Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Akar masalah


__ADS_3

Alfa menghubungi ketiga sahabatnya dan memintanya untuk berkumpul di sebuah cafe yang telah dipersiapkan untuk menjebak pelaku yang sebenarnya. Alfa ingin menyudahi semua ini dan hidup bersama Karina dengan tenang. Ia ingin mengetahui apa alasan yang sebenarnya hingga tersangka tega menyakiti keluarganya.


Alfa menunggu kedatangan Fefin, Algi dan juga Viona. Beberapa menit kemudian Fefin melangkahkn kakinya masuk ke dalam Cafe, ia melihat Alfa yang sudah menunggunya. Fefin tanpa menujukkan senyumnya, ia segera duduk disamping Alfa. Fefin memilih untuk diam karena ia telah mengetahui rencana Alfa dari Riskan.


"Ingat kau harus bersikap normal Fin!" ucap Alfa.


"Iya, lo kira gue gila apa?" kesal Fefin.


Tak lama kemudian Algi datang dan ia tidak datang bersama Viona membuat Alfa dan Fefin mengerutkan dahinya. Menurut informasi keduanya adalah keluarga yang harmonis tapi kenapa Viona tidak datang bersama Algi.


Algi tersenyum dan ia melangkahkan kakinya mendekati Alfa. "Wah Bro tambah keren aja lo," puji Algi dan ia segera duduk disamping Fefin dan berhadapan dengan Alfa. Algi mengulurkan tangannya membuat Alfa menyambut tangan Algi.


Alfa tersenyum "Aku dengar kau tidak bekerja lagi ditempat yang lama Gi?" tanya Alfa membuat Algi terkekeh.


"Iya Al kok tahu?" tanya Algi.


"Kau orang yang terkenal dan pasti beritamu akan segera sampai ditelinga saya, Gi!" ucap Alfa membuat Algi tersenyum senang.


Seorang perempuan cantik mendekati mereka dan ia duduk disamping Alfa dan Algi. "Hai..." ucapnya dan ia tersenyum melihat kedatangan Fefin dan Alfa.


"Kok kalian nggak datang bareng?" tanya Fefin.


"Dia sibuk Fin," ucap Viona sinis menatap suaminya.


"Loh, Karina mana?" tanya Algi.

__ADS_1


"Karina sakit dan dia tidak bisa datang, saya bertemu kalian karena ada yang mau saya bicarakan!" ucap Alfa.


"Lo cerai ya Al sama Karina? pantesan aja Karina nangis tadi telepon gue? kenapa Al? Karina selingkuh?" tanya Fefin membuat salah seorang dari mereka terkejut dan ada juga yang mengangkat sudut bibirnya.


"Iya Fin, Aku marah karena Karina tidak bisa menjaga kehamilannya dan kami kehilangan janin yang dikandung Karina," jelas Alfa.


Viona memegang tangan Alfa membuat Alfa segera menariknya. "Maaf Al, aku hanya mencoba menenangkanmu agar kamu bersabar!" ucap Viona.


"Itu hanya alasanmu karena kau senangkan bersentuhan dengan Alfa?" ucap Algi membuat Viona membuka mulutnya karena terkejut dengan ucapan suaminya.


"Algi kok kamu berpikir seperti ini, ingat aku masih istrimu!" kesal Viona.


Alfa menyunggingkan senyumannya ternyata Fefin cukup pintar membuat Viona dan Algi memperlihatkan keadaan rumah tangga mereka yang tidak harmonis.


"Kalian kenapa sih? Algi, Viona?" tanya Fefin.


Alfa menghela napasnya "Sejak kapan saya dan Viona ada hubungan?" ucap Alfa.


Viona menatap Algi dengan nanar "Setiap kita bertengkar, kau selalu saja mengaitkan masalah kita pada Alfa!" ucap Viona.


Wajah bersahabat yang ditunjukkan Algi tiba-tiba berubah menjadi raut wajah yang mengeras dan terlihat bengis membuat Tama dan Riskan yang memantau mereka dari camera tersebunyi saling berpandangan. Mereka sekarang tahu siapa dalang yang melakukan ini semua.


"Kenapa kau melakukan ini kepada keluarga Karina, Algi?" tanya Alfa membuat Viona bingung.


"Karena dari dulu kau itu pengacau Alfa, kau mengambil semua apa yang aku inginkan!" ucap Algi.

__ADS_1


"Kau boleh menggangguku atau kau bisa mengatakan semua apa yang kau tidak suka dariku Algi, kau tidak perlu melakukan ini semua!" ucap Alfa.


Algi tertawa terbahak-bahak "Hahaha..." Ia menatap Viona dengan tatapan sayang.


"Harusnya aku yang dikirim untuk mengikuti lomba sains matematika itu tapi karena kau lebih tampan, lebih populer dan disukai para guru. Kau yang dipilih mereka."


"Kau sahabatku Algi ketika kau mengatakannya langsung saat itu kepadaku aku pasti akan menolaknya dan memberimu kesempatan untuk mewakili sekolah," ucap Alfa.


"Aku tidak perlu kau kasihani Alfa, aku hanya benci melihat kau yang selalu membayangi hidupku. Kau terlalu bodoh dan tidak menyadari jika Karina mencintaimu. Kau juga telah membuat wanita yang aku cintai tergila padamu hingga dia hamil anakmu," ucap Algi membuat Alfa melototkan matanya."Alvin anak dia kan, Vi?"


"Kamu gila Algi, Alvin anak kamu!" teriak Viona.


"Kalau aku tidak menperkosamu waktu itu apa kamu mau menikah denganku?" tanya Algi membuat Fefin menutup mulutnya karena terkejut dengan ucapan Algi.


Viona mendekati Algi dan menampar wajah Algi. Plak.... Viona meneteskan air matanya karena ia tidak menyangka, selama ini Algi merasa Alvin bukan putranya. Algi tidak pernah mengatakan semua ini saat mereka sering bertengkar. "Demi Tuhan Algi, Alvin anak kita hiks... hiks..." ucap Viona menangis tersedu-sedu.


"Kau memberi nama laki-laki berengsek ini padanya dan meminta anakmu itu menjadi polisi seperti pria brengsek ini!" teriak Algi. "Kau pikir aku tidak tahu? kau juga yang mengirimkan ancaman kepada orang tua Karina saat kita SMA," ucap Algi membuat Alfa tahu ternyata pelakunya adalah Algi dan juga Viona.


"Aku hanya mengancamnya karena dulu aku benci Karina. Karina berpura-pura tidak tertarik pada Alfa. Fefin juga mengatakan kepadaku, kalau Karina sebenarnya menyukai Alfa. Karina penghianat saat itu dan dulu aku memang membencinya!" ucap Viona.


"Hahaha... karena kau membencinya makanya aku melakukan ini semua. Aku juga yang membuat keluarga Karina hancur. Salahkan keluarga mereka yang tamak dan percaya bisnisnya akan berhasil" ucap Algi.


Alfa mendekati Algi dan memukul wajah Algi Bugh... "Saya tidak pernah mencintai Viona apalagi memiliki hubungan dengannya dan menghamilinya!" ucap Alfa.


"Algi, kenapa kau menjadi seperti ini. Alvin itu insial dari nama kita berdua. Algi dan Viona..." lirih Viona.

__ADS_1


"Kalian berdua tidak akan selamat!" ucap Algi menunjuk Fefin dan Alfa.


__ADS_2