfa" ucap Sakti membuat wajah Karina memerah karena malu.


"Cinta banget lagi Kak, dari SMA loh kak" ucap Serena membuat Karina tersenyum namun senyumnya hilang saat melihat kedatangan Doni bersama Dokter Ira yang melangkahkan kakinya bersama Doni sambil tersenyum bahagia.


Doni dan Ira memilih duduk dibelakang Karina membuat Sakti dan Serena yang menyadari kehadiran Doni membuat Sakti menatap Doni dengan tajam. Karina memegang tangan Sakti mencoba menenangkan Sakti agar tidak mencari masalah dengan Doni dan juga Ira. Bahkan pagi tadi Karina juga telah mendengar tentang Doni yang telah berpacaran dengan Ira teman sesama dokter di Rumah sakit ini dan bagi Karina itu semua tidaklah penting karena ia turut bahagia dengan berita itu. Hanya saja Doni sepertinya masih saja mencari cara untuk mengganggunya.


"Aku mau makan soto Mas!" ucap Ira membuat Sedera terbatuk karena ia bingubg sejak kapan Ira menjadi oencibta soto sama seperti Karina.


"Uhuk... " Karina segera memberikan Serena segelas air putih dan Serena segera meminumnya.

__ADS_1


"Gue begitu Rin, kalau terkejut dengar setan ngomong bikin tenggorokkan gue sakit!" ucap Serena membuat Karina menghela napasnya.


"Sayang kamu jadikan ngelamar aku dua bulan lagi?" tanya Ira.


"Tentu saja sayang, kamu adalah wanita yang pengertian dan tahu apa yang aku butuhkan!" ucap Doni membuat Serena memutar bola matanya karena kesal mendengar ucapan Doni dan Ira yang sepertinya sengaja untuk mencari keributan dengan mereka.


"Rin tahu nggak ada tetangga gue yang suka berhubungan seksual bebas gitu Rin, terus setelah mereka menikah si cewek ternyata terkontaminasi virus yang itu Rin yang akibat berhubungan **** bebas. Ngeri tahu punya rumah suka dimasukin tanpa surat izin. kayak tes drive tanpa pemberitahuan, kan jatuhnya kayak maling iya nggak kak? " ucap Serena membuat Ira berdiri dari tempat duduknya dan mendekari Serena lalu memukul wajah Serena.


Sakti dan Doni segera menjauhkan Ira yang mencoba menarik rambut Serena namun Serena membalas dengan memukul Ira. Karina bingung ia kemudian mencoba melindungi Serena namun sebuah gelas yang berada diatas meja berhasil digapai Ira dan ia segera melempar gelas itu hingga mengenai dahi Karina.


tbc

__ADS_1


__ADS_2