
Karina menatap Kenzo dengan sendu. ia sebenarnya tidak mau menceritakan masalah pribadinya namun sepertinya orang tua Doni saat ini sangat membencinya hingga tega mefitnahnya. Serena memegang tangan Karina seolah memberi kekuatan kepada sahabatnya itu.
"Sebenarnya satu bulan yang lalu saya menemukan fakta jika Doni berselingkuh dengan salah satu teman seprofesi saya Dok. waktu saya datang ke Apartemenya membawakan makan siang. Saya tahu kode pasword apartemen Doni karena dia yang memberitahunya. saya sudah menghubunginya namun ternyata tidak diangkat. Oleh karena itu saya memutuskan untuk segera masuk dengan kode paswordnya dan saya menemukan peeselingkuhan itu" jelas Karina tanpa sadar Karina meneteskan air matanya. "Sejak dulu Doni memang pemaksa, dia sering memukul saya dan mengancam saya apabila saya tidak menuruti ucapanya. Saat itu dia juga kembali memukul saya karena saya tidak mau mendengar penjelsannya dan juga ingin membatalkan pernikahan kami. Saya takut Dok, sekarang pun saya masih takut dengan Doni karena dia tidak henti-hentinya menggaggu saya dengan sms yang selalu dia kirimkan dengan no ponsel uang berbeda" jelas Karina membuat Serena terkejut.
Serena tidak menyangka jika masalah yang Karina hadapi sangat mengerikan. Kenzo menghela napasnya. Sebenarnya ia tidak ingin ikut campur mengingat kedua orang tua Doni adalah rekan kerjanya, namun ia juga tidak bisa berdiam diri. Apalagi setelah tahu beasiswa Sakti kakak Karina dibatalkan dengan alasan Sakti tidak cukup cakap untuk menerimanya.
"Saya ingin memberikan kamu tugas selama dua minggu ke Semarang. Kamu dan Serena ikut seminar disana dan tugas lapangan. kebetulan acara disana merupakan program bantuan kesehatan dari perusahaan keluarga saya" jelas Kenzo membuat Serena tersenyum karena proyek yang diberikan Dokter kenzo biasanya memiliki uang saku yang cukup besar dan juga pengalaman yang bagus.
"Nikmati waktu kamu disana deang sebaik-baiknya dan kalian berdua silahkan jalan-jalan ketika tugas kalian selesai. jangan sampai stres karena masalah ini. Hmmm... masalah Sakti, suruh dia bertemu Keanu putra saya dan isyaallah Keanu bisa membantunya!" ucap Kenzo membuat Karin tersenyum bahagia.
"Terimakasih Pak!" ucap Karina dan Serena.
__ADS_1
Karina menteskan air matanya dan tersenyum bahagia "Saya pastikan saya tidak akan mengecewakan bapak. tugas yang bapak berikam akan saya laksanakan!" ucap Karina membuat Kenzo menganggukkan kepalanya.
Kenzo menyerahkan surat tugas kepada mereka berdua. "Laporkan kepada HRD saat kalian pergi. semua fasilitas telah disiapkan jadi kalian tidak usah khawatir!" ucap Kenzo membuat Karina dan Serena menganggukkan kepalanya. "Sudah tidak ada lagi yang ingin saya sampaikan dan kalian boleh keluar!" ucap Kenzo.
"Iya Pak kami permisi" ucap Serena.
"Terimakasih Pak" ucap keduanya bersamaan.
"Iya, Kak Sakti harus tahu berita ini!" ucap Karina melangkahkan kakinya dengan cepat mencari keberadaan Kakak sulungnya itu.
Karina mengikuti Karina dari belakang. "Rin jalannya jangan cepat-cepat!" ucao Serena.
__ADS_1
"Gue seneng banget Ren" ucap Karina memperlambat langkah kakinya hingga Serena bisa berjalan beriringan dengannya.
"Iya Gue tahu" ucap Serena. Tapi senang lo ini buat gue curiga".
Karina tersenyum manis "Gue bisa ketemu sahabat gue Ren. Ada Alfa disana dan dia itu baik banget orangnya" ucap Karina.
"Tapi cakep mana Alfa sama Dokter Sakti?" tanya Serena membuat Karina tekekeh.
"Cakep Alfa dong" ucap Karina membuat Serena menyebikkan bibirnya.
"Dasar adek durhaka lo Rin" ejek Serena.
__ADS_1