
Setelah pulang dari resepsi pernikahaan Serena dan Tama, Alfa segera pergi ke apotik membeli test pack dan melanjutkan perjalanan mereka menuju Apartemen. Sepanjang jalan Alfa tersenyum sambil sesekali melirik Karina yang saat ini juga terlihat tersenyum memikirkan sesuatu yang indah tentang keluarga kecilnya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di parkiran Apartemen. Alfa menghentikan mobilnya. "Biar Abang yang buka pintu monilnya!" ucap Alfa segera keluar dari mobil dan membuka pintu mobil untuk Karina.
"Abang jadi lebay banget sih, Kan belum tahu kalau Karina beneran hamil" ucap Karina.
"Kamu kan Dokter pasti kamu tahu!" ucap Alfa memegang tengkuknya salah tingkah membuat Karina gemas dan ingin sekali mencubit pipi Alfa.
"Ayo kita masuk!" ucap Alfa memegang tangan Karina dan mengambil tas Karina lalu membawanya membuat Karina terkekeh.
"Abang nggak cocok bawain tas cewek" ucap Karina. "Kan malu Bang kalau dilihat orang, masa suami tampan Karin bawa tas tangan warna pink gitu!" ucap Karina.
"Para istri pasti bangga sayang kalau suaminya perhatian kayak Abang" ucap Alfa mengedipkan matanya membuat Karina tertawa.
"Hahaha genit" tawa Karina. Alfa sebenarnya sadar jika saat ini ia sedang diikuti seseorang yang ada didalam mobil yang baru saja datang setelah mobilnya masuk kedalam parkiran Apartemen.
Menurut cctv parkiran Apartemen ini, orang yang berada didalam mobil itu memang sering tertangkap kamera mengikuti Karina. Alfa melanjutkan langkahnya masuk kedalam lobi Apartemen. Orang itu tidak pernah turun dari mobil, karena ia hanya mengamatinya pergerakan Karina. Alfa sebenarnya ingin Karina masuk kedalam Apartemen sendiria karena ia ingin segera menangkap pelaku. Namun Alfa khawatir jika Karina masuk kedalam Apartemen sendirian Karina pasti akan curiga dan semakin takut dengan masalah ini.
Alfa menghela napasnya saat ini teman-temannya sedang sibuk di resepsi pernikahan Tama dan Serena. Ia tidak ingin merepotkan Riskan dan kawan-kawannya. Mereka masuk kedalam lift dan menuju lantai dimana unit Apartemen mereka berada. Lift kembali terbuka dan Alfa melangkahkan kakinya keluar dari lift bersama Karina. Mereka sampai di unit Apartemen mereka dan Alfa segera membuka pintu Apartemen.
__ADS_1
"Masuk Karina!" pinta Alfa. "Loh Abang mau kemana?" tanya Karina terkejut karena Alfa tiba-tiba pergi.
"Pergi sebentar, jangan buka pintu Apartemen sebelum Abang kembali!" pinta Alfa.
"Iya Bang" ucap Karina sedikit aneh dengan tingkah suaminya.
Alfa melangkahkan kakinya dengan cepat menuju parkiran mobil dengan menuruni tangga darurat. Ia kemudian melihat orang itu sedang menghubungi seseorang. Alfa mendekati mobil itu dan membuat orang yang berada didalam mobil ketakutan. Orang itu menghidupkan mesin mobilnya dan ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat Alfa segera menaiki mobilnya dan mengejarnya.
Alfa sengaja membanting mobilnya hingga mengenai mobil itu dan akhirnya mobil itu terhenti karena tiba-tiba sebuah mobil range rover bewarna putih menghadang jalan keluar dengan melintangkan posisi mobilnya.
Alfa tersenyum sinis karena berhasil mengepung mobil itu. Ternyata pengemudi range rover yang menolong Alfa adalah Gemal Candrama. Saat didalam lift tadi Alfa segera menghubungi Gemal Candrama lewat pesan singkatnya. Gemal bekerja di Rumah sakit Dirgantara yang letaknya tidak jauh dari rumah sakit ini dan setelah menerima pesan dari Alfa, Gemal segera menuju Apartemen Alfa dengan mobilnya.
Gemal Candrama merupakan Adik dari Gunadarma Candrama adik ipar Alfa. Alfa tersenyum penuh kemenangan dan ia segera membuka pintu mobil penguntit dan menarik tanga laki-laki itu agar segera keluar dari dalam mobil.
Gemal keluar dari mobilnya dan tersenyum melihat Alfa. "Kita suntik mati aja Kak kalau dia nggak mau ngaku!" ucap Gemal sengaja mengeluarkan injeksi dari dalam tasnya dan menujukkan botol kecil yang berisi cairan vitamin.
"Ampun Pak, saya hanya disuruh mengantarkan paket untuk Dokter Karina!" ucapnya menujuk Paket didalam mobilnya.
"Tapi beberapa hari ini kamu yang terekem berada didalam mobil dan tidak sama sekali keluar dari dalam mobil ini. Kamu ini yang menguntit istri saya" ucap Alfa.
__ADS_1
"Bukan Pak, saya tidak bersalah. Jangan tangkap saya Pak, saya tahu bapak polisi tapi saya terpaksa Pak" ucap laki-laki itu.
"Siapa yang menyuruh kamu?" tanya Alfa.
"Neng Fefin Pak, dia mengirimkan pesan kepada saya untuk mengawasi Dokter Karina dan juga memberikan paket berisi pisau yang berlumuran darah Pak. Percaya sama saya Pak. itu paketnya masih ada didalam mobil belum saya titip kepada Satpam, Pak!" ucap laki-laki itu.
"Sebaiknya bawa dia ke kantor polisi Kak!" ucap Gemal.
"Iya Gem" ucap Gemal.
"Kamu ikut saya!" ucap Alfa memborgol kedua tangan laki-laki itu dan memasukannya kedalam mobilnya. Ia kemudian mengambil tali untuk mengikat kaki laki-laki itu.
"Kakak tidak bisa meninggalkan Karina sendirian Gem, Kakak sudah meminta rekan Kakak agar membawa dia untuk diintrograsi" ucap Alfa.
"Saya akan menunggu disini bersama Kakak!" ucap Gemal khawatir jika akan ada yang datang dan Alfa sendirian saat ini.
Lima belas menit kemudian dua orang rekan Alfa datang dan keduanya memberi hormat kepada Alfa. Alfa segera meminta keduanya untuk membawa laki-laki itu untuk diintrogasi.
"Makasi Gem!" ucap Alfa merangkul bahu Gemal.
__ADS_1
"Sama-sama Kak" ucap Gemal.
Apa benar Fefin pelakunya? kenapa saya merasa masih bingung dan tidak percaya dengan ucapan laki-laki ini.