
Tidak terasa sudah enam bulan Karina tinggal disini. Ia merindukan keluarganya di Jakarta. Karina juga kesal karena Sakti Kakaknya itu ternyata telah menikah dengan seorang perempuan kaya tanpa sepengetahuannya. Alasan Sakti menikah sebenarnya adalah demi mendapatkan investasi untuk membangkitkan perusahaan keluarga mereka. Sakti pada akhirnya memilih untuk menyerah melanjutkan sekolahnya di Luar negeri, meskipun beasiswa telah ia dapatkan.
Karina mendapatkan informasi tentang pernikahan Sakti dari Mamanya. Mamanya Herlina menghubunginya dan mengatakan jika istri Sakti saat ini telah hamil muda dan itu membuat Kaeina sedikit iri karena ia belum juga hamil. Karina sebenarnya kasihan dengan Sakti karena menikah dengan terpaksa. Kakaknya itu bahkan dulu belum berpikir untuk segera menikah karena ia lebih fokus dengan studynya selama ini. Tapi semuanya berubah, ketika keluarganya terpuruk dan mereka kehilangan pemimpin keluarga mereka untuk selama-lamanya.
Kenapa Kak Sakti menutupi pernikahannya dan sampai sekarang tidak mengatakan tentang istrinya.
Alfa yang sejak tadi menatap istrinya yang sedang memikirkan sesuatu, membuatnya penasaran. Ia mendekati Karina yang sedang termenung di ruang tengah dan ia duduk disebelah Karina.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Alfa memegang tangan Karina dan menatap Karina dengan tatapan lembut yang menenangkan.
Karina menghela napasnya, jika suaminya sudah bertanya tentang apa yang ia pikirkan, ia pasti akan menceritakan semuanya. Karina ia telah berjanji tidak akan merahasiakan apapun kepada Alfa.
"Karin iri Bang," ucap Karina membuat Alfa mengangkat kedua alisnya penasaran dengan apa yang membuat istrinya itu iri.
"Iri kenapa?" tanya Alfa.
__ADS_1
"Serena hamil Bang, Tama belum tahu berita ini. Tapi kita udah periksa tadi dan Istri Kak Sakti juga sedang hamil," ucap Serena.
Alfa memeluk Karina dengan erat "Kita harus bersabar dan juga selalu berdoa Rin. Hmmm... satu lagi Rin, selalu berusaha," ucap Alfa membuat Karina menepuk pelan lengan suaminya itu. "Nggak usah malu sayang!" goda Alfa.
"Abang sih... kalau yang kayak begitu cepat banget," ucap Karina membuat Alfa terkekeh.
"Hehehe... kamu kalau ngambek sama Abang kok ngegemesin banget ya Rin," goda Alfa mencubit pipi Karina.
"Abang Karina serius nih mau cerita sama Abang!" ucap Karina.
"Abang sejak kapan tahu Kak Sakti sudah menikah?" tanya Karina.
"Sebelum menikah Sakti udah cerita semuanya kepada Abang Rin," ucap Alfa membuat Karina terkejut.
"Kenapa Abang tidak cerita sama Karin Bang?" kesal Karina.
__ADS_1
"Sakti minta Abang untuk merahasiakannya dari kamu!" jelas Alfa.
"Abang bilang kita harus saling jujur!" ucap Karina menatap Alfa dengan tatapan kecewa. Air mata Karina dengan perlahan menetes membuat Alfa segera memeluk Karina dengan erat.
"Maafkan Abang Karin, sebagai seorang pria Abang menepati janji Abang. Kamu juga tidak bertanya tentang Kak Sakti. Jika kamu bertanya pasti Abang jawab dengan jujur!" ucap Alfa.
"Kenapa merahasiakan pernikahannya sama Karin, Bang? kalau Karin tahu Karin nggak akan membiarkan Kak Sakti mengorbankan cita-citanya dan akhirnya membuang semua kerja kerasnya selama ini. Kak Sakti ingin menjadi dokter yang hebat dan bukan menjadi seorang direktur perusahaan seperti sekarang ini Bang. Karina yakin Kak Sakti menikah pasti karena terpaksa, hiks... hiks..." tangis Karina pecah membuat Alfa mengelus punggung Karina dan mencoba menenangkan Karina.
"Kamu dengarin Abang sayang!" ucap Alfa melepaskan pelukannya dan memberi jarak agar ia bisa menatap wajah istrinya itu, lalu menghapus air mata Karina dengan jemarinya.
"Kak Sakti hanya ingin menjadi Anak yang baik dan Kakak yang baik untukmu dan Mama. Sebagai anak sulung dia tidak ingin kamu kepikiran dengan masalah perusahaan. Kakakmu itu memiliki prinsip yang sangat kuat Karina. Kamu pasti lebih tahu bagaimana karater dia," ucap Alfa membuat Karina menganggukkan kepalanya. Ia sangat mengenal Sakti, apalagi jika Sakti telah berkeinginan untuk memulihkan perusahaan pasti, ia akan akan berusaha melakukannya.
"Karin rencananya Mama kita akan kesini," ucap Alfa membuat Karina terkejut.
"Kapan Bang?" tanya Karina.
__ADS_1
"Besok," ucap Alfa membuat Karina tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya.