
Kehilangan orang yang dicintai membuat Karina benar-benar merasa sangat hancur. Karina menangis tersedu-sedu dipelukan Alfa. Saat jenazah Alam sedang disemayamkan. Tangis Karina dan Herlina mengiringi kepergian Alam. Sakti terlihat kuat, ia memeluk Mamanya itu dengan erat sambil mengelus punggung Mamanya. Semua keluarga dan kerabat hadir dipemakaman ini termasuk salah seorang perumpuan parubaya yang masih terlihat cantik. Perempuan itu mengaku sebagai Adik Kirana adiknya ibu kandung Karina. Setelah pemakaman selesai yang tersisa saat ini hanyalah keluarga inti mereka dan Kiara adik Kirana saudari ibu kandung Karina.
"Kenapa Papa cepat sekali meninggalkan Karina Pa?" ucap Karina menatap gundukan tanah yang ada dihadapanya. Karina mengelus nisan Papanya itu dengan sayang membuat Alfa mengelus kepala istrinya itu dengan lembut.
Herlina terduduk ditanah dan memandangi kuburan suaminya itu dengan sendu. Ia menyesali segala keegoisannya selama ini. Alam memperlakukannya dengan baik selama ini hanya ia masih merasa iri dengan kisah lama yang harusnya telah usai karena Kirana telah meninggal. Sekarang setelah Alam pergi Herlina kembali mengingat masa-masa indahnya bersama Alam. Setelah Kirana meninggal Alam memang menjadi pribadi yang lebih baik dan sering menghabisakan waktunya dirumah. Alam juga perhatian padanya, tidak seperti dulu yang sering mengacuhkannya.
Herlina menatap Kiara yang saat ini berdiri disampingnya dengan tatapan takut kesal dan juga terlihat linglung "Setelah menikahimu Alam kebingungan karena dia tidak bisa menujukan perhatiannya kepadamu karena menjaga perasaan istrinya. Tapi kamu seolah tidak tahu diri selama ini selalu menganggap Alam lebih mementingkan masalalunya bersma Kirana dibandingkan bersamamu" Kiara.
"Saya dilarang mengunjungi Karina sebagai saudara perempuan ibunya karena menjaga perasaanmu. Dari dulu saya ingin membawa Karina untuk tinggal bersama saya karena khawatir kamu tidak bisa menyangi Karina tapi saya salah. Kamu bahkan merawat Karina kecil dengan kasih sayang walau mungkin kamu memang lebih perhatian kepada Sakti" jelas Kiara.
"Jadi Tante beneran saudara Ibu kandung Karina?" tanya Karina dengan air mata yang menetes.
__ADS_1
"Iya" ucapnya menatap Karina dengan sendu.
"Jangan ambil putri saya Kiara saya mohon maaf hiks...hiks..." tangis Herlina terdengar sangat memilukan. Karina melepaskan pelukannya dari Alfa dan ia melangkahkan kakinya mendekati Herlina lalu memeluk Herlina dengan erat.
"Mama" ucap Karina. Herlina mendorong tubuh Karina dengan kasar membuat Sakti dan Alfa terkejut begitu juga dengan Kiara.
"Kamu bukan Karina? dimana anakku Karina kembalikan dia. Kalian kenapa membiarkannya menjauh dari aku. kembalikan Karina kepadaku. Dia putri bungsuku yang pintar dan cantik. Semua orang menginginkannya!" teriak Herlina membuat Sakti mendekati sang Mama dan memeluknya dengan erat.
"Abang hiks...hiks... kenapa Mama jadi seperti itu Bang? hiks...hiks... Mama, ini Karina Ma. Karina tidak pergi kemana-mana!" ucap Karina.
Herlina tertawa terbahak-bahak "Karina itu anak yang pintar, cantik dan dia mirip denganku. Aku memang bukan mama kandungnya tapi aku menyayanginya. Aku ingin yang terbaik untuknya. Karinaku selalu menurut kepadaku tapi dia diculik, dia diawa pergi hiks...hiks... nanti suamiku pulang aku akan bilang sama dia agar dia segera membawa pulang putriku Karina" ucap Herlina.
__ADS_1
"Bawa dia kerumah sakit Sakti, ibumu tak kuat menanggung semua masalah hingga pikirannya menjadi kacau!" ucap Kiara membuat Sakti menganggukkan kepalanya.
"Mau dibawa kemana Mama?" tanya Karina panik.
Alfa menahan tubuh istrinya itu agar tidak mendekati Sakti dan Herlina. "Al, tolong jaga adik saya Al, saya mohon! saya akan membawa Mama ke Rumah Sakti jiwa. Mama butuh perawatan Al!" ucap Sakti dengan air mata yang menetes namun tanpa isakan.
"Mama tidak gila Kak, Mama baik-baik saja!" lirih Karina.
"Alam ayo kita pergi saya bosan disini!" ucap Herlina menggandeng tangan Sakti membuat Karina menangis histeris dan kemudian tubuhnya meluruh kebawah membuat Alfa menahan tubuh Karina dan segera menggendong Karina.
"Karin... " panggil Alfa namu mata Karina terpejam membuat Alfa panik dan segera melangkahkan kakinya menuju mobilnya.
__ADS_1
Serena, Tama, Adinda, Raka, Ayunda, Guna, Gemal dan Vivian berserta para tua kerabat Alfa sejak tadi sengaja menunggu di mobil dan mereka terkejut ketika melihat Karina digendong Alfa dalam keadaan tidak sadar. Setelah pemakaman tadi selesai mereka semua sengaja menjauh karena Karina dan keluarganya masih ingin berada di makam Alam.