Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Ira


__ADS_3

Dua hari lagi resepsi Karina dan Alfa akan dilaksanakan. Karina sangat beruntung karena Adik iparnya Adinda ikut membantunya mengurus acara persiapan resepsinya. Hari ini Karina sedang mengurus sisa cutinya di Rumah sakit Dirgantara. Ia juga sudah mengundang semua karyawan di Rumah sakit ini untuk datang diacara resepsi pernikahannya. Karina tersenyum karena HRD memberikannya satu minggu untuk cuti dan ia bisa libur beberapa hari setelah resepsi pernikahannya.


"Jadi nanti setelah resepsi pernikahaanmu, minggu depannya aku nikah Rin" ucap Serena membuat Karina tersenyum. Serena memang akan menikah setelah resepsi pernikahan Karina. Akad nikah dan resepsi diadakan langsung dihari yang sama saat Serena dan Tama menikah.


"Tapi kamu enak Ren liburanya lama dua mingguan" ucap Karina.


"Aku kan jarang ambil cuti hehehe. Rin kadang-kadang aku masih canggung, kalau enggak pakai bahasa gue lo. Tapi kalau nggak dibiasain dari sekarang kita nggak akan bisa Rin. Kamu tahu kan gimana Tama orangnya? nyebelin banget!" ucap Serena membuat Karina tersenyum. Tama pasti akan menjentikkan dahinya jika Serena mengatakan lo gue.


Karina dan Serena melihat ke depan dan sosok Ira terlihat dari jauh datang kearah mereka. Serena menghembuskan napasnya dan ia pasang badan untuk melindungi Karina. "Rin kayaknya si lampir satu ini bakalan ngamuk sama kamu" ucap Serena.


"Aku salah apa lagi sih Ren?" tanya Karina sendu.


"Lo nggak undang dia kali Rin?" ucap Serena.


"Undang Ren" ucap Karina.


"Jadi ini lampir mau apa lagi sih?" kesal Serena.


Ira menghentikan langkahnya tepat dihadapan Serena dan Karina. Serena saat ini menyembunyikan tubuh Karina seolah melindungi Karina. "Mau apa kamu?" tanya Serena.

__ADS_1


"Saya tidak ada urusannya sama kamu, biarkan saya bicara dengan Karina!" pinta Ira menatap Serena dengan tajam.


"Bicara saja disini, karena saya tidak akan membiarkan kamu menyakiti Karina lagi!" ucap Serena.


"Dimana Doni, Karina?" tanya Ira.


Mendengar pertanyaan Ira membuat Karina bingung "Aku tidak tahu dimana Doni, lagian kita tidak ada hubungan apa-apa lagi dan tidak perlu berkomunikasi atau memberi kabar" ucap Karina.


Ira menteskan air matanya dan ia terkejut saat Ira berlutut dihadapannya membuat Serena segera menarik Ira agar berdiri. "Jangan membuat sahabat saya terkena gosip karena sikapmu ini yang seolah menjadi korban!" kesal Serena.


Karina menatap sendu Ira "Saya benar-benar tidak tahu dimana Doni!" ucap Karina.


"Kenapa kau tidak bertanya kepada orang tuanya?"tanya Karina.


"Mereka lepas tangan karena mereka sebenarnya tidak menyetujui aku menjadi menantunya" jelas Ira.


Serena yang tadinya kesal dan membenci Ira. membuatnya prihatin. "Kita bisa bicarakan baik-baik Ra, jangan disini!" ucap Serena.


"Iya Ra, nanti jika aku tahu informasi dimana Doni, pasti aku akan memberitahukanmu!" ucap Karina.

__ADS_1


"Ayo kita keruanganku saja!" ucap Serena membuat Ira menganggukkan kepalanya.


Mereka bertiga melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Serena. Mereka masuk kedalam ruangan Serena. "Ayo duduk!" ajak Serena meminta Ira duduk disofa bersama dirinya dan juga Karina.


Karina bisa melihat wajah pucat Ira yang saat ini sangat mengenaskan. Ira sebenarnya terlihat egan untuk meminta bantuan Karina apalagi sikapnya sangat keterlaluan waktu itu kepada Karina. Tapi ia tidak bisa menemukan Doni dan ia takut menghadapi cemooh orang-orang yang pastinya akan mengejeknya.


"Doni sepertinya tidak ingin menikahi saya !" ucap Ira. "Menurut kalian saya harus bagaimana? Saya tidak ingin semua orang mengejek saya perempuan murahan yang melahirkan anak haram hiks...hiks" tangis Ira pecah. Ia merasa sangat malu dan juga tersiksa dengan masalah yang ia hadapi. Karena kemarahannya kepada Sakti, ia telah menghancurkan hidupnya sendiri.


"Apa saya harus menggugurkan kandungan saya Rin, Ren?" tanya Ira. "Mungkin dosa yang saat perbuat akan membuat anak ini menderita seumur hidupnya hiks... hiks... saya tidak rela dia menderita" ucap Ira membuat Serena dan Karina ikut menangis dan keduanya memeluk Ira.


"Lahirkan anakmu Ra, besarkan dia. Kamu adalah wanita kuat dan cerdas. Aku yakin kamu bisa menjadi ibu yang baik walau tanpa Doni sekalipun Ra. Jangan menambah dosa lagi dengan menggugurkan kandunganmu!" jelas Karina.


"Sebagai seorang teman aku lebih setuju jika kau membesarkannya Ra, aku yakin Kau bisa. Benar kata Karina, kau bisa menjadi ibu yang hebat. Tidak usah memperdulikan ucapan orang lain jika mereka mengejekmu!" ucap Serena.


"Tapi aku malu Ren, Rin!" ucap Ira.


"Akan lebih malu lagi jika kamu mengugurkan anakmu Ra. Anugerah yang terindah itu akan menangis jika ibunya saja tidak menginginkannya!" jelas Karina membuat Ira segera memeluk Karina dan Serena ikut kembali memeluk Ira.


"Kita bisa cari jalan keluarnya Ra. Kita akan selalu ada buat kamu!" ucap Karina membuat Serena menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Karina.

__ADS_1


tbc..


__ADS_2