Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Ancaman Tama


__ADS_3

Serena sengaja membiarkan Karina untuk berbicara dengan Kakaknya dan ia saat ini menuju cafe yang berada didekat apartemennya untuk membeli es krim agar menenangkan pikirannya karena dalam hitungan hari ia akan menikah dengan Tama. Serena sebenarnya masih kesal dengan sikap Tama yang suka sekali merintahnya bahkan ia pun harus patuh kepada Tama.


Keinginan Serena menikah sekali seumur hidup, tapi ia masih ragu apa pernikahaannya kelak bersama Tama bisa bertahan mengingat sikap egois Tama. Seorang laki-laki tampan tiba-tiba mendekati Serena dan berdiri disamping Serena.


"Apa kabar Ren" ucapnya tersenyum ramah membuat Serena tersenyum.


"Kak Aldo ya?" tanya Serena.


"Ya... " ucap Aldo.


"Wah udah lama banget nggak ketemu Kak, ayo duduk Kak!" ucap Serena membuat Aldo segera duduk dihadapan Serena.


Aldo Herlambang merupakan tetangga Serena saat Papanya bertugas di Surabaya. Orang tua Aldo kebetulan juga seorang polisi sama seperti Papanya.


"Kamu udah besar banget ya Ren, tambah cantik" ucap Aldo.


"Kakak juga ganteng tapi kakak nggak banyak berubah hanya jadi lebih tua hehehe" kekeh Serena membuat Aldo ikut tertawa.


"Kamu kerja dimana Ren?" tanya Aldo yang saat ini sangat tertarik dengan sosok Serena.


"Kerja di Rumah sakit Alexsander, Kak" ucap Serena.


"Wah.... jadi cita-cita kamu jadi dokter tercapai ya Ren" ucap Aldo.


"Iya Kak, Alhamdulilah" ucap Serena.


Ponsel Serena berbunyi dan nama Tama yang tertera disana. Serena segera mengangkatnya. "Sebentar ya Kak!" ucap Serena.


"Assalamualaikum" ucap serena.


"Walaikumsalam kamu dimana?" tanya Tama.

__ADS_1


"Di cafe dekat Apartemen" ucap Serena.


"Sama siapa?" tanya Tama. Suaranya terdengar tidak bersahabat membuat Serena kesal.


"Kenapa memangnya?" kesal Serena.


"Keluar sekarang juga dari cafe itu!" pinta Tama dengan nada yang sedikit lebih tinggi membuat Serena terkejut. Serena segera melihat kearah luar cafe yang dindingnya terbuat kaca tembus pandang dari luar cafe. Serena bisa melihat Tama berdiri sambil menyandarkan tubuhnya di mobil dan menatap kearahnya dengan melipat kedua tangannya.


"Kak lain kali kita ngobrol lagi ya!" ucap Serena.


"Minta nomor ponsel kamu Ren!" ucap Aldo.


Serena menyebutkan nomor ponselnya "Kak aku duluan ya Kak!" ucap Serena.


"Iya Ren, hati-hati ya!" ucap Aldo.


"Iya Kak" ucap Serena melambaikan tangannya dan melangkahkan kakinya dengan santai keluar dari cafe.


Emang harus hati-hati karena si Tama ini nggak bisa diajak kompromi. lagi enak-enaknya ngobrol sama teman lama ee... dianya datang.


"Ayo pulang!" ucap Tama dengan isyarat matanya meminta Serena segera masuk kedalam mobilnya.


Serena menghela napasnya dan ia segera melangkahkan kakinya masuk kedalam mobil dan diikuti Tama yang melangkahkan kakinya menuju pintu pengemudi. Tama segera masuk kedalam mobil dan ia menghidupkan mesin mobilnya lalu segera menuju Apartemennya. Serena memperhatikan Tama yang memilih diam tanpa memulai bembicaraan.


Kok dia tahu kalau aku ada di Cafe itu?


Mobil berhenti diparkiran Apartemen dan Serena segera turun dari mobil tanpa menghiraukan Tama yang ada dibelakangnya. "Begini cara kamu bersikap kepada calon suamimu, Serena?" tanya Tama dingin.


"Harusnya aku bersikap bagaimana?" tanya Serena yang kemudian membalik tubuhnya dan mendekati Tama dengan kesal. Serena mengandeng lengan Tama membuat Tama menatapnya datar. "Ayo pulang! aku udah capek!" ucap Serena.


Keduanya melangkahkan kakinya menuju unit Apartemen. Sesampainya di Apartemen, Tama menekan kode pintu apartemen. Pintu terbuka dan Serena segera melepaskan tangannya yang menggandeng lengan Tama.

__ADS_1


Serena masuk kedalam kamarnya namun Tama segera menahan pintu kamar Serena yang akan tertutup dan ia melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar Serena.


"Aku mau mandi kamu tunggu diluar!" kesal Serena. Tama terlihat begitu menyebalkan saat ini apalagi tatapan yang dalam dan wajahnya yang mengeras membuat Serena tahu jika Tama sepertinya sedang marah padanya.


"Siapa dia?" tanya Tama.


"Siapa?" kesal Serena.


"Laki-laki yang di Cafe tadi?" tanya Tama.


"Kak Aldo, dia tetangga kami dulu" ucap Serena.


Tama segera mengambil tas Serena dan membuka tas itu, lalu mengambil ponsel Serena membuat Serena terkejut. "Kamu mau apakan ponselku?" tanya Serena.


"Apa paswordnya?" tanya Tama.


"Untuk apa?" tanya Serena.


"Saya harus tahu. Saya tidak ingin ada yang kamu sembunyikan dari saya, Serena!" jelas Tama.


"Kita belum seakrab itu Tama!" ucap Serena kesal. Bagianya ponsel itu adalah barang milik pribadinya dan tidak akan ia perlihatkan isinya. Apalagi ia sering bertukar pesa. menceritakan tentang Tama kepada Karina.


Tama mendorong tubuh Serena hingga Serena terlentang diranjang dan Tama mengungkung tubuh Serena "Kamu mau apa? aku belum menjadi istrimu!" teriak Serena.


"Apartemen ini kedap suara dan jika kamu berteriak itu akan percuma saja!" ucap Tama.


"Buka ponselmu!" peritah Tama lagi.


"Tidak mau!" ucao Serena mencoba melawan Tama. Ia berusaha keras agat terlepas dari kungkungan Tama.


Tama mendekatkan wajahnya ke wajah Sefena membuat Serean berusaha menghindari Tama dengan menggerakan kepalanya. "Turuti perintahku atau kau akan menyesal!" ancam Tama membuka bajunya membuat Serena menelan ludahnya.

__ADS_1


"Jangan gi... gila kamu!" ucap Serena gugup.


tbc...


__ADS_2