
Setelah makan siang bersama, Serena ingin pergi ke Mall karena ada sesuatu yang ingin ia beli. sebenarnya Alfa ingin mengajak mereka ke air terjun, tapi karena nanti malam ia dan Tama ada dinas malam sehingga keduanya tidak bisa berpergian jauh.
Saat ini mobil mereka telah berada di parkiran Mall setelah menempuh perjalanan sekitar sepuluh menit. Mereka turun dari dalam mobil. Jika Alfa masih terlihat seperti seorang polisi dengan rambut cepaknya tidak dengan Tama yang terlihat seperti boy band walau tanpa aksesoris ditelinganya atau memakai pakaian ala-ala pria korea.
Alfa dan Karina melangkahkan kakinya beriringan sedangkan Karina saat ini ada di belakangnya. "Kalian tunggu disini ya, biar Tama nemenin aku belanja dulu!" ucap Serena membuat Tama mengerutkan dahinya namun ketika Serena memberikan kode agar membiarkan Alfa dan Karina berduaan akhirnya Tama mengikuti Serena masuk ke sebuah toko.
Alfa mengajak Karina duduk di salah satu toko kue dan ia memesan tiramisu cake dan segelas teh, sedangkan untuk dirinya Alfa membeli segelas kopi. Alfa membawa makanan yang ia pesan ke atas meja dan kemudian duduk dihadapan Karina.
"Sekarang kamu masih bekerja dirumah sakit yang lama?" tanya Alfa. Karina dan Alfa masih sering memberi kabar sebelum Alfa tahu jika Karina saat itu akan menikah.
"Masih Al, makanya terkadang aku harus tebal telinga karena gosip tentang aku!" jelas Karina.
"Jangan dimasukkan kehati mengenai gosip-gosip itu. kamu harus kuat dan yakin jika apa yang terjadi itu adalah cobaan untuk mendapatkan suatu kejutan yang luar biasa yang akan kamu dapatkan nanti! " ucap Alfa membuat Karina tersenyum.
"Kadang kalau lagi sendiri aku kangen sama kamu Al" ucap Karina tanpa sadar dan ia merutuki kebodohanya karena mengatakan hal itu langsung kepada Alfa.
__ADS_1
"Sama, saya juga kangen sama kamu, kangen jemput kamu saat kamu les, saya juga kangen ngelihat kamu kesal karena ulah teman-teman perempuan yang marah ketika saya bilang kamu pacar saya Rin. Hmm... sebenarnya kalau dipikir-pikir dulu itu kita kayak pacaran ya Rin!" ucap Alfa membuat Karina menganggukkan kepalanya. "Kalau diingat lucu juga, kita itu sahabatan tapi dikira pacaran!" ucap Alfa.
Kalau lo ngajakin gue pacaran sekarang Al gue mau.
"Al kamu beneran nggak punya pacar?" tanya Karina.
Alfa menggelengkan kepalanya "Nggak punya" jujur Alfa.
"Kenapa?" tanya Karina.
Alfa menghela napasnya "Pengenya ngajakin perempuan yang mau saya seriusin jadi istri dan langsung mengajaknya menikah tanpa pacaran. Tapi saya nggak yakin dia mau diajak nikah" jelas Alfa.
"Karena orang yang saya inginkan itu selalu menganggap saya hanya sahabat tanpa mau mencoba menaikkan statusnya menjadi lebih dari sahabat!" ucap Alfa.
Apa mungkin gue? hehehe grrr banget sih gue jangan-jangan si Fefin atau temannya di tempat kerja.
__ADS_1
"Siapa Al, aku jadi penasaran!" ucap Karina.
Hanya kepada Alfa teman sebayanya Karina selalu memanggil aku kamu. Sejak dulu Alfa tidak suka Karina berbicara dengannya gue lo. Alfa juga pernah memintanya memanggil Alfa, Kakak atau Aa tapi bagi Karina dulu itu sangat menggelikan dan ia menolak memanggil Alfa Kakak atau Aa. Sebenarnya dalam hati kecil Karina saat itu, ia mau memanggil Alfa Kakak tapi ia tidak ingin diejek teman-teman satu kelasnya karena ketahuan memanggil Alfa dengan Kakak.
"Kamu beneran mau aku kenalin siapa orangnya?" tanya Alfa.
"Iya mau!" ucap Karina tersenyum manis.
"Dia itu cantik dan baik. Dia punya seorang Kakak yang tegas hingga waktu itu saya dan Kakaknya pernah bertengkar hebat" ucap Alfa mengingat masa lalu.
"Kenapa Al bertengkar sama Kakaknya?" tanya Karina.
"Karena saya mengajak adiknya pura-pura pacaran sehingga adiknya di bully disekolah oleh perempuan yang menyukai saya" ucapan Alfa membuat Karina terkejut.
"Kamu beneran mau ngajakin dia serius?" tanya Karina pelan.
__ADS_1
"Iya... Karina saya tidak pernah seserius ini" ungkap Alfa.
tbc...