
Serena merasa ada yang tidak beres dengan mobil yang ada dibelakang mereka, ia memperhatikan mobil itu membuat Karina juga melihat kebelakang. Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi dan menjauh dari taksi yang Karina dan Serena tumpangi membuat Serena bernapas lega.
"Kenapa Ren?" tanya Karina penasaran melihat Serena melihat kebelakang.
"Mobil tadi kayak lagi ngikutin kita Rin, makanya gue ngelihat ke belakang tapi sepertinya gue aja yang parno" ucap Serena.
"Ren, lo membuat gue takut aja. Memang kenapa lo sampai berpikir mobil itu mengikuti kita?" tanya Karina.
"Bisa saja Doni kan Rin didalam mobil tadi, dia kan terobesesi sama lo" ucap Serena.
"Iya sih, tapi kan ada lo Ren dia nggak akan berani deketin gue, kalau ada lo!" ucap Karina.
"Memang gue jagoan apa Rin?" kesal Serena.
"Hehehe... becanda Ren, biasanya bapaknya jagoan anaknya juga jagoan" kekeh Karina mengingat Bapak kapolda Papanya Serena.
Mereka sampai di depan butik dan keduanya segera keluar dari dalam taksi. Mereka melangkahkan kakinya masuk kedalam butik. Karina kagum melihat deretan kebaya yang indah dengan berbagai desain dan juga berbagai warna.
"Gimana, baguskan?" ucap Serena.
"Iya Ren bagus banget" ucap Karina melihat beberapa kebaya itu.
"Kita cari ukuran lo Rin, lo ukurannya apa?" tanya Serena.
"Ukuran M aja Ren, aku nggak mau ketat bajunya Ren" jelas Karina.
"Yang namanya kebaya yang bagus itu yang ngepas badan Karina!" ucap Serena.
"Pilihin Ren kalau gitu tapi yang sederhana saja dan jangan yang terlalu mahal!" ucap Karina.
__ADS_1
"Iya Rin, lo memang nggak pernah berubah maunya yang sederhana saja dari dulu sampai sekarang!" ucap Serena.
"Selamat datang Mbak, ada yang bisa saya bantu?" tanya Karyawan butik ramah.
"Kita mau beli kebaya jadi aja Mbak dan mau lihat koleksi kebayanya yang terbaru mbak!" pinta Serena. Dibutik ini juga bisa memesan kebaya sesuai model dan ukuran yang pelanggan inginkan.
"Disebelah sini Mbak!" ucapnya. Karina dan Serena mengikuti langkah kaki karyawan itu yang menuju sebuah ruangan.
"Diruangan ini semua koleksi terbaru kita Mbak, kalau yang diruang sebelah koleksi gaun kita Mbak!" jelasnya.
"Kita mau lihat kebaya dulu Mbak!" ucap Serena tersenyum.
"Silahkan Mbak!" ucapnya.
Serena memilih beberapa kebaya dan kemudian ia tersenyum ketika mendapatkan sebuah kebaya bewarna putih dengan payet sederhana di bagian tengah kebaya itu. Model kartini dengan dasar yang terlihat lembut tapi kaku dibagian pergelangan tangannya.
"Coba yang ini Rin!" ucap Serena membuat Karina tersenyum.
"Kalau begitu silahkan di coba Mbak disebelah sini!" ucap Karyawan perempuan itu menujuk sebuah kamar kecil yang merupakan kamar untuk mencoba pakaian.
"Iya Mbak" ucap Karina segera masuk kekamar itu dan mencoba satu stel kebaya.
Karina keluar dari kamar itu dan menunjukkan kepada Serena. "Bagus Rin" puji Serena.
Serena juga mencoba kebaya yang ia pilih dan segera memakainya. Ia keluar dari kamar dan menujukannya kepada Karina. "Bagus Ren" puji Karina melihat kebaya warna navy yang dipakai Serena.
Tiba-tiba seorang wanita mendekati Karina dan menepuk bahu Karina. "Karin apa kabar?" tanyanya membuat Karina terkejut dan segera memeluk perempuan itu.
"Astaga Fefin, sama siapa?" tanya Karina segera mencium kedua pipi Fefin.
__ADS_1
"Sendiri dan gue terkejut melihat lo pakai kebaya begini, mau kemana Rin?" tanya Fefin.
"Hmmm... maaf gue belum sempat cerita sama lo dan Viona. Gue sudah menikah sama Alfa Fin! tapi pernikahan kita resepsinya menyusul" jelas Karina membuat Fefin menatap Karina dengan kesal.
"Kok nggak cerita sama kita di grup, lo negeselin banget Rin" kesal Fefin.
Karina menatap Fefin dengan tatapan memohon "Maaf Fin ceritanya panjang!" jelas Karina.
"Pokoknya lo sama Alfa harus cerita sama kita ya Rin, siapkan waktu dan tempat untuk mengumpulkan kita semua!" ucap Fefin.
"Iya Fin pasti itu!" ucap Fefin.
Serena menatap Fefin dan ia tersenyum kepada Fefin namun Fefin terlihat tidak menyukainya. "Ren ini teman SMA gue dan Abang namanya Fefin!" ucap Karina.
"Fefin" ucap Fefin menjabat tangan Serena.
"Serena" ucap Serena.
"Rin, gue pergi dulu ya ada pesan dari teman gue, nanti gue telepon ya Rin, Serena duluan ya!" ucap Fefin tersenyum. Fefin melangkahkan kakinya dengan cepat meninggalkan Serena dan Karina.
"Ayo kita ganti Ren, gue pilih yang ini aja!" ucap Karina karena ia telah jatuh cinta dengan kebaya yang ia pakai.
"Gue juga yang ini aja Ren, habis itu kita langsung pulang ya Ren soalnya... " ucapan Karina terhenti.
"Soalnya Tama dan Alfa udah ada didepan jemput kita!" ucap Serena memotong ucapan Karina membuat Karina terkekeh karena ternyata bukan hanya Alfa yang menjeputny tapi juga Tama datang menjemput Serena.
"Ternyata Tama juga perhatian kok Ren sama kamu!" ucap Karina.
"Perhatiaan apan Rin" ucap Serena mengingat sikap memerintah Tama.
__ADS_1
Setelah selesai membayar kebaya yang mereka beli, keduanya segera melangkahkan kakinya keluar dari butik. Karina melihat Alfa yang sedang berada didalam mobil membuatnya tersenyum dan segera mendekati Alfa sedangkan Serena menatap Tama dengan kesal dan segera mendekati Tama.
Tbc...