Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
kesan pertama


__ADS_3

Alfa mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu saat mereka duduk dibangku SMA. ia memegang tangan Karina dan kemudian duduk dikursi taman.


flashback


*Karina sebenarnya tidak ingin masuk pramuka namun ketika melihat Fefin dan Viona sangat antusias dengan kegiatan pramuka yang telah mereka ikuti sejak SMP, membuat Karina tertarik. Saat itu mereka duduk di kelas 1 A SMA Harapan jaya. Fefin adalah teman pertama Karina dan ia adalah anak yang ceria dan bermimpi menjadi seorang dokter sama seperti dirinya namun Fefin yang menyukai hewan lebih memilih untuk menjadi dokter hewan.


Saat pertama kali masuk pramuka Karina yang baru saja masuk pramuka harus mengikuti kemah malam keakraban. Acara ini dilakukan dihutan. Perkemahan di bagi menjadi dua perkemahan yaitu perkemahan putri dan perkemahan putra.


"Karin lo dipanggil Kak Evi!" ucap Viona.


"Kenapa ya Vi? Kak Evi kan galak Vi. lo temanin gue ya Vi!" pinta Karina.


"Masa sama Kak Evi aja lo takut sih?" kesal Viona. "Gue mau cari Alfa dan gue mau ngasih ini ke Alfa!" ucap Viona menujuk kue bolu yang ia bawa dari rumah.


Viona adalah salah satu penggemar Alfa. Ia selalu mencari cara untuk mendekati Alfa. Namun Alfa yang terlihat cuek padanya dan terlihat selalu menghindarinya tapi tidak membuat seorang Viona menyerah


"Yaudah aku pergi sendiri aja!" ucap Karina melangkahkan kakinya mencari Kak Evi kakak seniornya yang terkenal galak dan judes.


Karina mendekati Evi yang saat ini menatapnya dengan sinis. "Disini kita diajarkan mandiri, tadi saat pemeriksaan ternyata kamu banyak sekali membawa makanan dari rumah. Kamu meminta ibumu memasak untukmu?" tanya Evi.

__ADS_1


"Nggak Kak, itu Mama Karin yang masukin kedalam tas Karin. Karin baru pertama kali ikut acara beginian Kak jadi Mama Karin yang bantuin Karin menyiapkan persiapan kemah Karin Kak, maaf kak!" ucap Karina.


"Karena ini baru pertama kalinya kamu ikut kemah, jadi saya sebagai kakak senior memaklumi kamu. Tapi, tetap saja kamu harus dihukum!" ucap Evi. Tanpa Karina sadari ada sosok laki-laki tampan yang saat ini mendengar pembicaraannya bersama Evi.


"Kamu sekarang cari kayu bakar di hutan. Kalau kamu tidak berhasil mengumpulkannya, teman satu regumu tidak akan bisa memasak!" ucap Evi menunjuk tempat yang banyak terdapat pohon yang berada didalam hutan.


"I...iya Kak" ucap Karina gugup. Ia menelan ludahnya saat melihat hutan. Sejujurnya Karina sangat takut karena didalam hutan pasti banyak binatang buas.


Gimana kalau gue ketemu ular...


Karina mengambil karung dan dan melangkahkan kakinya masuk kedalam hutan. Evi sengaja melakukan itu semua karena ia kesal dengan gaya sok manja Karina yang menarik perhatian para laki-laki di sekolah mereka. Jika saja para senior lain tahu apa yang dilakukan Evi, Evi pasti akan terkena hukuman. Pergi ke hutan sendiri di jam setengah enam sangat berbahaya karena sebentar lagi gelap dan bisa membuat seseorang akan tersesat didalam hutan.


Karina memunguti beberapa rating yang berjatuhan dan memasukkannya kedalam karung. ia memasuki hutan lebih dalam karena ranting ditempat ini masih sedikit ia dapatkan namun tiba-tiba Karina terkejut saat mendengar suara mendesis dan ia memeluk tubuhnya sendiri karena ketakutan. "Kamu tidak apa-apa?" suara seseorang membuat Karina mengangkat wajahnya dan melihat seseorang yang mengenakan seragam parmuka sama seperti dirinya.


"Iya saya tahu" ucap Karina.


"Udah gelap, kamu bisa mengikuti saya keluar dari hutan!" ucap Alfa. ia mengulurkan tangannya agar Karina berdiri dan mengikutinya.


"Hmmm... kayu bakarnya gimana? aku baru sedikit mengumpulkannya!" ucap Karina.

__ADS_1


"Aku sudah mengumpulkannya untukmu!" ucap Alfa membuat Karina terkejut. "Ayo pulang!" ajak Alfa.


Karina menganggukkan kepalanya dan mengikuti Alfa dari belakang. "Lain kali jangan mau dikerjain orang, kalau ke hutan biasanya kita akan pergi berkelompok dan tidak akan dibiarkan sendirian, kecuali hutan ini aman!" jelas Alfa sambik melangkahkan kakinya menuju jalan keluar dari hutan.


"Iya Al, terimakasih udah nolongin aku! " ucap Karina.


"Aduh..." Karina tersandung akar pohon yang besar membuat lututnya terluka. Alfa menjongkokkan tubuhnya dan melihat luka Karina. ia kemudian membersikan luka Karina dengan saputangan yang ada disaku celananya dan membalutnya.


"Saya tidak membawa obat, kamu masih bisa jalan?" tanya Alfa.


"Masih bisa, Al" ucap Karina. Alfa kemudian mendekati Karina.


"Maaf ya, saya harus memapah kamu. jadi jangan tampar saya kayak di film-film karena mengira saya kurang ajar sama kamu!" ucap Alfa membuat Karina tertawa.


"Hahaha... Iya Al" ucap Karina. Alfa memapah Karina dan sebelah tangannya membawa kayu bakar. "Al kamu suka nonton film ya? kok tahu kalau cewek sering gampar cowok kalau cowok dekat-dekat sama cewek?" tanya Karina.


"Hehehe, saya punya dua adik perempuan. Tiap hari kerjaannya nonton drama romantis. kalau yang satunya lagi berantem rebutan Tv. yang satunya pasti masuk kekamar saya dan nonton dikamar saya pakai laptop milik saya" ucap Alfa mengingat Ayunda dan Adinda.


"Wah seru juga ya punya saudara cewek. Kalau aku Al hanya punya saudara cowok Kak Sakti" ucap Karina. "Al ternyata kamu nggak sependiam yang aku kira" ucap Karina.

__ADS_1


"Makanya Rin jangan suka mengira-ngira yang pasti-pasti aja Rin" ucap Alfa membuat Karina tersenyum*.


Kata-kata itu yang saat ini selalu keduanya ingat. Membuat Alfa dan Karina tersenyum jika mengingat masa-masa SMA mereka. Setiap Karina dalam masalah pasti ada Alfa yang membantunya. Sejak saat itu keduanya menjadi sangat akrab membuat Viona merasa kesal dan mulai menjauhi Karina karena menganggap Karina teman makan teman.


__ADS_2