
Alfa dan Tama akhirnya sampai ke Jakarta. Sejujurnya Alfa sangat merindukan keluarganya dan tentu saja ia juga merindukan Karina yang saat ini sedang menunggunya. "Kita ketempat Riskan saja Al, kalau ke rumah kita, kita nggak enak bangunin orang tua kita!" ucap Tama melihat jam tangannya yang telah menunjukkan pukul dua belas malam.
"Yaudah ayo!" ucap Alfa membuat Tama mengemudikan mobilnya menuju rumah sahabat mereka yang bernama Riskan. Riskan merupakan kakak tingkat mereka di Taruna namun ia tidak suka Tama dan Alfa bersikap formal ketika mereka bertemu.
"Al udah hubungin Karina kalau kita sudah sampai?" tanya Tama.
"Udah, kamu nggak hubungi Serena?" tanya Alfa.
"Nggak, saya jarang menghubungi Serena kalau nggak terlalu penting!" ucap Tama membuat Alfa tersenyum.
"Tama kamu jujur sama saya, kamu suka kan sama Serena?" tanya Alfa. Ia sebenarnya tidak ingin menanyakan tentang perasaan sahabatnya ini kepada tunangangan jika bukan permintaan Karina.
"Iya, tapi saya tidak mau terlihat bodoh didepan dia karena terlihat menyukai dia yang jelas-jelas akan menjadi istri saya!" ucap Tama membuat Alfa mengendikan bahunya dengan sikap Tama.
"Jadi setelah ini kamu mau langsung akan menikahi Serena?" tanya Alfa.
"Iya saya sedang mengurus berkasnya setelah penempatan kita disini sudah jelas!" ucap Tama. "Bagaimana denganmu Al?" tanya Tama.
"Saya harus mendapatkan restu dari keluarga Karina. Terutama Tante Herlina Mamanya Karina yang tidak menyetujui saya menikah dengan Karina" jelas Alfa.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian mereka sampai disebuah rumah yang cukup besar. Alfa menghubungi sosok pemilik rumah dan tak lama kemudian sosok itu datang membuka pintu pagar dengan lebar dan Tama segera mengemudikan mobilnya masui kedalam halaman rumah.
"Loh ini mau kemana Ris?" tanya Alfa saat melihat pakaian preman yang dipakai Riskan.
"Mau razia di club dapat berita dari mata-mata katanya ada transaksi disana" jelas Riskan.
Alfa dan Tama turun dari mobil dan mendekatai Riskan "Bini lo lagi bobok?" tanya Tama membuat Alfa terkekeh.
"Bini siape? bini tetangga?" kesal Riskan membuat keduanya kembali terkekeh.
"Hehehe Bang numpang bobok ya!" ucap Alfa.
Alfa dan Tama mengikuti langkah kaki Riskan masuk kedalam rumah dan keduanya saling bertatapan ketika melihat rumah Riskan yang besar terlihat kosong tanpa perabotan yang menghiasi rumah ini.
"Rumah besar tapi kosong melompong!" ejek Tama.
"Wah lo Tam, Nggak terimakasih banget sama gue, malah ngejekin gue. Kalau gue nggak ngerahasiain keberadaan lo sama fans-fans lo pasti hidup lo di Semarang nggak bakal tenang!" Ucap Riskan.
"Apalagi lo Al, kalian itu punya fans banyak banget tapi nggak mau buat media sosial dasar aneh!" ucap Riskan.
__ADS_1
Riskan adalah pembuat fans club untuk Tama dan Alfa hingga IG mereka pun yang mengelolanya adalah Riskan. Riskan itu bagaikan manajer tak kasat mata yang mengelolah kedua akun mereka berdua.
"Bang berhenti upload foto gue di IG soalnya gue udah punya tunangan dan nggak enak dengan Pak Idris kalau tahu foto gue jadi konsumsi publik" ucap Tama.
"Pak Idris siapa?" tanya Riskan.
"Pak kapolda Ris" ucap Alfa membuat Riskan membuka mulut.
"Gila bakalan jadi mantunya Pak Idris lo Tam?" tanya Riskan.
"Iya makanya saya pindah ke sini karena calon istri saya ada disini!" ucap Tama membuat Riskan kesal karena lagi-lagi juniornya akan melangkahinya. Sebenarnya ia hanya sangat sibuk sampai lupa mencari kekasih dan memilih jomblo setelah putus dengan pacarnya tiga tahun yang lalu.
"Al, kata Tama adik lo cantik-cantik kasih gue satu ya!" pinta Riskan.
"Usaha Ris, cari di Club!" ucap Alfa.
"Astagfirullah Al lo tega banget sama gue!" ucap Riskan kesal.
**Rencana aku mau Karina dan Alfa juga bisa update sehari dua kali. Jangan lupa vote dan jempolnya!
__ADS_1
Terimakasih**...