
Karina menangis haru saat hasil pemeriksaan menyatakan jika ia sedang hamil dua bulan. Serena berhasil membujuk Karina untuk melakukan pemeriksaan. Karina sebenarnya telah menduganya, namun ia sengaja mengabaikannya karena takut kecewa. Air mata Karina menetes membuat Serena memeluk Karina dengan erat.
"Apa aku bilang Rin kamu hamil, selamat ya sayangku!" ucap Serena ikut terharu.
"Alhamdulilah Ren," ucap Karina dengan mata yang berkaca-kaca.
Penantiannya cukup panjang dan ini akan menjadi kado untuk Alfa di hari ulang tahunya hari ini. "Rin ini pasti menjadi kado spesial untuk Kak Alfa," ucap Serena.
"Iya Ren dan nanti malam saat Abang tiup lilinya, aku akan memberikan hasil tes ini kepada Abang," jelas Karina.
Nanti malam ia berencana akan memberikan kejutan spesial kepada Alfa. Pesta kecil yang akan dihadiri Serena dan Tama. Karina membeli beberapa makanan untuk merayakannya karena ia belum bisa ke dapur untuk memasak sendiri makan malam ini.
"Ren gado-gadonya kita makan aja yuk, aku lapar lagi Ren!" ucap Karina membuat Serena terseyum.
"Ayo aku sebenarnya masih lapar Rin hehehe. Malam ini aku dan Kak Tama kan ditraktir sama kamu dan Kak Alfa. Hmmm... Emang mau makan apa nanti Rin?" tanya Serena.
__ADS_1
"Kamu mau apa Ren?" tanya Karina.
"Hmmm... Ayam bakar Pak Widi aja ya Rin, nanti kita tambah menu sate daging dan pindang ikan dan Iga gimana?" tanya Serena.
"Oke tapi kita perlu sayur juga Ren!" ucap Serena
"Capcay gimana?" tanya Serena.
"Iya boleh juga," ucap Karina menerima usul Serena.
Pukul setengah delapan Serena dan Karina sibuk menyiapkan hidangan yang tadi sore mereka beli. Alfa dan Tama takjub dengan hidangan yang ada diatas meja saat ini. Alfa tahu istrinya pasti mengajak Tama dan Serena makan bersama seperti ini untuk merayakan ulang tahunya.
Sebenarnya Alfa menolak untuk merayakan ulang tahunnya karena ia tidak ingin merepotkan Karina. Istrinya itu sedang sibuk bekerja dan ia tidak ingin istrinya itu kelelahan.
"Wah makan besar kita Al," ucap Tama.
__ADS_1
"Iya dan kau belum mengucapkan selamat ulang tahun padaku!" ucap Alfa sinis membuat Tama tertawa.
"Baru kali ini yang ulang tahun minta diucapkan selamat ulang tahun. Harusnya tunggu kuenya dulu Al!" ucap Tama dengan isyarat matanya ia menujuk Karina yang saat ini membawa kue ulang tahun ditangannya.
"Selamat ulang tahum kami ucapkan, selamat panjang umur kita kan doakan." Karina dan Serena menyayikan lagu selamat ulang tahun dengan gembira.
Alfa tersenyum melihat istri cantiknya itu meletakan kue ulang tahun keatas meja dan ia mendekati Alfa. "Tiup lilinya Bang!" pinta Karina. Serena yang memvideokan acara ini tersenyum melihat Alfa yang mencium kening Karina dengan lembut. "Bang, kok cium kening Karin sih Bang, sekarang yang Karin minta itu lilinya yang ditiup!" pinta Karina manja.
"Iya sayang," ucap Alfa segera meniup kue ulang tahunya dan membuat Tama dan Serena bertepuk tangan.
"Ayo kuenya dipotong dan suapin kepada Karina!" ucap Serena.
Alfa mengikuti ucapan Serena, ia segera memotong kue ulang tahunya dan kemudian meletakan krim ke bibirnya. Tanpa Karina duga, Alfa mencium bibir Karina dengan lebut hingga Karina bisa merasakan rasa krim yang saat ini berada didalam mulutnya.
"Al, kira-kira dong kalau mau cium istri. Nggak usah sombong dan sengaja mempertunjukkan adegan mesra kalian itu. Saya dan Serena bahkan lebih romantis dari pada kalian!" ucap Tama membuat Serena menyipitkan matanya. Romantis ucapan Tama itu yang seperti apa, membuat Serena bingung karena setahunya suaminya ini tidak romantis.
__ADS_1