
Mobil berhenti disebuah rumah yang megah. Serena tidak menyangka jika keluarga Tama sekaya ini. Apalagi melihat pakaian yang Tama gunakan bukanlah pakaian bermerek yang harganya jutaan rupiah. Tama telihat sederhana dan tidak menunjukkan tanda-tanda dari keluarga kaya pada umunya. Satpam tersenyum senang saat melihat kehadiran Tama. Ia segera membuka pintu pagar dan mempersilahkan Tama dan Serena masuk.
Sosok wanita parubaya tersenyum melihat kedatangan Serena dan Tama. "Aduh mantu Mami udah datang, ayo masuk nak!" ucapnya mendekati Serena dan mencium pipi kanan dan kiri Serena. Lita sangat bahagia karena akhirnya ia akan segera berbesanan dengan sahabatnya.
Sementara itu Alfa yang berada dirumahnya memutuskan untuk segera menemui Karina karena khawatir Karina yang berada sendirian di Apartemen.
"Ma, Alfa pergi dulu ke Apartemen Karina Ma!" ucap Alfa.
"Kamu belum menceritakan sama Mama Alfa, kamu hanya bilang mau menikahi Karina sama Mama!" ucap Ratna.
"Iya Ma, nanti Alfa ceritakan semuanya sama Mama!" ucap Alfa sambil memakai kemejanya.
"Al, ingat ya nak Mama paling nggak suka anak-anak Mama main rahasiaan sama Mama. Selalu Mama ingatin sama Ayunda dan Adinda untuk cerita sama Mama. Mama selalu memberikan kalian kebebasan termasuk saat kalian memilih pekerjaan apa yang kalian inginkan!" ucap Ratna.
"Iya Ma, Alfa tahu. Oke Alfa tahu pasti ada yang mau Mama ceritain ke Alfa! " ucap Alfa karena sepertinya masalahnya dan Karina telah diketahui Mamanya.
__ADS_1
Alfa pulang dari rumah Riskan sekitar jam delapan pagi dan ia belum bertemu kedua adiknya pagi ini karena kesibukan keduanya. Ayunda telah menikah dengan Gunadrama tetangganya sedangkan Adinda telah pergi pagi-pagi sekali ke kampusnya.
Alfa tersenyum melihat keseriusan Mamanya yang menunggu cerita darinya. "Al Mama lagi serius nungguin kamu cerita e... kamu malah becanda!" kesal Ratna.
"Hehehe...Mama kalau mukanya cemberut gitu, nanti cepat tua lo Ma!" goda Alfa membuat Ratna tersenyum dan mencubit lengan Alfa. "Hehehe becanda Ma. Hmm...kalau dilihat dari tingkah Mama sepertinya telah terjadi sesuatu sama Mama yang belum Mama ceritakan ke Alfa!" ucap Alfa membuat Ratna menghela napasnya.
"Kalau sama kamu Mama memang nggak bisa merahasiakan sesuatu ya Al" ucap Ratna tersenyum menatap wajah tampan putra sulungnya yang sangat ia banggakan ini.
"Cerita dong Ma!" ucap Alfa mencium punggung tangan Ratna dan kemudian meletakan tangan Ratna ke dadanya.
"Hahaha... Mama sih serius banget mukanya" goda Alfa.
"Sebenarnya Mama lagi kesel Alfa" jujur Ratna membuat Alfa penasaran.
"Kesal kenapa Ma?" tanya Alfa.
__ADS_1
Ratna menghembuskan napasnya "Jeng Herlina Mamanya Karina bilang sama teman-teman Mama arisan. Kalau kamu membawa lari putrinya Karina terus... ".
"Terus apa Ma?" tanya Alfa.
"Jeng Retno juga ngamuk ke Mama katanya gara-gara kamu Karina menolak anaknya yang mau dijodohkan sama Karina. Dia juga nyebar gosip yang bikin Mama sakit hati Alfa, masa dia bilang kamu udah ngehamili Karina" ucap Ratna menatap Alfa sambil menahan air matanya agar tidak menetes namun ketika Alfa memeluknya tangis Ratna pecah.
"Udah Ma, Alfa kan nggak seperti itu. Ceritannya yang sebenarnya bukan seperti yang mereka katakan!" jelas Alfa.
"Hiks...hiks... tetap aja Mama kesal Al, Mama itu tahu siapa anak Mama. Kamu itu mandiri, sholeh dan jujur. Kamu nggak akan ngebawa lari anak orang apalagi menghamilinya" ucap Ratna.
"Maafin Alfa ya Ma, Alfa juga belum mendengar cerita dari Karina langsung Ma. Nanti setelah Alfa ketemu Karina, Alfa akan jelaskan semuanya sama Mama!" jelas Alfa.
"Iya Al, Mama kesel aja kamu di bilang nggak bermoral padahal kamu polisi, itu bisik-bisik yang Mama dengar!" ucap Ratna.
"Mama kan percaya sama Alfa jadi Mama jangan mau terpengaruh sama gosip yang nggak bener!" ucap Alfa membuat Ratna menghapus air matanya dan segera memeluk Alfa dengan erat.
__ADS_1
tbc...