Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Dikunci


__ADS_3

Karina sangat bahagia walaupun dihatinya masih ada sesuatu yang menganjal yaitu kehadiran sang Mama. Walau bagaimana pun Herlina yang telah membesarkannya. Air mata Karina menetes tanpa sadar membuat Alfa memegang tangannya. Saat ini keduanya sedang berada didalam mobil menuju ke rumah orang tua Alfa dengan menggunakan mobil Riskan melalui pintu belakang restauran ini.


"Kenapa?" tanya Alfa membuka pembicaraan.


"Ingat Mama Herlina dan juga Mama kandung Karina Bang" ucap Karina.


"Nanti kita kunjungi Mama Herlina dan juga makam Mama Kirana" ucap Alfa membuat air mata Karina kembali menetes dan ia menganggukkan kepalanya.


"Istrinya Alfa jangan nangis dong!" pinta Alfa membuat Karina tersenyum.


"Nah gitu..." ucap Alfa.


Perjalanan mereka terasa begitu sebentar karena tanpa sadar saat ini mereka telah sampai didepan rumah kediaman orang tua Alfa. Adinda dan Ayunda menyambut kedatangan keduanya dengan dua buket bunga dann keduanya segera menyerahkan kedua buket bunga itu kepada Karina.


"Selamat datang di keluarga kita Kakak ipar" ucap Ayunda membuat Karina tersenyum dan memeluk Ayunda dan juga Adinda.


"Mbak, ditunggu traktirannya!" ucap Adinda membuat Alfa menjitak kepala adik bungsunya.


"Dikit-dikit pajak" ucap Alfa.


"Hehehe... namanya juga mahasiswa Kak, Dinda kan bukan karyawan bank lagi jadi butuh duit atau baju, tas mungkin! gaji asisten mah kecil kak" ucap Adinda membuat Ayunda dan Alfa terkekeh. keduanya menepuk pelan kepala adik bungsunya itu.


"Dasar Dinda, udah gede aja masih minta pajak" ucap Alfa.


"Namanya juga usahan Kak, usaha agar gratis!" ucap Adinda.


"Ayo masuk Mbak!" ucap Ayunda. Adinda dan Ayunda masing-masing menggandeng lengan Karina. Keduanya saat ini mendekati Mama mereka yang ternyata membawa sebuah kue tart dan meminta Karina meniupnya.


"Tiup lilinya nak, walau bukan hari ulang tahun kamu tapi tiup lilin sebagai simbol kalau hari ini kamu udah resmi jadi bagian dari keluarga kita!" ucap Ratna membuat Karina segera meniupnya dan kemudian Ratna meletakan kue itu diatas meja lalu memeluk Karina dengan erat.

__ADS_1


"Mama dapat anak gadis baru" ucap Rat0na tersenyum senng sambil mengelus rambut Karina dengan lembut.


"Siapa tahu malam nanti nggak gadis lagi Ma" ucap Adinda membuat Ayunda dan Ratna tertawa.


Alfa tersenyum melihat Mamanya yang saat ini terlihat menyayangi Karina. Ia kemudian tertarik mendekati meja makan yang ternyata terdapat sebuah tumpeng besar bertuliskan selamat menikah A & K.


"Makasih ya dek tumpengnya!" ucap Alfa karena ia tahu pasti Adinda dan Ayunda yang menyiapkan tumpeng ini.


"Sama-sama Kak" ucap Ayunda.


"Jangan lupa bayarannya!" ucap Adinda membuat Alfa menarik tangan Adinda lalu menjepit kepala Adinda ke lepitan tangannya.


"Kak Alfa bau!" kesal Adinda.


"Mana ada bau dek, tanya sama Kakak ipar kamu pasti jawabanya kakak selalu harum!" ucap Alfa membuat Ayunda dan Adinda menjulurkan lidahnya kompak.


"Weeek... " ucap Adinda dan Ayunda membuat Karina dan Ratna tertawa.


"Ayo makan!" ucap Ratna.


Bagas, Tama, Serena dan Riskan baru saja sampai. Tama mendekati Alfa dan membisikkan sesuatu ditelinga Alfa lalu ia menarik lengan Alfa dan mengajak Alfa menjauh dari mereka "Ternyata kau benar-benar diikuti Al, tadi saat saya dan Serena memakai mobilmu kita dikejar oleh mereka tapi ketika melihat saya dan Serena yang berada didalam mobil mereka segera pergi" ucap Tama.


