
Pagi ini kegiatan seorang Alfa yaitu apel pagi bersama rekan-rekannya. Alfa dan Tama merupakan polisi berprestasi karena berhasil memecahkan banyak kasus dengan cepat. Setelah apel pagi keduanya saat ini berada didalam ruangan dan rapat bersama timnya. Malam ini mereka akan ikut razia gabungan dengan beberapa tim lainya, menurut mata-mata yang terpercaya saat ini akan diadakan transaksi narkoba di sebuah club malam. Setelah penyusunan rencana selesai Alfa dan Tama memilih untuk bersantai diruangan mereka.
"Al, menurut penyelidikan Doni memang sering mengganggu Karina tapi sepertinya bukan hanya satu pelaku orang yang mengancam Karina" ucap Tama.
"Ya, sekarang ini saya harus lebih memperhatikan Karina karena ini bukan hanya pengancaman biasa" jelas Alfa.
"Saya akan meminta Jack untuk selalu mengawasi Doni!" ucap Tama. Jack merupakan preman yang menjadi sahabat Alfa dan Tama. Jack juga memiliki jaringan informasi tentang para penjahat dan juga pengedar narkoba.
"Keselamatan Karina saat ini harus diperhatikan mengingat orang yang mengancamnya sangat cerdik dan licik!" ucap Alfa. "Saya ingin menemui Karina siang ini, apa kau mau ikut?" tawar Alfa.
Tama tersenyum sinis "Jika ada Serena mungkin saya akan ikut Al" ucap Tama.
"Kalau begitu kau tinggal pergi menemui Serena di Apartemen!" ucap Alfa.
"Iya dan dia akan kesal karena saya juga bingung untuk apa saya menemuinya!" jelas Tama membuat Alfa terkekeh.
__ADS_1
"Hehehe... Kenapa mesti bingung Tam, kamu tinggal bilang kalau kamu merindukannya!" ucap Alfa membuat Tama mengerutkan dahinya.
"Saya bukan kamu Al yang bisa dengan mudah mengatakan saya cinta kamu Karina" ejek Tama membuat Alfa kembali tersenyum.
"Asal kau tahu Tama, saya hanya menunjukan sikap saya yang ingin selalu memperhatikannya dan saya tidak mengatakan soal cinta" jujur Alfa membuat Tama tersenyum sinis.
"Kita sama dan kau jangan coba-coba mengguruiku soal cinta!" ucap Tama.
"Iya hehehe... dulu saat pelesir kita bahkan tidak pernah berniat untuk mendekati wanita tapi kita malah mengunjungi pesantren" Ucap Alfa mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu. Ia dan Tama selalu saja melakukan kegiatan yang bermanfaat ketika mereka diizinkan berpergian saat liburan. Apalgi keduanya tidak pernah memiliki rekanita meskipun memiliki wajah yang tampan.
"Kita bahkan dijuluki pasangan yang romantis karena terlalu sering pergi berdua!" ucap Tama mengingat masalalu mereka.
"Kau masih harus berjuang Al, saya mendukungmu!" ucap Tama membuat Alfa terkekeh.
"Kali ini saya kalah denganmu Tama, kau menang karena menikah duluan!" ucap Alfa.
__ADS_1
"Itu rezeki saya Al, disaat saya tahu bagaimana watak calon istri saya dan saya langsung menyanggupi permintaan orang tuanya untuk menjadikannya istri saya!" ucap Tama mengingat pertemuannya bersama Idris Papanya Serena.
"Bukanya kriteria istrimu waktu itu seorang wanita berhijab?" tanya Alfa.
"Iya, tapi tidak selemanya kriteria itu menjadi patokan Al" jelas Tama.
"Saya pergi dulu Tama, jika tidak saya hanya akan bertemu Karina satu jam saja!" ucap Alfa membuat Tama menghela napasnya.
"Saya titip tekwan Al!" pinta Alfa.
"Jangan kebiasaan menitip makana Tam, kamu tahu saya tidak berniat untuk memberikan seorang pria makanan ketika saya pergi menemui kekasih saya!" ucap Alfa membuat Tama terkekeh.
"Waktumu tinggal dua jam kurang Alfa, sebentar lagi kita harus... " ucapan Tama berhenti saat melihat Alfa melangkahkan kakinya dengan cepat keluar dari ruangan ini
tbc
__ADS_1
**Aku memang selalu menulis alur novelku ini lambat. Soalnya yang namanya novel memang begini alurnya. Aku sering diprotes pembaca masalah alur.
Aku juga nulis banyak cerita jadi maafkan jika babnya agak pendek. Makanya cerita "Mr Arogan suamiku" masih ku tabung partnya dan kalau udah banyak nanti baru aku update di noveltoon dan mangatoon. Mr Arogan suamiku adalah judul novel Gemal dan Vivian. Tapi belum ada sekarang nanti aku umumkan kalau sudah ada**.