Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Tangisan Karina


__ADS_3

Alfa membawa Karina ke Rumah orang tuanya karena Karina butuh suport keluarganya. Apalagi Alfa saat ini sangat sibuk, konsetrasinya pecah memikirkan tugas dan keadaan istrinya yang masih sangat terpukul kehilangan Adam. Apalagi kondisi Herlina saat ini sangat memperhatinkan, Herlina stres berat karena ditinggal suaminya.


Alfa juga tidak bisa meminta bantuan Sakti karena Sakti juga sangat terpukul. Apalagi Sakti membatalkan beasiswa yang ia dapatkan dan saat ini sibuk menjaga Herlina serta memimpin perusahaan.


Alfa menghela napasnya saat melihat istrinya terlihat lemah dan terbaring di ranjang. Ia ikut berbaring dan memeluk Karina dengan erat. "Abang" panggil Karina yang menyadari kehadiran Alfa disampingnya.


"Ya" ucap Alfa.


"Karin kangen Papa dan Mama" lirih Karina.


"Doakan keduanya Karin. Doakan Papa tenang disana dan doakan Mama biar bisa segera sembuh!" ucap Alfa membuat Karina menteskan air matanya dan menganggukan kepalanya.


Alfa membalikkan tubuh Karina dan kembali memeluk Karina dengan erat. "Kalau nggak ada Abang dan keluarga Abang mungkin Karina nggak bisa bertahan Bang" ucap Karina.


"Abang, Mama, Papa, Adinda, Ayunda kita semua ada untuk kamh Karina. Abang percaya kamu bisa kuat menghadapi ini semua!" ucap Karina.


"Iya Bang, insyallah Karina kuat" ucap Karina menyembunyikan wajahnya didada Alfa.


Betapin berat dengan masalah yang ia hadapi, ia sadar ada orang yang akan sangat mengkhawatirkan dirinya dan juga ikut menderita jika ia terpuruk. Alfa suami tercintanya pasti akan khawatir jika ia terus larut dalam kesedian. Karina akan mencoba bangkit dari dan akan menghadapi masalah ini dengan sabar dan tabah.


"Kalau kamu nangis seperti ini, kamu bisa jatuh sakit, terus bagaimana kamu bisa menjaga Mama" ucap Alfa membuat Karina kembali terisak.


"Hiks...hiks...Iya Bang, Karina janji akan bangkit nggak akan sedih terus kayak gini. Kata Mama Ratna, Papa pasti juga akan nangis disana kalau Karin nangis terus begini!" ucap Karina.

__ADS_1


"Good sayang" ucap Alfa mencium dahi Karina dengan lembut. "Ayo kita makan malam dulu!" ajak Alfa karena Karina belum makan sejak pagi.


Pagi tadi Alfa pergi keluar kota dan ia menitipkan Karina kepada Mamanya tapi Karina selalu mengatakan tidak lapar dan memilih untuk tidur. Ketika bangun Karina akan menangis lagi dan lagi, membuat Ratna sangat kahwatir hingga menghubungi Alfa. Setelah menangkap tersangka Alfa segera izin pulang dan tidak bisa makan-makan bersama timnya karena keberhasilan mereka menangkap tersangka.


Alfa membantu Karina duduk dan kemudian memapah Karina agar berdiri lalu mengikutinya ke lantai dasar menuju ruang makan. Alfa merasa tak tega saat melihat istrinya terlihat begitu lemah dengan mata yang membengkak karena kebanyakan menangis. Alfa menggendong tubuh Karina tanpa persetujuan Karina.


"Kalau nggak makan seharian mana ada tenaga Karin" ucap Alfa saat Karina ingin meminta Alfa menurunkannya.


"Malu sama Mama, Papa dan Dinda" ucap Karina pelan.


"Kenapa mesti malu? saya suami kamu dan kewajiban saya merawat istri saya sendiri" ucap Alfa tegas.


"Maafkan Karin Bang, udah nyusahin Abang" ucap Karina.


Alfa melangkahkan kakinya menuruni tangga "Kamu nggak salah apa-apa kenapa mesti minta maaf sama Abang!" ucap Alfa.


"Sama istri dan suami nggak boleh hitung-hitung Karin, apapun yang terjadi harus saling mendukung, menghargai, mengormati dan juga mengingatkan. Abang tidak pernah merasa kalau kamu itu menyusahkan Abang Karin!" ucap Alfa. Ia mendudukkan Karina di kursi makan.


Ratna tersenyum melihat Karina dan ia segera menyajikan makanan diatas meja. Karina yang duduk tiba-tiba berdiri dan memeluk Ratna membuat Ratna tersenyum. "Maafin Karin ya Ma, udah nyusahin Mama!" ucap Karina karena sudah seminggu lebih Karina terlihat sangat terpuruk hingga Rumah Sakit tempatnya bekerja memberikan cuti kepadanya.


"Kamu ini kayak sama siapa aja Rin, Mama ini kan Mama kamu juga!" ucap Ratna mengelus kepala Karina dengan lembut "Kamu makan yang banyak ya Rin!" pinta Ratna.


"Iya Ma" ucap Karina.

__ADS_1


Alfa dan Ratna menatap Karina yang saat ini makan dengan lahap, keduanya tahu jika Karina saat ini masih terlihat sangat berduka. Ratna juga telah mengingatkan Alfa agar tidak emosi dan lebih bersabar karena siapapun yang menghadapi hal ini memang butuh waktu untuk bangkit. Sebagai seorang suami Alfa harus bisa mengerti istrinya dan juga membuat istrinya itu nyaman.


Karina menghabiskan makanannya membuat Alfa tersenyum. "Maaf Bang, Ma Karin makannya banyak" ucap Karin membuat Ratna tersenyum.


"Tidak apa-apa nak Mama senang kalau kamu makan banyak begini, Mama jadi semangat masakin kamu!" ucap Ratna membuat Karina menganggukkan kepalanya.


Alfa mengangkat piring kotor dan segera mencucinya membuat Karina ingin berdiri namun Ratna melarangnya. "Biarkan saja sesekali suami cuci piring itu membuat kita sebagai para istri merasa senang Karin" ucap Ratna.


"Iya Ma" ucap Karina.


"Alfa ajak istri kamu istirahat dan jangan diajak bergadang ya Al!" ucap Ratna.


"Iya Ma beres" ucap Alfa. Ratna melangkahkan kakinya meninggalkan Alfa dan Karina yang saat ini masih berada didapur.


Setelah selesai mencuci piring Alfa mendekati Karina. "Kita ke kamar ya Rin!" ucap Alfa.


"Iya Bang" ucap Karina. Alfa ingin menggedong Karina namun Karina menggelengkan kepalanya.


"Ayo Abang gendong lagi!" ucap Alfa.


"Hmm... Bang Karin pengen digendong dibelakang saja!" ucap Karina membuat Alfa menganggukan kepalanya sambil tersenyum.


"Ayo naik" ucap Alfa, menjongkokan tubuhnya membuat Karina segera naik kepunggung Alfa dan Karina mengalukan kedua tangannya ke leher Alfa. Karina menyandarkan kepalanya ke bahu Alfa dan ia merasa tenang.

__ADS_1


Abang janji akan membantu Sakti Karin, kamu tenang saja. Jangan bersedih lagi Abang tidak ingin air matamu kembali tumpah dan membuat hati abang juga terasa sakit Karin.


tbc...


__ADS_2