
Hari ini Karina terlihat cantik dengan kebaya putih dan kain batik yang melekat ditubuhnya. Alfa juga terlihat gagah dengan seragam kebesarannya. Ratna juga memakai kebaya dan Bagas memakai jas. Mereka berempat menuju tempat dilaksanakan acara nikah kantor yang juga akan dihadiri keluarga dan para pasangan yang juga akan menikah lainnya.
Saat ini mereka sedang berada di sebuah aula besar tempat yang menjadi acara ini. Semua pasangan terlihat bahagia kecuali Serena yang terlihat seperti tertekan karena sikap Tama yang semena-mena padanya. Acara ini juga dihadiri orang tua Tama dan juga orang tua Serena. Acara ini menjadi sedikit hebo karena petugas yang ada di dalam ruangan ini baru tahu jika Tama akan menikahi anak anak Pak Idris.
Setelah acara selesai semua keluarga segera pulang bersama keluarganya masing-masing. Banyak nasehat yang Karina dapatkan di acara ini. Ia harus mengerti dan memahami tugas suaminya yang harus menomorsatukan kemanan negara.
"Langsung pulang Pa?" tanya Alfa.
"Iya, Al katanya siang ini juga kamu mau ke KUA. udah nggak tahan lagi ya minta surat nikahnya?" goda Bagas.
"Udah dari kemarin Pa diurus seminggu lagi aja Alfa ambil" ucap Alfa.
Mereka masuk kedalam mobil, Karina hanya tersenyum malu mendengar pembicaraan Alfa, Ratna dan Bagas. Alfa mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. "Ma... malam ini Alfa nginap di Apartemen Alfa ya Ma!" ucap Alfa.
"Apartemen? kamu beli Apartemen? kapan nak? kok Mama nggak dikasih tahu?" tanya Ratna.
"Kemarin Ma, kebetulan Tama kasih tahu kalau diunit yang ada didepan unit Apartemennya ada yang mau jual unit Apartmennya mendadak. Jadi Alfa langsung ambil biar Karina dekat kerjanya dan juga ada Serena Ma yang bisa menemani Karina kalau Alfa dan Tama Dinas Malam" jelas Alfa membuat Ratna tersenyum.
"Pindahnya jangan mendadak Al!" pinta Ratna.
"Mama kayak nggak pernah muda aja, si Alfa mau romantisan sama Karina! mereka aja belum bulan madu" ucap Bagas.
"Belah duren udah ya Al?" tanya Ratna membuat wajah Karina memerah karena malu mendengar ucapan mertuanya.
"Mama mau tahu aja!" ucap Alfa menggaruk kepalanya membuat Ratna dan Bagas terkekeh.
Sepanjang perjalanan wajah Karina benar-benar merah padam. Bagas dan Ratna memberinya banyak nasehat serta juga menanyakan hal-hal yang membuatnya malu. Beberapa menit kemudian mereka sampai di Rumah dan disambut Adinda yang segera merentangkan tangannya memeluk Alfa dan Karina.
"Pajak nikahnya belum dikasih sama Kak Alfa!" ucap Adinda sambil melangkahkan kakinya bersama Alfa dan Karina masuk kedalam rumah.
__ADS_1
"Minta saja sama Om sebelah Din, kan dia banyak uangnya!" ucap Alfa.
"Malu tahu Kak ketahuan matrenya lagian kita nggak pacaran" ucap Adinda.
"Nggak pacaran tapi nempel mulu kayak perangko" ejek Ratna membuat Adinda menyebikkan bibirnya.
"Mama kok gitu sih, Dinda kan populer makanya si Om suka deket-deket Dinda" ucap Adinda.
"Pa anak bungsumu ini sok cantik banget. Pada hal cinta mati sama Raka" ejek Ratna membuat Karina tersenyum. Andai saja Mamanya bisa seperti Ratna yang menyetujui pernikahaannya bersama Alfa ia pasti akan sangat bahagia.
"Traktir makan bakso aja ya Kak!" ucap Adinda.
"Nanti Mbak yang traktir kamu Din!" ucap Karina.
"Asyik itu baru Kakak ipar Dinda" ucap Adinda.
"Bawa beberapa baju ya Rin, sekalian baju kerja kamu!" ucap Alfa.
"Ke Apartemen Kakak, kamu mau nginap juga ke apartemen Kakak?" tanya Alfa.
"Ogah Dinda nggak mau dengan kamar berbisik nanti kan kalian mau buat ponakan buat Dinda" ucap Adinda.
"Ma... Dinda nih memang mesti dinikahkan segera sama Om tetangga!" ucap Alfa.
"Dinda masih kecil tahu kuliah aja belum selesai" ucap Adinda.
Bagas yang sejak tadi duduk disofa hanya tersenyum mendengar perdebatan kecil keluarganya. "Al, Resepsi pernikahan kamu juga akan segera dilakukan. Nanti Dinda bantu urus yan nak!" ucap Bagas.
"Beres Pa" ucap Adinda.
__ADS_1
"iya Pa, Alfa serahkan sama Mama dan Papa. Pa, Ma kita keatas dulu!" ucap Alfa mengajak Karina menuju lantai dua.
"Kak masih siang jangan ngebuat gaduh kamar ya!" goda Adinda.
"Dinda..." ucap Ratna menjewer telinga Adinda.
"Semenjak nggak jadi nikah, Dinda jadi begini Pa mulutnya. Suka banget ngedoda kakak-kakaknya!" kesal Ratna.
"Aduh sakit Ma!" ucap Adinda.
"Dinda tingkahnya kan sebenarnya agak mirip sama Mama, cuma sekarang Mama agak sedikit kalem" ucap Bagas tersenyum menatap istrinya itu.
"Dinda mau ke pergi kuliah dulu!" ucap Dinda menyebikkan bibirnya sambil mengelus telingannya dan ia segera mencium punggung tangan Ratna dan Bagas.
"Nggak dijemput Din?" tanya Bagas.
"Dijemput Pa, jemputan Dinda udah ada diluar, Dinda pergi Pa, Ma Assalamualikum" ucap Dinda melangkahkan kakinya keluar dari rumah.
"Waalikumsalam" ucap Bagas dan Ratna.
Sementara itu Alfa memegang tengkuknya dan kemudian duduk di ranjang sambil menatap istrinya "Rin malam ini sebenarnya kita nginap di hotel Rin bukan di Apartemen. Nggak enak nggak nginap di hotel soalnya ini hadia dari Raka dan juga hadia dari Guna!" jelas Alfa.
"Nggak apa-apa Bang, Karin ikut keinginan Abang aja!" ucap Karina tersenyum.
"Besok baru kita beres-beres apartemennya!" ucap Alfa.
"Iya Bang" ucap Karina.
Karina mengambil beberapa pakaian milik Alfa dan juga miliknya lalu memasukannya kedalam sebuah tas yang diberikan Alfa. Karina sebenarnya merasa gugup karena sepertinya malam ini merupakan malam istimewah bagi keduanya.
__ADS_1
tbc...