
Setelah pembicaraannya bersama Guna dan Bagas selesai, Alfa melangkahkan kakinya mencari Karina yang saat ini berada didalam kamar Adinda. Alfa mengetuk pintu kamar Adinda membuat Adinda segera membukanya.
"Kenapa Kak? cari siapa?" goda Adinda. peltak... Alfa menjitak dahi Adinda membuat Adinda kesal.
"Sakit tahu, Mbak pangeran mahkota anaknya Pak Bagas mau ketemu!" ucap Adinda membuat Karina terkekeh.
"Kakak dan Mbak bicara diluar aja, tapi jangan dikamar ya nanti malah buat dosa!" ucap Adinda membuat Alfa melototkan matanya kepada adik bungsungnya itu. "Heheheh... maaf ya Kak becanda!" ucap Adinda.
"Ayo Rin, Abang mau bicara sama kamu!" ajak Alfa mengulurkan tangannya kepada Karina membuat Karina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Giliran sama Mbak Karina widih lembut banget, kalau sama adiknya galak banget" kesal Adinda.
Raka mengajak Karina menuju teras belakang dan keduanya memilih duduk di ayunan. Karina menghela napasya melihat wajah Alfa yang lebam "Bang, aku ambilin obat dulu ya bang!" ucap Karina.
__ADS_1
"Iya Rin" ucap Alfa.
Karina segera melangkah kakinya menuju kamar Ayunda yang saat ini ia tempatinya untuk sementara. Ia mengambil kotak obat yang ada didalam laci dan segera melangkahkan kakinya dengan cepat mendekati Alfa. Karina kembali duduk disamping Alfa dan ia segera mengobati pipi Alfa.
Alfa tersenyum karena wajah Karina sangat dekat dengan wajahnya sekarang. Karina menyadari tatapan Alfa padanya membuatnya malu dan menundukkan kepalanya. "Jangan liatin aku kayak gitu Bang!" ucap Karina pelan membuat Alfa tersenyum karena suara Karina terdengar sangat merdu ditelinganya. "Bang kok ketawa? nggak sakit apa Bang?" tanya Karina. Ia mengoleskan obat ke pipi Alfa namun saat jari Karina ingin menyetuh luka dibibir Alfa membuat Alfa menarik tangan Karina.
"Sudah cukup Rin!" ucap Alfa membuat Karina gugup dan segera menurunkan tangannya. "Saya nggak mau kalau saya meminta lebih nanti" ucap Alfa membuat wajah Karina memerah karena malu karena mengerti maksud Alfa yang ingin menciumnya.
"Wajah Abang kenapa bisa begitu?" tanya Karina.
"Nggak ada luka yang lain kan Bang?" tanya Karina membuat Alfa terkekeh.
"Hehehe... kamu udah lupa kerjaan Abang apa Karin?" tanya Alfa membuat Karina menatap Alfa dengan tatapan lembut.
__ADS_1
"Tetap aja aku khawatir Bang!" jujur Karina.
Alfa mengacak rambut Karina membuat Karina kembali mengingat masalalu karena Alfa sangat sering mengacak rambutnya ketika mereka duduk dibangku SMA. "Nggak usah khawatir Rin, Abang sudah terbiasa begini. Nanti kalau Abang kena tembak atau dikirim untuk melindungi negara kamu harus siap menerima apa yang terjadi sama Abang Rin" ucap Alfa membuat Karina menatap Alfa dengan mata berkaca-kaca kemudian ia menganggukkan kepalanya.
"Iya Bang" ucap Karina.
"Hmm... akad nikah kita mungkin tidak mewah dan hanya dihadiri keluarga inti kita saja. Abang minta maaf ya Rin, jika Abang belum bisa membuat acara yang mewah saat akad nikah kita. Nanti jika semua keadaan telah membaik Abang akan berusaha mempersiapkan acara resepsi untuk meresmikan pernikahan kita. Lusa acaranya akad nikahnya akan dilasanakan!" jelas Alfa membuat Karina tersenyum bahagia.
"Terimakasi Bang, asal bisa bersama Abang tidak diadakan resepsi juga tidak apa-apa!" ucap Karina membuat Alfa memeluk Karina dengan erat namun tiba-tiba suara batuk membuat kedua canggung dan segera melepaskan pelukannya.
"Alfa belum sah!" ucap Bagas membuat Adinda dan Ratna yang saat ini sedang mengintip Alfa dan Karina terkekeh.
"Ma besok mata Mama, Papa dan mata Adinda tumbuh bisul karena ngintipin Kak Alfa dan Mbak Karina hahaha" tawa Adinda membuat Karina menundukan kepalanya karena malu.
__ADS_1
tbc...