Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Jangan paksa Karin Ma!


__ADS_3

Herlina menarik kasar tangan Karina. Ia kesal. karena ia telah bersusah payah mencarikan Karina jodoh yang mapan. Apalagi Pak Jhoni Ayahnya Samuel ini, merupakan pengusaha kaya raya dan pastinya bisa membantu usaha keluarga mereka.


"Karina kamu ini maunya apa?" tanya Herlina kesal. "Harusnya kamu tersenyum manis dan coba deh tarik simpati nak Samuel biar dia merasa, kamu itu cocok menjadi istrinya!" ucap Herlina kesal dengan sikap Karina.


"Ma, Karin nggak mau nikah sama dia Ma! Karina sudah punya calon" jujur Karina.


"Siapa calon suami kamu? kamu ini nggak tahu diri banget ya Rin. Mama yang udah ngebesarin kamu sampai kamu sukses kayak gini. Kalau nggak karena Mama kamu mau jadi apa?" ucap Herlina sinis.


"Ma, sebenarnya Mama itu sayang apa nggak sih sama Karin?" tanya Karina menahan air matanya.


"Mama sayang sama kamu, makanya Mama ingin yang terbaik untuk kamu Karina!" ucap Herlina.

__ADS_1


Karina menggelengkan kepalanya "Karina nggak bisa ikutin maunya Mama kali ini! Karina sayang sama Alfa Ma!" jelas Karina.


"Alfa anak Ratna itu? dia yang kamu mau?" tanya Herilina. Karina menganggukkan kepalanya membuat Herlina menghembuskan napas kasar.


"Kamu tinggal pilih Mama atau Alfa! Kalau kamu pilih Alfa lebih baik kamu pergi dari rumah ini!" ucap Herlina menatap Karina tajam. "Kamu jangan harap mendapatkan restu dari Mama, Karina!" ucap Herlina melangkahkan kakinya meninggalkan Karina yang saat ini meneteskan air matanya.


"Karina!" panggil Alam dari ruang makan, membuat Karina segera menghapus air matanya dengan jemarinya. Karina berusaha menunjukkan senyum palsunya agar Sakti dan Papanya tidak tahu jika ia baru saja menangis.


Karina melangkahkan kakinya menuju ruang makan dan ia melihat sosok Herlina dengan isyarat mata memintanya untuk duduk di sebelah Samuel. "Ayo semua kita makan, Pak Jhoni jangan sungkan mencicipi masakan istri saya!" ucap Alam sambil tersenyum ramah.


Mereka semua menyatap makananya sambil bercanda. Sakti juga terlibat pembicaraan bersama Samuel. Sosok Samuel memang terlihat cerdas tapi sepertinya tidak cocok dengan Karina yang lemah lembu. Apalagi Karina terlihat tidak tertarik dengan Samuel. Dari pembicaraan Retno dan Herlina, Sakti dapat menyimpulkan keinginan keduanya untuk segera menikahkan Karina dan Samuel.

__ADS_1


Semuanya telah selesai makan malam, saat ini Alam mengajak mereka semua bersantai di ruang tamu. Sejak tadi Alam dan Jhoni sibuk membicarakan bisnis, maka saat ini Herlina ingin mereka membahas tentang maksud dirinya dan Retno untuk menjodohkan Karin dan Samuel.


"Hari ini sebenarnya kita bukan hanya acara makan malam biasa, karena aku dan jeng Retno berencana untuk menjodohkan Karina dan Samuel" ucap Herlina membuat Alam menatap istrinya itu dengan terkeju.


"Iya apalagi aku jeng Herlin, udah nggak sabar nimang cucu hehehe" kekeh Rertno.


Alam sama sekali tidak. mengetahu tujuan iatrinya mengajak keluarga Jhoni untuk makan malam bersama. Perusahaanya memang membutuhkan suntikan dana karena Alam berencana untuk mengembangkan bisnisnya. Ia kira istrinya akan membantunya membujuk suami sahabatnya untuk membantunya tapi bukan dengan cara menjual kebahagian putrinya. Apalagi Alam bisa melihat Karina sama sekali tidak menyukai Samuel.


"Kalau bisa Jeng Herlin pernikahan mereka dipercepat biar aku ada temannya dirumah. Karina kalau nggak mau kerja nggak apa-apa nak, soalnya Samuel kan sering pergi keluar kota dan kamu bisa ikut samuel nantinya!" jelas Retno membuat Karina menundukkan kepalanya.


"Nak Samuel gimana? udah ketemukan sama putri bungsu Tante, Tente kemarin kan bilang sama nak Samuel kalau putri Tante ini cantik" ucap Herlina.

__ADS_1


*Ma, Karin nggak mau sama Samuel dan Mama jangan paksa Karina lagi Ma...


batin Karina*.


__ADS_2