"Kita harus segera menemukan siapa sebenarnya yang sedang mengawasi saya dan Karina. Apalagi Doni sepertinya berkerjasama dengan orang ini!" ucap Alfa.


"Orang ini cerdas Al, dia tahu tentangmu dan Karina" ucap Tama.


Kita harus segera menemukan siapa pelakunya harus!" ucap Alfa geram.


Setelah berdiskusi bersama Tama mereka semua berkumpul diruang makan dan kembali menyantap makanan yang telah disiapkan Ayunda, Adinda dan Ratna. Acara keluarga pun akhirnya selesai Tama, Riskan dan Serena pamit pulang pulang ke rumah mereka. Sama halnya dengan Ayunda yang saat ini pulang ke rumah keluarga suaminya

__ADS_1


Pukul sembilan malam Adinda menarik Karina agar keluar dari kamar Adinda. "Mau kemana Din?" tanya Karina.


"Mau ke kamar Kak Alfa, harusnya mbak nggak tinggal dikamar ini lagi!" ucap Adinda.


"Mbak tidur disini aja Din, nggak sopan masuk kamar Abang tanpa izin!" ucap Karina membuat Adinda tertawa.


"Hahaha...lucu banget sih sama kalian. Tadi Mama juga nanya sama Kak Alfa mau tidur dimana, Kak Alfa bilang tidur dikamarnya. Mama nanya nggak mau ditemani Mbak Karina? kata Kak Alfa, Kak Alfa tidur sendirian aja kalau disini. Hehehe... jadi kalau ditempat lain maunya tidur berdua ya mbak?" goda. Adinda membuat wajah Karina memerah karena malu.


"Nggak apa-apa Din, Mbak tidur dikamar Ayunda aja!" ucap Karina.


"Nanti malam Kak Alfa menyusup ke kamar Mbak hahaha... aduh ngegemesin banget sih..." Adinda memeluk lengan Karina membuat Karina sangat malu dengan adik iparnya ini.


"Mbak kan udah jadi istrinya Kak Alfa, jadi nggak usah malu mbak!" Adinda tersenyum menggoda. "Mau nggak, Dinda temenin deh..." ucap Adinda membuat Karina menganggukkan kepalanya.


"Oke... ayo Mbak!" ajak Adinda.


Mereka kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar Alfa dan saat pintu terbuka Karina menatap disekelilingnya. Kamar Alfa sangat rapih dan bersih, sebuah tempat tidur berada di tengah-tengan ruangan. Ada sebuah gitar, bola basket dan beberapa perlengkapan olah raga yang disusun disudut ruangan kamar ini. Ranjang besar berseprai warna biru polos itu saat ini sedang diduduki Adinda.


"Mbak sini!" ajak Adinda membuat Karina melangkahkan kakinya mendekati Adinda.


"Mbak sebentar ya, Dinda ambil ponsel dulu!" ucap Adinda.


Karina menganggukkan kepalanya "Iya Din" ucap Karina.


Adinda melangkahkan kakinya dengan riang dan clek... Adinda mengunci Karina didalam kamar Alfa dan membiarkan kunci kamar itu tergantung di sana "Hehehe...pasti Kak Alfa terkejut, mau nolak tapi udah dikasih rezeki bidadari cantik didalam kamar" ucap Adinda segera masuk kedam kamarnya dan terawa sambil menutup mulitnya denga. bantal agar suara tawanya tidak terdengar dari luar kamarnya.


Sementara itu Karina melihat foto Alfa yang berada diatas meja kerja Alfa lalu mengangkatnya. Ada foto dirinya bersama Alfa dan sahabat-sahabat mereka. Karina tersenyum melihatnya Alfa merangkul bahunya.


"Sekarang kita bukan lagi teman ya Al" ucap Karina sambil menunjuk wajah Alfa yang berada didalam foto itu. Karina kemudian meletakan kembali foto itu dan melihat kearah pintu. Karina menghela napasnya karena Adinda ternyata sangat lama. Ia akan merasa malu jika Alfa datang dan melihatnya berada didalam kamar ini.

__ADS_1


"Gue bisa malu kalau Abang ngelihag gua ada dikamar ini!" ucap Karina. Ia kemudian melangkahkan kakinya dengan cepat mendekati pintu lalu menarik handel pintu namun pintu ternyata tidak bisa terbuka.


Astaga pintunya dikunci Dinda... gue harus gimana?


__ADS_2