Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Lahir


__ADS_3

Kandungan Karina sudah berumur sembilan bulan dan saat ini Karina mulai merasakan sakit sejak semalam. Herlina yang telah menunggu dan menjaga Karina memberikan suport kepada putrinya itu agar bisa menjalani proses melahirkan dengan lancar. Herlina juga sudah menghubungi Ratna dan sore nanti Bagas dan Ratna akan segera sampai ke kota ini.


Alfa terlihat sangat panik karena sejak tadi Karina mengeluh sakit tapi Dokter mengatakan menunggu pembukaan jalan lahir bayi. Alfa terlihat tidak tega melihat istrinya kesakitan.


"Kenapa lahirannya lama Ma?" tanya Alfa kepada Herlina mama mertuanya.


"Pembukaannya belum cukup nak," jelas Herlina.


"Rin gimana kalau kamu dioperasi saja!" ucap Alfa membuat Karina menggelengkan kepalanya karena ia ingin melahirkan secara normal. Namun jika naanti keadaan yang membuatnya harus dioperasi, baru Karina setuju melakukan operasi.


Karina mengelus perutnya karena kontraksi saat ini semakin sering dan membuatnya meringis kesakitan. Alfa lagi-lagi menunjukan raut wajah kahwatirnya melihat istrinya terlihat kesakitan. Sekarang Alfa mengerti bagaimana seorang suami yang terlihat panik melihat istrinya yang kesakitan saat akan melahirkan anaknya. Demi dirinya dan buah hatinya, istrinya berjuang hidup dan mati untuk melahirkan buah hatinya. Sungguh ia sangat mengagumi pernjuangan seorang ibu.


Alfa mengelus lembut perut Karina "Anak Papa sabar ya! mau keluar ya nak? Papa tunggu kamu sayang,tapi jangan lama-lama ya nak kalau mau keluar, kasihan Mama!" ucap Alfa menatap wajah istrinya yang terlihat berkeringat. Alfa membersihkan keringat Karina dengan jemarinya.


"Sakit banget sayang?" tanya Alfa menggenggam tangan Karina.


"Iya Bang sakit banget," ucap Karina membuat Alfa menghela napasnya.


"Abang hanya bisa bantu doa sayang," ucap Alfa.

__ADS_1


"Abang tungguin Karina ya Bang, saat lahiran nanti!" pinta Karina


"Iya sayang, Abang akan ada disamping kamu!" ucap Alfa.


Dokter masuk dan ia memeriksa kondisi Karina. "Hanya bisa satu yang bisa menenmani Nyonya Karina!" ucap Suster itu.


"Suaminya saja Sus, saya akan menunggu diluar!" ucap Herlina.


Karina dipindahkan ke ruang bersalin diikuti Alfa. Saat ini pembukaan Karina telah lengkap. Dokter memberi intruksi kepada Karina agar segera mendorong perlahan dengan menghembuskan napasnya.


"Sejak kapan Rin mengalami kontraksinya?" tanya Dokter Alia yang ternyata mengenal Karina di grup ikatan Dokter Indonesia.


"Suaminya Karina genggam tangan Karina dan batu menyemangati Karina agar bisa kuat saat mengejan!" ucap Dokter Alia.


"Iya Dok," ucap Alfa.


"Ayo Karina tarik napasnya dan hembuskan perlahan!" pinta Dokter Alia.


Karina menarik napasnya dan menghembuskannya dengan pelan. Rasa sakit saat ini membuat napas Karinga terengah-engah. "Huh... hah.. hah... " ucap Karina.

__ADS_1


"Ayo sayang semangat kamu paati bisa!" ucap Alfa.


"Ayo Rin kali ini agak panjang ya Rin mengejannya. Tapi kalau nggak tahan kamu hembuskan napasmu dengan perlahan!" pinta Dokter Alia.


Alfa sangat mencemaskan kondisi Karina sedangkan Dokter Alia tersenyum melihat Alfa terlihat sangat mencintai Karina. Alfa menyeka keringat didahi Karina.


"Ayo sayang kamu bisa!" ucap Alfa.


"Iya Bang," lirih Karina.


"Ayo siap ya Rin, ini kepala bayinya udah kelihatan!" jelas Alia membuat Karina segera menarik napasnya sebanyak-banyaknya dan setelah itu ia menghembuskan napasnya mendorong agar Karina berusaha mengejan.


Karina kembali mengejan keras dan kemudian terdengar suara bayi menangis keras, membuat Alfa takjub mendengarnya.


Selamat datang anak Papa dan Mama...


batin Alfa.


Alfa tersenyum dan ia mencium pipi Karina dengan lembut. "Terimakasih sayang," ucap Alfa.

__ADS_1


__ADS_2