Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Harus kuat


__ADS_3

Lela tersenyum puas melihat wajah Karinya yang memucat mendengar ucapannya. Karina menghela napasnya. "Jika Ibu mau membuat laporan tentang Alfa saya pun akan melaporkan apa yang dilakukan putra Ibu kepada saya!" ucap Karina.


Lela menatap Karina dengan sinis "Apa yang ingin kamu laporkan? selama ini Doni menyayangi kamu dan dia berusaha menjadi tunangan yang baik untuk kamu!" ucapnya Lela.


"Baik? apa yang dilakukan sama saya itu jahat Bu. Dia bahkan memukul saya jika apa yang dia inginkan tidak ingin saya lakukan. Saya diam selama ini dan itu ternyata salah. Harusnya ibu memeriksakan anak ibu karena saya yakin mental anak ibu terganggu" ucap Karina.


"Kurang ajar sekali kamu Karina!" teriak Lela.


"Saya peringatkan ibu, jika ibu berani macam-macam dengan calon suami saya. Saya akan melaporkan anak ibu dengan tindakan kekerasan dan pelecehan bahkan dia hampir memperkosa saya!" ucap Karina.


"Kamu tidak punya bukti dan saya percaya kepada putra saya Doni, dia tidak mungkin melakukan hal bodoh apalagi ingin memperkosamu!" ucap Lela.


"Asal ibu tahu beberapa hari yang lalu Doni hampir memperkosa saya dan wajar jika calon suami saya memukul Doni. Jika ibu menginginkan bukti saya bisa memberikannya ke pengadilan nanti" tantang Karina. Kesabarannya menghadapi Doni dan keluarganya telah habis. Saatnya ia membela dirinya demi kebahagiaannya.


"Saya tidak menyangka jika mahasisawa kesayangan saya telah menjadi wanita jahat. Kamu tunggu saja, keadilan pasti akan segera datang!" ucap Lela.


"Iya dan saya menantikan keadilan itu dan setelah semuanya terbongkar sebaiknya ibu bersiap untuk hati ibu agar ibu tidak kecewa dengan putra kesayangan ibu. Saya permisi!" ucap Karina segera berdiri dan keluar dari ruangan Lela dengan penuh rasa percaya diri.

__ADS_1


Serena mendekati Karina dan merangkul bahu Karina. "Jadi penasaran Rin, Dokter Lela bilang apa?" tanya Serena.


keduanya saat ini melangkahkan kakinya menuju ruangan Karina "Kita bicarakan diruangan gue aja Ren!" ucap Karina.


"Oke" ucap Serena.


Serena memperhatikan Karina dan ia tahu jika pertemuan yang dilakukan Karina dan Lela tadi pasti memiliki suatu masalah. Apalagi ekspresi Karina terlihat murung dan itu membuat tanda tanya besar dihati Serena. Keduanya sampai diruangan Karina. Serena segera duduk dihadapan Karina.


"Cerita Rin!" ucap Serena membuat Karina menghebuskan napasnya.


"Ibu Lela ingin melaporkan Alfa ke polisi karena Alfa memukul Doni" ucap Karina membuat Serena melototkan matanya.


"Entalah Ren, sekarang gue harus bisa melindungi orang-orang yang gue cintai dan gue harus jadi kuat" ucap Karina membuat Serena tersenyum.


"Tapi lo bales kan ucapan Dokter Lela?" tanya Serena penasaran dengan apa yang diucapkan Karina.


"Iya gue bilang, gue yang harusnya melaporkan Doni!"ucap Karina membuat Serena tersenyum.

__ADS_1


"Nah gitu Rin, jangan diam aja!" ucap Serena.


"Gue nggak akan membiarkan sesuatu terjadi pada Abang Ren" ungkap Karina membuat Serena tersenyum.


"Iya Ri, apalagi lo sebentar lagi menjadi Nyonya Alfa" goda Serena.


"Ren akhirnya gue bisa jadi istrinya Abang, dulu gue berpikir gue nggak akan bisa jadi istrinya Abang bermimpi pun membuat gue takut Ren" jelas Karina.


"Lo dan Alfa berjodoh" ucap Serena.


"Iya dan gue sangat bersyukur Ren" ucap Karina.


"Rin, apapun yang terjadi gue yakin lo bisa menghadapinya Rin tapi jika lo nggak nyerah dan percaya sama Alfa. Lo mulai sekarang harus terbuka Rin karena itu adalah kunci suatu hubungan bisa langgeng" ucap Serena.


"Hahaha lo kayaknya sekarang makin dewasa ya Ren" tawa Karina karena biasanya Serena akan bercerita tentang calon suami bermuka temboknya alias Tama yang selalu bersikap datar dan dingin padanya.


"Itu sebenarnya nasehat dari calon ibu mertua gue Rin hehehe" kekeh Serena.

__ADS_1


tbc...


__ADS_2