Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Kekhawatiran Serena


__ADS_3

Serena mengelus perutnya dan tersenyum karena ternyata saat ini ia telah hamil. Ia ingin memberikan kejutan kepada Tama dan saat ini ia sedang menunggu kepulangan Tama. Jam menujukkan pukul sebelas malam dan suaminya itu belum juga pulang. Serena segera menghubungi Tama namun Tama tidak mengangkat ponselnya. Serena merasa sangat khawatir dan gelisah saat ini. Ia kembali menghubungi Tama dan berharap Tama segera mengangkatnya.


"Halo, Assalamualikum Kak."


"Waalikumsalam Ren, nanti Kakak telepon kamu!" ucap Tama.


"Pak Tama awas!" teriak seseorang yang terdengar dari ponsel Serena Dor... suara tembakkan pun ikut terdengar membuat Serena terkejut.


"Halo Kak?" tanya Serena khawatir dan sambungan teleponnya terputus.


"Kak Tama... hiks...hiks..." tangis Serena. Pikiran Serena kacau dan ia menduga-duga apa yang sedang terjadi dengan suaminya saat ini. Serena segera melangkahkan kakinya keluar dari rumahnya dengan cepat dan ia menuju Rumah Karina dan Alfa. Serena mengetuk pintu rumah Karina dan Alfa sambil menangis terseduh-seduh.


"Assalamualikum Karina, Alfa." Tangis Karina semakin keras karena ia sangat khawatir saat ini.

__ADS_1


Pintu terbuka dan Alfa terkejut melihat wajah Serena bersimbah air mata. "Waalaikumsalam," jawab Alfa. Ia membuka pintu rumahnya dengan lebar dan Karina yang berada dibelakang Alfa terkejut melihat Serena yang sedang menangis.


Karina segera memeluk Serena "Kamu kenapa Ren?" tanya Karina khawatir.


"Kak Tama Rin," ucap Serena.


"Tama kenapa?" tanya Alfa.


"Al, tolongin suami aku Al. Hiks... hiks... suami aku..." isak tangis Serena semakin keras membuat Karina mengajak Serena masuk kedalam rumahnya dan duduk di sofa.


Setelah meminum air putih hati dan perasaan Serena menjadi tidak seburuk tadi, walaupun ia masih terlihat sedih dan isakannya masih saja terdengar. "Kak Tama kenapa Ren?" tanya Serena.


"Kak Tama belum pulang dan tadi aku telepon Kak Tama Rin, terus teleponya diangkat sama dia. Saat aku lagi bicara sama dia tiba-tiba terdengar suara tembakan terus ada orang bilang begini Rin, awas Pak Tama." tangis Serena pecah membuat Alfa segera menghubungi Tama namun telepon Tama tidak diangkat.

__ADS_1


"Tunggu ya Ren, saya cari tahu dimana Tama sekarang!" ucap Alfa.


"Iya Al tolong Al. Aku nggak mau terjadi apa-apa sama dia hiks...hiks..." tangis Serena kembali pecah membuat Karina mengelus punggung Serena dengan lembut.


Alfa melangkahkan kakinya menuju teras dan ia kembali menguhubungi Tama namun ponsel Tama ternyata tidak aktif. Alfa kemudian menghubungi rekannya yang lain dan menunggu informasi dari mereka.


Sementara itu Serena saat ini masih berada dipelukan Karina. "Rin gimana kalau terjadi sesuatu sama suamiku Rin? aku nggak sanggup kehilangan dia hiks...hiks...!" ucap Serena.


"Kita tunggu berita dari suamiku ya Ren! jangan nangis terus dong kasihan dedek yang diperut!" ucap Karina membuat Serena segera menghentikan tangisannya.


"Rin, aku cinta sama Kak Tama, " jujur Serena membuat Karina dapat memahami perasaan Serena saat ini. Jika Alfa tidak bisa menjawab ponselnya bahkan tidak aktif tanpa memberitahu dirinya, mungkin ia akan sama kacaunya dengan Serena saat ini.


"Kamu udah bilang ke Tama kalau kamu mencintainya?" tanya Karina.

__ADS_1


Serena menggelengkan kepalanya, "Belum Rin, tapi kali ini aku akan mengatakannya duluan Rin. Kalau Kak Tama pulang aku akan mengatakan semua perasaanku dan juga berita kehamilanku ini!" jelas Serena.


__ADS_2