Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Keinginan Karina


__ADS_3

Karina saat masih sering melamun saat melihat Ghavin putra Ayunda dan juga Felisa putri angkat Adinda dan Raka. Adinda adiknya Alfa telah menikah dengan Raka Candrama yang merupakan Om dari Gunadarma suami Ayunda. Alfa terkadang ingin tertawa karena walapun Raka dan Guna lebih tua darinya keduanya tetal harus menghormatinya karena ia adalah Kakak kandung dari istri mereka. Kedua adiknya berhasil memikat kedua laki-laki dari keluarga Candrama yang sangat kaya raya itu. Tapi kebahagiaan adiknya Adinda, terusik saat mereka pergi liburan bersama beberapa hari yang lalu. Adinda diculik oleh Brian yang merupakan seorang mafia yang taat hukum.


Brian orang yang dihormati di kepolisian dan juga orang yang sangat berbahaya.


Meskipun ia terkenal kejam, namun ia adalah dari kalangan mafia putih yang sering memberi informasi tentang penyeludupan dan juga perdangan manusia. Dulu keluarga Brian memang tekenal kejam dan tak segan saling membunuh walaupun mereka keluarga inti atau bahkan kerabat jauhnya untuk memperebutkan harta. Tapi semenjak Brian yang menjadi kepala keluarga, si jenius itu telah merubah bisnis mereka. Walaupun terkadang ada banyak kasus yang melibatkan dirinya namun Brian selalu berhasil lepas dari jeratan hukum.


"Abang, mau kemana?" tanya Karina.


"Mau pergi menyelamatkan Adinda," jelas Alfa.


"Ada-ada aja cobaan yang harus keluarga kita hadapi ya Bang, Karin khawatir Bang," ucap Karina membuat Alfa tersenyum.


"Abang yakin semua akan baik-baik saja. Brian bukanlah orang yang jahat tapi tetap saja Abang khawatir dengan keadaan Adinda," jelas Alfa.


"Kasihan Ayunda yang sekarang sedang sakit memikirkan Adinda."

__ADS_1


"Iya, Abang titip Ghavin dan Felisa. Abang yakin kamu dan Vivian bisa belajar menjaga anak-anak sebelum kalian memiliki anak sendiri nantinya!" ucap Alfa membuat Karina tersenyum.


Apa Karina bisa diberikan kesempatan lagi untuk hamil Bang?


Batin Karina.


Alfa tahu istrinya sangat mengharapkan kehadiran anak di Rumah tangganya. Apalagi Felisa membuat Karina banyak tersenyum saat ini. Felisa memangis jika mengingat Raka dan Adinda namun Karina yang lembut bisa mengalihkan pikiran Felisa agar Felisa menghentikan tangisnya. Walaupun Felisa akan kembali menangis dan ia segera menghubungi Raka Ayahnya.


"Abang pergi Karina" ucap Alfa mencium dahi Karina dengan lembut. Alfa segera melangkahkan kakinya menuju mobilnya bersama Raka dan yang lainya. Karina menatap kepergian Alfa dengan jantung yang berdetak kencang. Setiap Alfa akan pergi bertugas ia akan merasa khawatir apalagi saat ini Alfa akan pergi menuju rumah mafia yang bernama Brian. Seorang pembisnis kaya raya berkedok mafia.


"Mereka sudah pergi?" tanya Farhan.


"Iya Kek," ucap Karina sambil memeluk Felisa dan mengelus kepala Felisa.


"Kalau udah ingat Bundanya begitu dia Rin," ucap Farhan. Dulu jika Vivian menangis akan ada pengasuh yang menenangkannya dan kemudian setelah Vivian kecil tenang, Farhan akan memberikan mainan kepada Vivian. Tapi Felisa sangat susah dibujuk dan jika mengingat Bundanya yang diculik selama seminggu ini membuat Felisa menangis karena rindu bila mengingatnya. Untung saja ada Karina yang bisa menenngkannya.

__ADS_1


"Kek Karina bawa Felisa ke ruang bermain ya Kek!" ucap Karina.


"Iya Rin," ucap Farhan.


Karina membawa Felisa ke ruang bermain dan ia menudukan Felisa disebuah kursi belajar anak-anak. Karina duduk dihadapan Felisa, ia tersenyum melihay Felisa. Karina menghapus air mata Felisa dengan jemarinya "Main sama Mama Karin dulu ya nak. Bundanya Felisa sebentar lagi pulang!" jelad Karina.


"Mama nggak bohong?" tanya Felisa.


"Nggak bohong kalau bohong hidung Mama bakal mancung kayak pinokio," jelas Karina membuat Felisa tersenyum.


Karina mengajarkan Felisa menggambar dan ia juga mengajak Felisa bernyanyi. Karina tertawa gembira karena Felisa adalah anak yang lucu. Tanpa sadar ia meneteskan air matanya karena haru. Karina memeluk Felisa dengan erat dan menahan isakannya. Ia berdoa agar Adinda bisa segera pulang dan Felisa bisa bertemu dengan Adinda. Tapi setelah Adinda pulang Felisa pasti tidak akan membutuhkannya lagi, membuatnya merasa sangat sedih. Kehadiran Felisa membuat sifat keibuannya muncul dan ia sangat bahagia hanya dengan bermain bersama Felisa.


Karina tahu ia tidak akan bisa membawa Felisa tinggal bersamanya, karena sedekat apapun Felisa padanya, Felisa akan lebih menginginkan tinggal bersama Adinda. Karina telah mendengar dari Alfa jika kemungkinan besar Alfa akan pindah tugas di luar daerah. Sebagai seorang istri Karina akan mengikuti Alfa kemana pun Alfa pergi termasuk keluar dari Rumah Sakit tempat ia bekerja.


Felisa terlihat mengantuk dan Karina mendekati Felisa dan menggendong Felisa laku membaringkan Felisa diatas kasur tipis diruang bermain ini. Karina ikut berbaring disamping Felisa dan ia mengelus kepala Felisa dengan lembut. Ia telah jatuh hati pada malaikat kecil yang cantik dan lucu ini.

__ADS_1


Andai saja aku bisa membawamu tinggal bersamaku nak...


__ADS_2