Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Siapa dalangnya?


__ADS_3

Alfa meminta Riskan dan Tama membawa mereka yang berhasil ditangkap ke Kantor polisi. Alfa, Guna dan Bagas saat ini sedang berada didalam mobil Guna. Mereka segera pulang ke rumah. Beberapa menit kemudian mereka sampai di Rumah dan turun dari mobil.


"Gun, ada yang ingin saya bicarakan sama kamu dan Papa" ucap Alfa. Sejak tadi didalam mobil Alfa masih memikirkan kemungkinan pelaku yang memerintahkan mereka untuk mengancamnya, jika itu Doni pasti Doni menginginkannya mati tapi ia sempat mendengar jika para pelaku dilarang menyakitinya.


Mereka bertiga memutuskan untuk masuk kedalam rumah dan duduk diruang tamu. Adinda melangkahkan kakinya mendekati mereka dan ia terkejut saat melihat wajah Alfa yang lebam. "Habis main tinju-tinjun Kak? kok mukanya kayak gitu?" tanya Adinda. Adinda adalah adik bungsu Alfa dan saat ini ia sedang kuliah S2 di sebuah Universitas terkenal dikota ini. Adinda duduk disebelah Alfa dan menatap wajah Alfa sambil meringis "Ihhh... Kalau berkelahi lindungi dong Kak mukanya kan jadi nggak cakep lagi! ini karena apa Kak" ucap Adinda penasaran.


"Mau tahu aja kamu Din, ini tadi ada sedikit masalah dijalan" ucap Alfa.


"Jadi beneran berkelahi, Papa...nggak apa-apa?" tanya Adinda, ia segera mendekati sang Papa dan menatap seluruh tubuh Papanya itu. Adinda memeluk Bagas dengan erat. "Alhamdulilah Papa Dinda nggak apa-apa" ucap Adinda membuat Bagas tersenyum dan mengelus kepala Adinda dengan sayang.


"Din, buatin Papa dan kakak-kakak kamu kopi ya!" pinta Bagas.


"Oke Bos Papa!" ucap Adinda segera melangkahkan kakinya menuju dapur.

__ADS_1


Alfa menghembuskan napasnya "Alfa masih bingung siapa pelakunya Pa" ucap Alfa.


"Tadi kata Riskan mereka sudah mengaku kalau mereka suruhan Doni" ucap Bagas.


"Hmm...Saya juga yakin bukan Doni Om. Soalnya saat Kak Alfa menceritakan tentang Doni, saya meminta beberapa orang untuk mengawasi gerak-gerik Doni" Jelas Guna.


"Kalau yang sering mengancam Karina, Alfa yakin itu Doni tapi tadi sepertinya bukan Doni" ucap Alfa yakin dengan dugaannya saat ini.


"Al coba kamu pikirkan apa ada orang selain Doni yang tidak menyetujui kamu menikah dengan Karina!" ucap Bagas.


Karina membawa tiga piring kue sedangkan Adinda membawa tiga cangkir kopi untuk mereka. Karina meletakan kue keatas meja dan saat matanya bertemu dengan mata Alfa ia terkejut ketika melihat pipi Alfa yang lebam.


"Nanti kita bicarakan berdua ya Rin!" ucap Alfa, ia bisa menebak apa yang sedang dipikirkan Karina saat ini. "Din ajak Mbakmu ke atas!" pinta Alfa karena ia tidak ingin Karina khawatir jika mendengar pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Iya Kak" ucap Adinda segera mengajak Karina untuk mengikutinya ke lantai dua.


Bagas bisa melihat raut wajah khawatir Alfa yang saat ini sedang berpikir keras. "Guna bisa bantu mengawasi keselamatan Om Alam ketika Om Alam akan datang ke acara akad nikah kalian Kak" ucap Guna. Ia akan memerintahkan para bodyguard untuk menjaga Alam dan Sakti.


"Makasi Gun, memang saya sangat membutuhkan bantuanmu!" ucap Alfa. Alfa tidak ingin teman-teman kantornya terlibat masalahnya karena ini adalah masalah pribadinya.


"Akad nikah Alfa nggak bisa Pa diadakan dirumah, Alfa khawatir dengan keselamatan keluarga kita. Hmm... Pa akad nikahnya bisa nggak diadakan siang hari?" tanya Alfa.


"Bisa maksud kamu jam satuan Al?" tanya Bagas.


"Maksud Alfa jam dua belas tempat saat jam makan siang dan akad nikahnya diadakan disebuah Restauran Pa. Alfa yakin Alfa akan dikuti mereka jadi Alfa dan Karina akan datang dengan penyamaran Pa" ucap Alfa.


"Itu ide yang bagus Kak" ucap Guna, Bagus menganggukan kepalanya setuju dengan rencana Alfa.

__ADS_1


tbc...


__ADS_2