
Hari ini Karina pulang pukul lima sore dari Rumah sakit. Ia segera pulang ke Rumah orang tuanya karena Mamanya memintanya untuk pulang lebih cepat. Mobilnya memasuki perkarangan rumah dan Karina memasukan mobilnya kedalam garasi. Ia segera keluar dari mobil sambil membawa tas miliknya. Ia masuk kedalam rumah dan mencium bau masakan yang membuatnya merasa lapar.
"Mama masak apa ya? ini kayaknya masak konro" ucap Karina. Konro adalah makanan khas makasar kesukaan Kakaknya Sakti Mamanya sejak dulu selalu masak makanan kesukaan Sakti dibandingkan masakan kesukaannya. Sebenarnya Karina juga menyukai konro namun setiap makan bersama sang Mama selalu memberikan Sakti yang pertama untuk mencicipi masakannya dibadingkan ia dan Papanya.
"Hampir saja kamu telat, bentar lagi ada teman Mama mau kesini buat makan malam sama kita!" ucap Herlin.
"Tadi ada pasien mendadak Ma!" ucap Karina.
"Ma, Mama masak Ayam bakar madu nggak Ma?" tanya Karina.
"Nggak, Mama hanya masak makanan kesukaan Kakakmu. Kamu kan kalau makan nggak pilih-pilih!" ucap Herlina.
Karina hanya bisa tersenyum, Mamanya bahkan lupa jika ia alergi memakan kepiting. Dulu Mamanya pernah memasak kepiting saos padang membuat sekujur tubuh Karina gatal dan juga Karina muntah-muntah. Saat itu Alam sangat ketakutan dan segera membawa Karina kerumah sakit. Sejak itu Alam melarang Herlin memasak kepiting dirumah mereka, namun ketika Alam bekerja di luar kota Herlin akan memasak kepenting dan memakannya bersama Sakti. Sedangkan Karina hanya memakan mie goreng instan yang dimasak oleh pembantu rumah mereka.
"Ma, Karina ke atas dulu ya Ma!" ucap Karina. Ia segera melangkahkan kakinya menuju lantai dua dimana kamarnya berada. Karina segera membersihkan tubuhnya dan kemudian menghubungi Alfa yang sangat ia rindukan.
"Assalamuaikum Al" ucap Karina.
__ADS_1
"Waalaikumsalam" ucap Alfa.
"Lagi dimana?" tanya Karina sambil membaringkan tubuhnya diranjang.
"Lagi nangkap maling tadi sama Tim" jelas Alfa. "Udah makan?" tanya Alfa.
"Siang udah, sore yang belum" ucap Karina tersenyum membayangkan wajah tampan Alfa.
"Saya dan Tama insyallah akan pindah beberapa hari lagi ke Jakarta. Hmm... kamu senang nggak Rin?" tanya Alfa membuat Karina segera duduk dan tersenyum bahagia.
"Senang banget Al" ucap Karina terdengar begitu bersemangat.
Alfa mendengar helaan napas Karina membuatnya bingung karena sepertinya Karina tidak seantusias saat ia mengatakan jika ia akan segera berpindah tugas ke Jakarta.
"Sepertinya kamu belum siap saya lamar ya Rin?" tanya Alfa dengan nada kecewa membuat Karina menelan ludahnya.
"Siap Al, tapi Mama..." ungkap Karina.
__ADS_1
"Mama kamu kenapa?" tanya Alfa.
"Mama kayaknya nggak setuju sama kamu" ucap Karina sendu.
"Saya akan berusaha mendapatkan restu dari orang tuamu Rin! percaya sama saya!" ucap Alfa menyakinkan Karina. "Rin kenapa nggak cerita kalau Ira pacarnya Doni melempar gelas kepadamu?" tanya Alfa dengan nada yang sepertinya terdengar kesal.
"Aku nggak apa-apa Al" ucap Karina.
"Maaf saya belum bisa melindungi kamu karena jarak!" ucap Alfa.
"Al, nanti kalau aku jadi istri kamu aku ingin ikut kamu kemana aja Al!" jelas Karina karena hatinya saat ini tidak ada tempat untuk laki-laki lain, meski Mamanya akan sangat marah padanya.
"Iya Rin, tentu saja!" ucap Alfa. "Rin nanti saya telepon kamu lagi ya! Soalnya teman-teman saya sepertinya telah menangkap para tersangka" jelas Alfa.
"Iya Al, hati-hati" ucap Karina tersenyum.
"Assalamualikum".
__ADS_1
"Waalikumsalam".
tbc....