
Alfa dan Karina memenuhi janjinya untuk berkunjung ke rumah Tama dan Serena. Karina melototkan matanya saat tahu rumah yang ditempati Tama tepat bersebelahan dengan rumahnya. Ia tidak menyangka jika mereka bisa kembali menjadi tetangga seperti saat di Jakarta.
"Abang kenapa nggak bilang kalau kita jadi tetangga lagi?" tanya Karina saat ia turun dari motor.
Alfa tersenyum "Mau memberikan kejutan sama kamu!" ucap Alfa membuat Karina tersenyum.
Alfa segera turun dari motornya dan ia menggandeng Karina melangkahkan kakinya menuju rumah Serena dan Tama. Serena tersenyum melihat kehadiran Karina dan juga Alfa. "Ayo masuk Rin!" ucap Serena menggandeng lengan Karina dan mengajaknya menuju dapur.
Di dapur Tama sedang menyiapkan makanan membuat Karina mencubit tangan Serena. "Bantuin dong Ren suami kamu!" ucap Karina.
"Itu tadi aku yang masak tapi yang menyusun di meja tugasnya dia!" jelas Serena.
Karina menatap makanan yang ada diatas meja dengan kagum. Kemapuan memasak Serena telah mengalami peningkatan. "Wah kayaknya enak banget pindang iganya?" tanya Karina.
"Iya Rin, ini khas Palembang. Aku lihat-lihat menu makanan disana dan Aku coba memasaknya. Tadinya aku pikir dia nggak bakal suka tapi ternyata dia doyan Rin, makanya aku masak pindang iga lagi hari ini!" jelas Serena.
__ADS_1
"Kak panggil suami Karin dong!" pinta Serena karena Alfa saat ini berada diruang tamu. "Biar Seren dan Karin yang menyiapkannya!" ucap Serena.
"Ok," ucap Tama dan ia segera mendekati Alfa yang berada diruang tamu.
Karina melihat ada perubahan dari Serena saat ini. Serena terlihat bahagia saat menyiapkan makanan dan ia yakin hubungan Serena dan Tama saat ini mulai membaik.
"Ren, bagimana hubunganmu bersama Tama?" tanya Karina penasaran.
"Alhamdulilah baik Rin, Kak Tama memang agak pendiam tapi dia sebenarnya baik dan sayang sama aku Rin," jelas Serena membuat Karina tersenyum dan ia sangat bersyukur karena hubungan keduanya bisa berjalan dengan baik walaupun dengan perjodohan.
"Iya Rin dan aku sudah mempercayakan hatiku untuknya," jelas Serena membuat Tama yang baru saja datang tersenyum mendengarnya.
Dibelakang Tama ada Alfa yang saat ini sedang melangkahkan kakinya mendekati mereka. "Ayo kita makan!" ajak Serena terlihat salah tingkah karena melihat kehadiran Tama.
Jangan sampai dia tahu perasaanku sebenarnya, kan aku malu...
__ADS_1
Mereka semua segera duduk dan duduk saling berhadapan. "Wah kayaknya enak nih!" ucap Alfa.
"Pasti dong Al siapa dulu yang masak, istri cantikku yang bernama Serena" ucap Tama membuat Serena menyebikkan bibirnya.
"Memang kamu punya istri lain selain aku?" tanya Serena membuat Tama menyunggingkan senyumannya.
"Nggak sanggup punya istri lain karena istri pertamaku saja galak minta ampun," goda Tama membuat Serena memutar bola matanya.
"Udah nggak usah beramtem dulu ya Serena dan Tama. Sebagai tamu kalian harusnya kalian menunjukkan kemesraan kalian sebagai sepasang suami istri!" ucap Alfa membuat Tama menganggukkan kepalanya.
Tama menarik kursi Serena dan mengecup bibir Serena membuat Serena terkejut dan ingin memarahi suami muka tembok miliknya itu. "Dasar nggak tahu malu!" kesal Serena kesal.
"Suami istri kenapa malu-malu? ingat ya Serena kesabaran saya ada batasnya!" ucap Tama dingin membuat Serena terbatuk-batuk.
"Uhuk... "
__ADS_1
"Ingat permintaan orang tuamu Serena!" ucap Tama membuat wajah Serena memerah karena malu.