Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Ponsel baru


__ADS_3

Alfa menatap Karina dengan tatapan sayang membuat Karina malu dan memilih untuk menundukkan kepalanya. Dulu Alfa tidak pernah menatapnya seperti ini. Alfa memang perhatian tapi ia bukan hanya perhatian kepadanya tetapi juga kepada Viona dan Fefin sahabat perempuannya.


Alfa memesan es krim vanila dengan campuran buah untuk Karina. Ia kemudian kembali duduk dihadapam Karina dan mengeluarkan kotak ponsel yang ada didalam paperbag "Ini untukmu, didalamnya ada kartu baru!" ucap Alfa.


"Al seharusnya kamu tidak perlu membelikan aku ponsel Al" ucap Karina.


"Saya tidak menerima penolakan Karina. Saya ingin kamu terbiasa menerima sesuatu dari jerih payah saya. Nanti kalau kita menikah saya juga akan begini sama kamu. Anggap saja kamu sebagai calon istri Alfa berhak menerimanya!" ucap Alfa membuat Karina tersenyum malu.


"Iya Al" ucap Karina membuat Alfa lega.


"Saya ingin tahu kenapa kemarin saat kamu telepon saya suaramu seperti baru saja menangis, bisa ceritakan pada saya apa yang terjadi?" tanya Alfa.


Karina menatap Alfa dengan sendu dan kemudian Ia menghela napasnya "Kak Doni Al" lirih Karina.


"Kenapa dengan dia?" tanya Alfa. Ia tidak suka mendengar nama Doni disebut Karina.


"Dia mengirimkan foto kucingku yang ada dirumah. Kuncingku itu berlumuran darah dan sepertinya telah dia bunu Al" ucap Karina membuat Alfa mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Aku takut Al!" ucap Karina "Dia jahat Al, dia tega menyakitinya. Aku tak ingin lagi ketemu dia Al hiks... hiks... !" ucap Karina membuat Alfa berduri dan memilih duduk disamping Karina lalu memeluknya.


"Jangan menangis, untuk sementara kamu ganti kartumu dengan kartu yang saya berikan dan kartu milikmu biar saya pakai!" ucap Alfa. Ia berjanji akan memberikan perhitungan kepada Doni yang beraninya menyakiti wanitanya.


"Mulai sekarang apapun yang terjadi kamu harus memberitahu semuanya padaku Karin!" pinta Alfa.


"Iya Al" ucap Karina merasa tenang setelah menceritakan semuanya kepada Alfa.


"Ayo diminum dan saya akan mengantarmu kembali ke tempat seminar!" ucap Alfa


Karina dan Alfa melangkahkan kakinya mendekati mobil Alfa dan ia melihat Serena yang berdiri sejauh dua meter dari Tama. Sepertinya keduanya saat ini memilih untuk tidak berbicara satu sama lainnya. Karina berpikir pasti Serena dan Tama baru saja mengalami perdebatan panjang.


"Ren... Ayo pulang!" teriak Karina.


"Iya" ucap Serena segera melangkahkan kakinya mendekati Karina dan Alfa lalu ia segera masuk kedalam mobil. Sementara itu Tama melangkahkan kakinya dengan santaj dan ia juga masuk kedaalam mobil.


"Siapa dulu nih yang mau cerita?" goda Alfa membuat Serena menyebikkan bibirnya. "Kalian bertengkar?" tanya Alfa.

__ADS_1


"Tidak" ucap Tama dan Serena bersamaan membuat Karina dan Alfa terkekeh.


"Kompak banget" goda Karina membuat Serena kesal.


"Kompak apaan, dia nih bilang sama Mamanya setuju sama perjodohan kita!" ucap Serena.


"Itu karena kamu menantang saya!" ucap Tama. Alfa menghidupkan mesin mobilnya dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju Temoat swminar Karina dan Serena.


"Gue nggak menatang lo!" kesal Serena.


"Gue? Awas kamu ya Ren saya bisa saja nanti menyumpal mulut kamu dengan kertas kalau nanti kamu bersikap tidak sopan pada saya!" ancam Tama.


"Rin lihat si Tama, dia bilang sama Mamanya akan swgera menikahi aku dan bilang kita pacaran pada hal kita kan baru kenal!" ucap Serena.


"Itu karena kamu bilang kamu tidak bisa membayangkan jika kamu jadi istri saya. Kamu bilang yang jadi istri saya pasti merasa hidupnya bagaikan di neraka. Saya hanya mewujudkan neraka yang kamu inginkan!" ucap Tama.


tbc....

__ADS_1


__ADS_2