Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Cinta?


__ADS_3

Pertengkaran Serena dan Tama memang sering terjadi tapi setiap mereka bertengkar Tama pasti yang akan selalu menang. Apalagi ancaman Tama yang akan mencari perempuan lain membuat Serena mempertimbangkan keinginan Tama. Saat ini Serena duduk diteras asrama mereka sambil berbincang.


"Rin..." panggil Serena.


"Kenapa Ren?" tanya Karina.


"Apa gue nyerah aja ya?" tanya Serena membuat Karina penasaran.


"Memangnya menyerah karena apa Ren? pertanyaanmu itu yang jelas dong Ren!" pinta Karina membuat Serena menghela napasnya.


"Rin aku dilema, Hmmm... Kak Tama minta haknya sebagai suami dan dia ngancam aku Ren. Kalau aku nggak mau berusaha memberikan cucu untuk orang tua kita, dia mau cari perempuan lain," jelas Serena membuat Karina tersenyum.


Karina tahu bagaimana perasaan Tama kepada Serena dan tentu saja ucapan Tama itu hanya gertakannya saja. Bagi Karina gengsi Tama dan Serena begitu besar dan diantara keduanya tidak ada yang ingin mengalah. "Ren, kalian itu sama-sama dewasa dan sekarang kamu adalah istri Kak Tama sudah seharusnya kamu melayani kak Tama Ren. Bukanya kamu mencintainya?" tanya Karina.


Serena menganggukkan kepalanya "Tapi dia tidak mencintaiku Rin, yang aku butuhkam saat ini ucapan cintanya!" ucap Serena.

__ADS_1


Karina menghembuskan napasnya dan ia menatap Serena dengan serius. "Ren, ada tipe laki-laki yang lebih suka menunjukkan perhatiannya dibandingkan hanya sekedar ucapan saja. Kak Tama itu tipe yang begitu Ren," ucap Karina.


"Jadi gue harus gimana, Rin?" tanya Serena bingung.


"Kalau Kak Tama mau cari perempuan lain mungkin dia tidak akan menikah denganmu. Aku dengar dari suamiku kalau Kak Tama itu sifatnya keras dan dia tidak suka diatur. Saat itu dia selalu menolak dijodohkan dengan kamu Ren, tapi setelah bertemu dengan kamu secara tidak sengaja untuk pertama kalinya, dia langsung menghubungi kedua orang tuanya dan setuju menikah denganmu. Bahkan dia minta pernikahaan kalian di percepat," jelas Karina.


"Kamu nggak bohong kan, Rin? jadi menurut kamu Kak Tama juga suka sama aku Rin?" tanya Serena penasaran dan saat Karina tersenyum membuatnya ikut tersenyum senang. "Jadi Kak Tama beneran suka ya Rin sama aku?" tanya Karina lagi.


"Iya Ren kamu perhatikan rasakan sendiri Ren. Lihat reaksi Kak Tama, bagaimana dia perhatian sama kamu" ucap Karina.


Andai saja Kak Tama bisa romantis kayak Alfanya Karina.


Batin Serena.


"Ren kita masuk dulu ya Ren!" ucap Karina.

__ADS_1


"Ita Rin."


Serena menunggu Tama dan berharap agar Tama segera pulang. Sekarang ia merasa sangat sepi dan tiba-tiba merindukan Tama. Pikiran Serena melayang saat ini karena rasa cemburunya yang begitu besar membuatnya, membayangkan jika Tama pulang ke rumah wanita lain. Serena merasa begitu sedih dan ia membuka google dan mencari tahu ciri-ciri suami yang memiliki wanita idaman lain. Ia juga membaca artikel bagaimana membuat suami agar menyayangi istrinya dan menjaga kesetiaannya. Membaca artikel itu membuat wajah Serena memerah karena malu.


"Apa iya aku harus begitu?" tanya Serena.


"Harus apa?" tanya Tama yang telah duduk dikursi teras sambil membuka kaos kakinya membuat Serena terkejut.


"Astagfirulah" teriak Serena membuat Tama melototkan matanya. "Pulang nggak ngucapin salam, tiba-tiba aja ngomong, aku kira hantu," ucap Serena membuat Tama mengerutkan dahinya.


"Makanya jangan serius sekali membacanya, tadi saya sudah mengucapkan salam tapi kamu hanya diam" ucap Tama melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah membuat Serena membuka mulutnya karena tadinya ia berniat untuk mencium punggung tangan suaminya.


*boro-boro romantisan, aku aja ditinggal dan dia udah masuk kedalam rumah ckckck... Dasar Tama...


batin Serena*.

__ADS_1


__ADS_2