Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Gugup


__ADS_3

Karina merasa sangat gugup saat ini, ia merasa resah dan gelisa karena ia pasti akan sangat malu saat Alfa melihatnya di kamar ini. Karina menatap pintu dengan tatapan waspada karena terdengar seperti seseorang yang sedang membuka pintu. Karina segera bersembunyi di balik dinding. Sosok Alfa terlihat melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar ini. Alfa belum menyadari kehadiran Karina ia membuka baju atasanya membuat Karina terkejut.


"Maaf Bang" ucap Karina membuat Alfa yang ingin membuka celananya menghentikan gerakannya saat menyadari sosok Karina ada didalam kamar ini.


Alfa dengan wajah memerah segera mengancingkan celananya dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena gugup. "Rin kok ada disini?" tanya Alfa.


"Hmmm... itu Bang, Dinda yang ngajak Karina masuk kesini dan Dinda ngunciin Karina dari luar" jelas Karina menundukkan kepalanya.


Alfa melangkahkan kakinya mendekati Karina membuat Karina yang gugup lalu memundurkan langkahnya. "Hmmm... kamu mau kembali ke kamar Ayunda?" tanya Alfa ragu dengan pertanyaannya karena ia sangat senang jika Karina tidur bersamanya malam ini.


Karina meremas kedua tangannya karena gugup. Atmosfir diruangan ini seketika berubah menjadi panas. "Terserah Abang!" ucap Karina menundukkan kepalanya karena saat ini ia merasa sangat malu, gugup dan bingung.


Alfa mengambil kunci kamarnya yang ia letakan diatas nakas dan ia segera mengunci kamar ini dari dalam. "Kalau gitu kamu tidur disini saja sama Abang!" ucap Alfa sambil memegang tengkuknya.


Karina mengangkat wajahnya dan menatap Alfa yang terlihat gugup sama seperti dirinya. " Iya Bang" ucap Karina membuat Alfa tersenyum.


"Saya...hm... Abang mandi dulu Rin!" ucap Alfa mengambil handuk dan segera masuk kedalam kamar mandi. Karina menatap pintu kamar mandi yang telah tertutup dan ia menghela napasnya legah.


Astaga gue malu banget....tapi Abang sekarang sudah sah jadi suami gue. jadi nggak apa-apa kan kalau gue tidur di kamarnya Abang. Kok... gue jadi gugup begini sih...


Karina menepuk kedua pipinya dan kemudian menarik napasnya lalu menghembuskannya dengan pelan. Ia kemudian berdiri mendekati lemari pakaian milik Alfa.

__ADS_1


Abang marah nggak ya kalau gue buka lemari pakaiannya? tapi kayaknya Abang nggak bakalan marah deh...


Karina membuka lemari pakaian Alfa dan mengambil baju kaos dan juga celana pendek. Karina melihat deretan celana dalam Alfa yang tersusun rapi membuatnya malu lalu ia mengambil satu celana dalam itu lalu ia meletakannya diatas tempat tidur.


Alfa keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk dipinggangnya. Ia melihat pakaiannya ternyata telah siap diatas tempat tidur membuatnya tersenyum karena istrinya sangat perhatian padanya. "Makasi Rin" ucap Alfa.


"Sama-sama Bang" ucap Karina lemah lembut membuat Alfa tersenyum manis.


Astaga cakep banget...Kok Abang ganteng banget ya. Tambah lama tambah ganteng dari dulu sampai sekarang.


Alfa membawa pakaiannya dan kembali masuk ke dalam kamar mandi. Alfa memakai pakaianya dengan cepat dan kemudian segera keluar dari kamar mandi sambil menggosok kepalanya.


Tentu saja tawaran yang sangat menggiurkan bagi Alfa tapi ia tidak ingin kebablasan dan meminta yang lebih malam ini. "Nggak usah Rin!" ucap Alfa membuat Karina menatap Alfa dengan sendu.


Ya ampun Rin malu-maluin aja memang Abang mau lo sentuh kepalanya. Dia nggak cinta lo Ri, lo dinikahin sama dia aja adalah suatu keberuntungan dan keajaiban. Selama ini kan lo hanya bisa memimpikannya.


Alfa melihat ekspresi Karina berubah menjadi sendu karena penolakkannya membuat Alfa segera mendekati Karina dan duduk disebelah Karina. Alfa menyerahkan handuk yang ia penggang kepada Karina. Karina segera mengambilnya dan menggosokan handuk itu kekepala Alfa dengan lembut. Terjadi keheningan antara keduanya dan jujur saja keduanya saat ini sama-sama gugup. Alfa baru kali ini bingung harus berbuat apa sedangkan Karina merasa ia tidak seharusnya mengharapkan lebih karena harusnya ia sangat bersyukur Alfa telah menjadikanya istrinya.


"Rin, hmmm... malam ini kita belajar tidur diranjang yang sama ya!" ucap Alfa.


"Iya Bang" ucap Karina.

__ADS_1


Alfa kembali berpikir apa jika ia meminta Karina untuk tidur bersamanya secara langsung sebagai suami istri, apakah Karina akan mau. Alfa menghela napasnya karena prosedur nikah kantor belum selesai ia dan Karina lalui.


"Ayo tidur!" ucap Alfa


Alfa mengambil handuk dari tangan Karina dan menggantungya lalu ia menaiki ranjang lalu mendekati Karina yang telah membaringkan tubuhnya diatas ranjang. Keduanya tidur terlentang saat ini, Alfa mencoba memejamkan matanya membuat Karina ikut memejamkan matanya. Alfa menyampingkan tubuhnya dan menatap kearah Karina. Ia melihat wajah cantik Karina terpejam membuatnya tersenyum. Ingin rasanya ia menyelusuri wajah cantik itu dengan jemarinya.


Karina menyampingkan tubuhnya dan membuka matanya membuat matanya bertemu dengan bola mata berwarna hitam pekat milik Alfa. Alfa mengangkat tangannya dan mengelus wajah Karina membuat Karina memejamkan matannya seolah menikmati sentuhan halus dari Alfa.


Alfa menarik Karina kedalam pelukannya membuat Karina mengeratkan pelukannya. "Malam ini kita belajar pelukan dulu ya Rin. Kalau saya cium kamu udah pernah tapi pelukan diatas ranjang kan belum!" jelas Alfa membuat Karina malu dan ia membenamkan wajah ya kedada bidang Alfa.


"Lampunya dimatikan saja ya Rin!" ucap Alfa.


"Iya bang" ucap Karina.


Alfa melepaskan pelukannya dan segera mematikan lampu kamarnya lalu kembali berbaring disamping Karina. Alfa terkejut saat Karina kembali memeluknya. Ia tersenyum dan kemudian mencium dahi Karina dengan lembut. "Mimpi indah istriku" bisik Alfa membuat Karina tersenyum.


"Ya... suamiku" ucap Karina pelan membuat Alfa mengelus punggung Karina agar Karina segera terlelap.


tbc...


jangan lupa vote, jempol dan komentarnya! terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2