Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Cinta sejati versi Pak Bagas


__ADS_3

Alfa saat ini mengantar Karina ke Rumah Sakit tempat Karina bekerja setelah itu ia akan langsung pergi ke Mabes. Saat ini keduanya sedang berada didalam mobil. Alfa melirik istri cantiknya yang berada disampingnya yang saat ini sedang melamun memikirkan sesuatu. Karina menatap lurus ke depan mobil seolah ada yang ia pikirkan saat ini.


Kenapa setelah menikah sama Abang jantung gue kok degdegan terus ya. Apalagi kalau ingat malam tadi gue tidur sambil dipeluk Abang, rasanya kayak mimpi.


Beberapa menit kemudian mereka sampai dirumah sakit. Alfa masuk kedalam gerbang Rumah Sakit Dirgantara dan berhenti di parkiran Rumah sakit. Alfa menatap Karina membuat Karina merasa gugup dan malu.


"Hari senin kita sidang nikah di kantor Abang Rin dan ini untuk kamu!" ucap Alfa menyerahkan kartu ATM miliknya.


Karina menggelengkan kepalanya "Abang aja yang simpan!" ucap Karina.


"Nggak Rin, ini untuk kamu. Kamu istri Abang, kamu yang bakal mengatur keuangan keluarga kita. Gaji kamu milik kamu Rin tapi Gaji Abang untuk kebutuhan kita sehari-hari dan juga uang belanja kamu. Kalau kamu mau beli tas atau baju silahkan. Abang menafkahi kamu lahir dan batin!" ucap Alfa.


Alfa memegang tangan Karina dan menatap wajah Karina lalu meletakan kartu itu ketelapak tangan Karina "Abang tahu kamu punya penghasilan tapi, itu semua adalah kewajiban Abang sebagai seorang suami!" jelas Alfa membuat Karina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Iya Bang" ucap Karina.


Alfa menepuk-nepuk kepala Karina dengan lembut membuat Karina lagi-lagi tersipu malu "Nanti kalau pulang kerja, Abang jemput ya! kalau pergi jangan sendiri ya Rin, ajak Serena!" ucap Alfa.

__ADS_1


"Iya Bang" ucap Karina.


"Oya Abang lupa kasih tahu kamu, nanti nikah kantornya pakek kebaya. Kamu beli bareng Serena ya Rin soalnya hari senin itu Serena juga nikah kantor" jelas Alfa membuat Karina terkejut.


"Kok Serena nggak cerita Bang sama Karin?" tanya Karina.


"Tama mungkin belum kasih tahu Serena Rin" ucap Alfa yang sangat mengenal sahabatnya itu.


Tama terlihat santai karena ia tahu Serena pasti akan mencari alasan dan meminta pernikahan mereka berdua ditunda dulu. Tama tidak bisa menundanya karena ia tidak ingin keluarga besarnya kecewa. Orang tua Tama ingin Tama segera berkeluarga dan memberikan mereka cucu sedangkan hubungan Tama dan Serena tidak sehangat Alfa dan Karina.


"Kalau Karina yang kasih tahu Serena pasti Tama dan Serena bakalan berantem Bang" jelas Karina.


"Karina masuk ya Bang!" ucap Karina mengulurkan tangannya ingin mencium punggung tangan suaminya itu.


Alfa tersenyum karena istrinya ini pasti memperhatikan Mama dan Papanya jika Papanya pamit pergi ke Kantor. Ritual cium tangan suami selalu diingatkan Ratna kepada menantu perempuannya dan kedua anak perempuannya. Alfa segera menyambut tangan istrinya itu. Karina mencium punggung tangan Alfa membuat Alfa segera mengambll satu berkas di dasboard mobilnya.


"Rin sini!" ucap Alfa meminta Karina mendekatkan tubuhnya lebih dekat.

__ADS_1


Alfa tersenyum lalu menutupi wajah keduanya dengan map dan mengecup bibir Karina.


tiga kali "Kerja yang rajin ya!" ucap Alfa menjauhkan tubuhnya membuat wajah Karina memerah karena malu.


Karina mengambil tisu didalam tasnya dan mengelap bibir Alfa yang terkena lipstik orange miliknya. Alfa tersenyum dan kemudian terkekeh karena kelakuan konyolnya. "Hehehe maaf ya Rin!" ucap Alfa.


"Karin nggak mau Abang malu dikantor nanti!" ucap Karina membuat Alfa tersenyum. "Karina masuk ya Bang! Assalamualikum" ucap Karina.


"Waalikumsalam" ucap Alfa dan ia melihat istrinya itu turun dari mobil dan segera melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah sakti.


Alfa menyandarkan tubuhnya dan tersenyum mengingat tingkah dirinya dan Karina yang menggemaskan. Hampir saja malam tadi ia tidak bisa menahan hasratnya untuk menyetuh istrinya yang sangat ia cintai. Alfa menertawakam dirinya sendiri karena ia dan Karina terlihat canggung setelah menikah.


"Karina, sejak dulu hanya kamu yang bisa buat saya begini" ucap Alfa.


Alfa ingat bagaimana dulu saat ia remaja. Ia dulu sepertinya hampir saja mengajak Karina pacaran saat SMA karena tidak suka Karina didekati laki-laki lain. Saat itu Alfa bercerita dengan Papanya dan Papanya tertawa karena putra semata wayangnya akhirnya telah tertarik dengan lawan jenis.


Apalagi dari penjelasan Alfa kepada Bagas saat itu, Bagas menyimpulkan jika Alfa benar-benar telah jatuh cinta. Tapi Bagas selalu mengingatkan kepada Alfa jika Cinta milik Alfa belum patut dipertahankan karena Alfa belum menjadi pria dewasa yang bisa menafkahi seorang perempuan.

__ADS_1


Bagas mengatakan kepada Alfa saat itu jika Alfa mencintai Karina, Alfa harus bisa menjaga Karina sebagai seorang sahabat dan melindungi Karina. "Cinta sejati itu, ketika berhasil memupuknya dengan kasih sayang dan menghargai serta menjaganya hingga bisa merengkuhnya ketika cinta itu sudah halal". Kata-kata dari Bagas yang membuat Alfa remaja memilih untuk melindungi Karina dan menyingkirkan para pesaingnya dengan halus saat itu. Kebodohan Alfa hanya satu yaitu dia tidak menyadari jika Karina memiliki rasa cinta yang sama dengan dirinya sejak dulu.


tbc...


__ADS_2